Prabowo Perintahkan Percepatan 100 GW Panel Surya, Model Bisnis PLN Ikut Dievaluasi
![]() |
| Presiden Prabowo Subianto mendorong percepatan penggunaan 100 gigawatt panel surya sekaligus meminta transformasi bisnis PLN agar lebih efisien dan produktif. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah mempercepat realisasi penggunaan panel surya berkapasitas 100 gigawatt (GW) sekaligus mendorong transformasi PT PLN (Persero). Perubahan tersebut diarahkan agar perusahaan listrik negara lebih efisien, produktif, cepat, dan tanggap dalam menjalankan operasionalnya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan hal tersebut seusai mengikuti rapat terbatas bersama Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, sebagaimana dikutip Kamis (15/10/2026). Pembahasan mencakup percepatan pemanfaatan energi surya serta penyusunan model bisnis PLN yang dinilai perlu segera dievaluasi.
“Ya (rapat) dengan Bapak Presiden juga tadi dengan Pak Bahlil dan juga dengan Pak Suroso kita membicarakan bagaimana pertama mengakselerasi apa transformasi di PLN untuk menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih tanggap dan juga mengakselerasi penggunaan 100 gigawatt solar panel. Nah itu yang dibicarakan,” kata Rosan.
Prabowo minta model bisnis PLN segera disusun
Rosan mengatakan Presiden meminta jajaran terkait menyiapkan konsep transformasi PLN, terutama dari sisi model bisnis perusahaan. Konsep tersebut diminta segera dipaparkan kepada Presiden untuk kemudian ditindaklanjuti.
“Dan kita juga diminta oleh Bapak Presiden agar transformasi di PLN ini baik dari terutama dari segi bisnis modelnya itu untuk dibuat dan untuk segera dipaparkan kepada Presiden untuk segera kita tindak lanjuti,” ujarnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Rosan menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan tim PLN untuk mengkaji model bisnis yang sesuai. Evaluasi diharapkan dapat mendorong perubahan operasional secara menyeluruh, bukan hanya perbaikan pada aspek tertentu.
Pemerintah juga melihat transformasi tersebut sebagai salah satu langkah untuk menekan kebutuhan subsidi sekaligus meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan.
“Sehingga ini juga bisa mengurangi subsidi dan atau dalam rangka meningkatkan efisiensi dan juga produktivitas di eh PLN,” ucapnya.
Efisiensi PLN diharapkan berdampak pada perekonomian
Menurut Rosan, pemerintah akan melakukan asesmen untuk menentukan bentuk transformasi yang tepat bagi PLN. Evaluasi itu diharapkan menghasilkan pola operasional yang lebih efisien sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Di sisi lain, percepatan penggunaan panel surya menjadi agenda yang dibahas bersama transformasi perusahaan. Keduanya menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong perbaikan sektor kelistrikan, meskipun rincian tahapan pelaksanaan target 100 GW tersebut tidak dijelaskan dalam keterangan Rosan.
Penyusunan model bisnis dan asesmen dinilai penting agar langkah transformasi dapat dijalankan secara terarah. Pemerintah selanjutnya akan menindaklanjuti konsep yang disiapkan setelah dipaparkan kepada Presiden.
Evaluasi cadangan listrik menyusul blackout di Batam
Selain membahas transformasi bisnis, pemerintah juga menyoroti kesiapan PLN dalam menghadapi gangguan pasokan listrik. Evaluasi tersebut mencakup kebutuhan rencana cadangan atau backup plan agar operasional kelistrikan tetap dapat ditangani ketika terjadi gangguan.
Rosan menyinggung peristiwa blackout yang terjadi di Batam beberapa waktu lalu sebagai salah satu alasan perlunya evaluasi kesiapan tersebut. Menurutnya, PLN harus mampu mengantisipasi berbagai kemungkinan gangguan di seluruh wilayah Indonesia.
“Ya tentunya evaluasi itu harus tetap kita lakukan kita harus selalu siap dalam segala kondisi kita harus punya selalu backup plan yang mungkin samain ini yang harus di-backup plan juga di PLN apabila ada kejadian tuh backup plan-nya tuh seperti apa gitu. Nah itu yang harus juga terus dilakukan di seluruh Indonesia,” tuturnya.
Rosan memastikan PLN telah memiliki rencana cadangan untuk mengantisipasi gangguan. Namun, menurutnya, mekanisme tersebut masih perlu disempurnakan agar kesiapan perusahaan dalam menghadapi berbagai kondisi semakin baik.
“Mungkin bukan mungkin, pastinya sudah ada tapi ya itu perlu disempurnakan lah,” pungkasnya.
Melalui arahan tersebut, pemerintah mendorong dua agenda sekaligus, yakni percepatan pemanfaatan panel surya hingga target 100 GW dan pembenahan model bisnis PLN. Evaluasi efisiensi operasional serta kesiapan menghadapi gangguan listrik juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sektor kelistrikan nasional.
