Siklon Arnab Terjang India, Lebih dari 132 Ribu Warga Dievakuasi
![]() |
| Siklon Arnab memicu evakuasi massal di sejumlah wilayah India, sementara otoritas setempat menyiapkan tempat penampungan dan tim penyelamat untuk menghadapi dampaknya. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Lebih dari 132 ribu warga dievakuasi di sejumlah wilayah India ketika Siklon Arnab menerjang pesisir tenggara negara tersebut. Badai ini membawa hujan lebat dan angin kencang yang memicu gangguan serta kerusakan infrastruktur lokal.
Evakuasi dilakukan di Negara Bagian Andhra Pradesh, India Selatan, dan Odisha di wilayah timur. Otoritas setempat juga menutup sekolah, menghentikan kegiatan penangkapan ikan, serta menyiagakan tim penyelamat untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Lebih dari 84 ribu warga Andhra Pradesh dievakuasi
Otoritas Manajemen Bencana Negara Bagian Andhra Pradesh menyatakan proses pendaratan atau landfall Siklon Arnab sempat tidak bergerak selama dua jam. Masyarakat di sepanjang pesisir diminta tetap waspada karena hujan dan angin kencang masih berlangsung.
“Ada kemungkinan siklon akan fully melintasi garis pantai pada sore hari. Angin kencang dan hujan masih terus terjadi di sepanjang pesisir. Masyarakat diminta untuk tetap waspada hari ini,” ungkap otoritas tersebut melalui platform X, sebagaimana dilansir TRT.
Menurut laporan All India Radio, sebanyak 84.396 orang di Andhra Pradesh telah dipindahkan ke 290 tempat penampungan. Pemerintah negara bagian itu sebelumnya menyiapkan total 2.199 tempat penampungan untuk menghadapi dampak siklon.
Sementara itu, sekitar 48.000 warga di negara bagian tetangga, Odisha, juga telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, menurut laporan All India Radio.
Angin kencang merusak infrastruktur
Siklon Arnab yang mulai mendarat pada Rabu pagi menyebabkan gangguan di sejumlah wilayah terdampak. All India Radio melaporkan angin kencang menumbangkan pepohonan dan merusak infrastruktur lokal.
Sebagai langkah pencegahan, pihak berwenang di Andhra Pradesh dan Odisha memerintahkan penutupan sekolah. Aktivitas penangkapan ikan juga dihentikan untuk mengurangi risiko keselamatan selama cuaca ekstrem berlangsung.
Tim penyelamat disiagakan untuk merespons kemungkinan keadaan darurat. Pemerintah wilayah Kepulauan Andaman dan Nikobar turut memerintahkan sekolah-sekolah tetap tutup selama dua hari, terhitung sejak Selasa.
Siklon Arnab terbentuk di Teluk Benggala
Departemen Meteorologi India menyatakan Siklon Arnab berkembang dari sistem tekanan udara rendah yang kuat di bagian tengah-timur dan tenggara Teluk Benggala. Sistem tersebut bergerak ke arah barat sebelum meningkat kekuatannya menjadi siklon.
Perkembangan badai ini mendorong otoritas di sejumlah wilayah meningkatkan langkah kesiapsiagaan, termasuk mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman. Masyarakat di kawasan pesisir diminta mengikuti arahan resmi dan tetap waspada terhadap hujan lebat serta angin kencang.
