Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Profil dan Kekayaan Suroso Isnandar, Dirut Baru PLN Pengganti Darmawan Prasodjo

Suroso Isnandar resmi menjadi Dirut PLN menggantikan Darmawan Prasodjo. Simak profil, riwayat pendidikan, karier, dan harta kekayaan Rp18,64 miliar.

suroso isnandar dirut baru pln dengan kekayaan rp18,64 miliar berdasarkan laporan lhkpn 2025
Suroso Isnandar resmi menjabat Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah keputusan RUPSLB pada 14 Oktober 2026. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Suroso Isnandar resmi menjabat Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) setelah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Rabu malam, 14 Oktober 2026. Ia menggantikan Darmawan Prasodjo yang sebelumnya memimpin perusahaan listrik negara tersebut.

Selain perjalanan kariernya di sektor ketenagalistrikan, harta kekayaan Suroso juga menjadi perhatian setelah ia menduduki posisi pucuk pimpinan PLN. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periode 2025 yang disampaikan pada 30 Maret 2026, ia tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp18.647.600.000 atau sekitar Rp18,65 miliar.

Suroso sebelumnya menjabat Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN. Ia memiliki latar belakang pendidikan teknik elektro dan pengalaman panjang dalam pengelolaan sistem tenaga listrik, pembangkitan, penyaluran, serta teknologi informasi.

Profil dan riwayat pendidikan Suroso Isnandar

Suroso Isnandar lahir di Klaten pada 12 Agustus 1971. Latar belakang pendidikannya berfokus pada teknik sistem tenaga listrik dan manajemen yang berkaitan dengan industri energi.

Ia menyelesaikan pendidikan sarjana bidang Power System Engineering di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1994. Kemudian, ia meraih gelar Master of Science dalam bidang Power System Engineering and Management dari University of Abertay pada 1999.

Pada 2025, Suroso menyelesaikan pendidikan doktor Teknik Elektro di ITB. Latar belakang tersebut selaras dengan perjalanan profesionalnya yang banyak berkaitan dengan pengembangan sistem kelistrikan dan energi baru terbarukan.

Perjalanan karier Suroso di PLN

Sebelum menjadi Dirut PLN, Suroso menduduki jabatan Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan. Pengangkatan ke posisi tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-159/MBU/06/2025 tertanggal 18 Juni 2025.

Sepanjang kariernya, ia pernah mengemban sejumlah jabatan strategis di lingkungan PLN, terutama yang berkaitan dengan sistem tenaga listrik dan pengelolaan operasional.

Berikut ringkasan perjalanan karier Suroso sebelum diangkat menjadi direktur utama:

  • 2019–2021: General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi.
  • 2021–2022: General Manager PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali).
  • 2022–2023: Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi pada Direktorat Utama PLN Kantor Pusat.
  • 2025–Oktober 2026: Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN.
  • 14 Oktober 2026: Diangkat menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo.

Penunjukan tersebut menempatkan Suroso sebagai pemimpin baru PLN dengan pengalaman di bidang teknis, operasional, dan pengembangan energi terbarukan. Ia diharapkan melanjutkan agenda transformasi perusahaan serta menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Total kekayaan Suroso Isnandar mencapai Rp18,64 miliar

Berdasarkan LHKPN periode 2025, total aset Suroso sebelum dikurangi utang tercatat sebesar Rp20.282.600.000. Setelah dikurangi kewajiban utang senilai Rp1.635.000.000, kekayaan bersih yang dilaporkan mencapai Rp18.647.600.000.

Komponen terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp11,87 miliar. Selain properti, Suroso melaporkan kendaraan, surat berharga, kas, serta harta lainnya.

Berikut rincian kategori kekayaan yang tercantum dalam laporan tersebut:

Kategori harta Nilai
Tanah dan bangunan Rp11.870.000.000
Alat transportasi dan mesin Rp685.000.000
Harta bergerak lainnya Tidak tercatat
Surat berharga Rp155.100.000
Kas dan setara kas Rp5.972.500.000
Harta lainnya Rp1.600.000.000
Total aset sebelum utang Rp20.282.600.000
Utang Rp1.635.000.000
Kekayaan bersih Rp18.647.600.000

Laporan tersebut menunjukkan bahwa properti dan kas menjadi dua komponen utama dari total aset yang dimiliki Suroso. Seluruh angka merupakan nilai yang dilaporkan dalam LHKPN, bukan penilaian pasar terbaru atas setiap aset.

Daftar tanah dan bangunan milik Suroso

Suroso melaporkan enam aset tanah dan bangunan dengan nilai keseluruhan Rp11,87 miliar. Properti tersebut tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Depok, Klaten, dan Banyumas.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

Lokasi dan jenis aset Luas tanah/bangunan Nilai
Bangunan di Jakarta Barat 32 m² Rp650.000.000
Tanah dan bangunan di Klaten 340 m²/180 m² Rp215.000.000
Tanah di Banyumas 285 m² Rp545.000.000
Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan 265 m²/180 m² Rp7.200.000.000
Tanah dan bangunan di Depok 232 m²/200 m² Rp1.310.000.000
Tanah dan bangunan di Jakarta Selatan 139 m²/180 m² Rp1.950.000.000
Total Rp11.870.000.000

Aset properti dengan nilai tertinggi dalam laporan tersebut adalah tanah dan bangunan di Jakarta Selatan seluas 265 meter persegi dengan luas bangunan 180 meter persegi, yang tercatat senilai Rp7,2 miliar.

Koleksi kendaraan senilai Rp685 juta

Selain properti, Suroso melaporkan kepemilikan tiga mobil dengan nilai keseluruhan Rp685 juta. Kendaraan tersebut terdiri atas Toyota Avanza Veloz keluaran 2014, Nissan Serena tahun 2017, dan Subaru Forester tahun 2023.

Berikut rincian kendaraan yang dilaporkan dalam LHKPN periode 2025:

Kendaraan Tahun Nilai
Toyota Avanza Veloz 2014 Rp75.000.000
Nissan Serena 2017 Rp210.000.000
Subaru Forester 2023 Rp400.000.000
Total Rp685.000.000

Subaru Forester menjadi kendaraan dengan nilai tertinggi dalam daftar tersebut, yakni Rp400 juta. Nilai yang dicantumkan merupakan angka dalam laporan kekayaan, bukan berarti harga jual kendaraan saat ini sama dengan nominal tersebut.

Tantangan Suroso sebagai Dirut baru PLN

Pergantian kepemimpinan PLN berlangsung ketika perusahaan masih menjalankan agenda transformasi bisnis dan pengembangan energi baru terbarukan. Pengalaman Suroso dalam pengelolaan sistem tenaga listrik dan proyek EBT menjadi bagian dari latar belakang profesionalnya sebelum dipercaya memimpin perusahaan.

Sebagai BUMN yang memegang peran penting dalam penyediaan listrik nasional, PLN menghadapi kebutuhan untuk menjaga keandalan pasokan, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengembangkan infrastruktur kelistrikan. Transisi energi juga menjadi salah satu agenda strategis perusahaan.

Dengan penunjukan Suroso Isnandar sebagai direktur utama, kepemimpinan PLN memasuki babak baru setelah era Darmawan Prasodjo. Profil pendidikan, rekam jejak karier, serta laporan kekayaan Suroso menjadi informasi yang relevan untuk mengenal sosok yang kini memimpin perusahaan listrik negara tersebut.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Profil dan Kekayaan Suroso Isnandar, Dirut Baru PLN Pengganti Darmawan Prasodjo
  • Profil dan Kekayaan Suroso Isnandar, Dirut Baru PLN Pengganti Darmawan Prasodjo
  • Profil dan Kekayaan Suroso Isnandar, Dirut Baru PLN Pengganti Darmawan Prasodjo
  • Profil dan Kekayaan Suroso Isnandar, Dirut Baru PLN Pengganti Darmawan Prasodjo
  • Profil dan Kekayaan Suroso Isnandar, Dirut Baru PLN Pengganti Darmawan Prasodjo
  • Profil dan Kekayaan Suroso Isnandar, Dirut Baru PLN Pengganti Darmawan Prasodjo