Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Urutan 5 Sampai 1 Media Sosial yang Paling Sering Diakses Gen Z Indonesia 2026, TikTok di Posisi Teratas

Survei APJII: Urutan 5 sampai 1 media sosial yang paling sering diakses Gen Z Indonesia 2026, dari Threads hingga TikTok di posisi teratas.

urutan 5 sampai 1 media sosial paling sering diakses gen z indonesia 2026
Ranking media sosial (medsos) yang paling sering diakses Gen Z di Indonesia pada 2026 menurut survei APJII. (Ilustrasi: Pewarta.co.id)

PEWARTA.CO.ID — TikTok menjadi media sosial yang paling sering diakses Generasi Z (Gen Z) Indonesia pada 2026, disusul Instagram dan Facebook.

Temuan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memperlihatkan persaingan platform digital di kalangan anak muda, sekaligus menunjukkan bahwa aplikasi yang paling sering dibuka belum tentu sama dengan aplikasi yang paling banyak digunakan untuk setiap aktivitas.

Berdasarkan hasil survei APJII 2026, TikTok menempati posisi pertama dengan persentase 32,3% responden Gen Z, diikuti Instagram sebesar 30,8% dan Facebook 26,9%. Sementara itu, X dan Threads melengkapi lima besar dengan persentase masing-masing 2,5% dan 1,6%.

Data ini menarik karena kebiasaan bermedia sosial tidak hanya berkaitan dengan jumlah pengguna, tetapi juga pilihan platform yang paling sering mereka akses. TikTok unggul dalam pengukuran tersebut, sedangkan Instagram dan Facebook tetap menjadi pesaing yang relevan.

Perlu dicatat, angka tersebut menggambarkan pilihan media sosial yang paling sering diakses oleh responden Gen Z dalam survei, bukan persentase seluruh anak muda yang pernah menggunakan setiap aplikasi. Karena itu, posisi platform dalam daftar ini perlu dibaca sesuai konteks pengukuran.

Daftar 5 media sosial yang paling sering diakses Gen Z Indonesia 2026

Sumber data: Survei APJII 2026, diolah dari hasil publikasi survei.

Peringkat Media sosial Persentase responden Gen Z
5 Threads 1,6%
4 X 2,5%
3 Facebook 26,9%
2 Instagram 30,8%
1 TikTok 32,3%

Urutan ini memperlihatkan jarak yang relatif tipis antara TikTok dan Instagram, yakni 1,5 poin persentase. Facebook berada di posisi ketiga dengan selisih 3,9 poin persentase dari Instagram.

Setelah Facebook, persentase pilihan responden turun cukup tajam menuju X dan Threads. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kelima platform memiliki posisi yang tidak sama dalam preferensi akses Gen Z menurut indikator survei ini.

5. Threads

Threads
Threads

Threads menempati posisi kelima dengan persentase 1,6% responden Gen Z yang memilihnya sebagai media sosial paling sering diakses. Platform milik Meta ini dikenal dengan format percakapan berbasis teks yang memungkinkan pengguna membagikan pemikiran, menanggapi unggahan, dan mengikuti diskusi publik.

Karakter tersebut membuat Threads berbeda dari platform yang lebih menonjolkan video pendek atau konten visual. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk membicarakan isu yang sedang ramai, mengikuti percakapan komunitas, atau menyampaikan pendapat secara singkat.

Meski berada di urutan kelima, angka tersebut tidak berarti Threads hanya memiliki sedikit pengguna Gen Z secara keseluruhan. Hasil survei ini mengukur platform yang paling sering diakses, sehingga responden yang menggunakan Threads tetapi lebih sering membuka aplikasi lain dapat memilih platform lain dalam jawaban mereka.

Bagi kreator konten dan pelaku usaha, Threads dapat dipandang sebagai saluran tambahan untuk membangun percakapan dengan audiens. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada karakter target pasar dan tujuan komunikasi, bukan semata-mata peringkat dalam survei.

4. X (Sebelumnya Twitter)

X Sebelumnya Twitter
X

X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, berada di posisi keempat dengan persentase 2,5%. Platform ini memiliki karakter percakapan publik yang kuat, terutama untuk mengikuti perkembangan isu, melihat tanggapan masyarakat, dan bertukar informasi secara cepat.

Format unggahan singkat dan fitur percakapan memungkinkan informasi menyebar melalui balasan, kutipan unggahan, maupun pembagian ulang. Karakter tersebut membuat X relevan bagi pengguna yang ingin mengikuti diskusi seputar berita, hiburan, teknologi, olahraga, dan berbagai topik lain.

Meski begitu, persentase X masih terpaut jauh dari Facebook, Instagram, dan TikTok dalam daftar media sosial yang paling sering diakses Gen Z. Angka ini tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruh aktivitas diskusi publik generasi muda telah berpindah ke platform lain.

X tetap dapat memiliki nilai bagi pengguna dengan kebutuhan tertentu, misalnya mengikuti akun berita, komunitas hobi, atau perkembangan topik yang sedang dibicarakan. Pilihan platform tersebut lebih bergantung pada kebutuhan dan kebiasaan masing-masing pengguna.

3. Facebook

Facebook
Facebook

Facebook menempati posisi ketiga dengan persentase 26,9%, memperlihatkan bahwa platform yang telah lama hadir di Indonesia ini masih memiliki tempat di kalangan Gen Z. Selisihnya dengan Instagram mencapai 3,9 poin persentase.

Salah satu karakter Facebook adalah keberadaan grup dan komunitas yang memungkinkan pengguna berkumpul berdasarkan minat, lokasi, pekerjaan, atau kebutuhan tertentu. Fitur tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagi informasi, mencari rekomendasi, dan mengikuti kegiatan komunitas.

Facebook juga memiliki Marketplace yang digunakan untuk menawarkan dan mencari barang. Bagi pengguna yang membutuhkan informasi produk atau aktivitas komunitas lokal, ekosistem tersebut dapat menjadi alasan untuk tetap membuka platform ini.

Namun, tidak tepat menyimpulkan bahwa Gen Z menggunakan Facebook hanya untuk berjualan atau bergabung dengan grup. Survei mengenai platform yang paling sering diakses tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan setiap responden memilih aplikasi tersebut.

Posisi ketiga ini memberi gambaran bahwa popularitas platform lama tidak selalu hilang ketika aplikasi baru bermunculan. Kebutuhan pengguna dan fungsi yang ditawarkan tetap berperan dalam mempertahankan relevansi sebuah media sosial.

2. Instagram

Instagram
Instagram

Instagram berada di posisi kedua dengan persentase 30,8%, hanya terpaut 1,5 poin persentase dari TikTok. Hasil tersebut menempatkan Instagram sebagai salah satu platform yang paling kuat dalam pilihan akses Gen Z Indonesia pada 2026.

Kekuatan Instagram terletak pada kombinasi foto, video, Stories, Reels, pesan langsung, dan profil pengguna. Perpaduan fitur ini memungkinkan aplikasi digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari berbagi aktivitas sehari-hari hingga mengikuti kreator dan mencari informasi produk.

Bagi bisnis, Instagram dapat menjadi etalase digital yang membantu memperlihatkan produk, menyampaikan informasi promosi, serta membangun komunikasi dengan calon pelanggan. Sementara itu, kreator dapat mengembangkan konten melalui berbagai format sesuai karakter audiens mereka.

Persaingan dengan TikTok menarik karena kedua platform sama-sama menyediakan konten video pendek. Namun, keduanya tidak sepenuhnya identik: Instagram juga menempatkan profil visual, Stories, dan jaringan pertemanan sebagai bagian penting dari pengalaman pengguna.

Selisih 1,5 poin persentase dalam survei ini relatif kecil. Meski TikTok berada di urutan pertama, data tersebut tidak cukup untuk menyatakan bahwa Instagram akan terus berada di posisi kedua pada periode berikutnya.

1. TikTok

TikTok
TikTok

TikTok menempati posisi pertama dengan persentase 32,3% responden Gen Z yang memilihnya sebagai media sosial paling sering diakses. Angka ini unggul 1,5 poin persentase dibandingkan Instagram dan 5,4 poin persentase dibandingkan Facebook.

Format video vertikal pendek menjadi salah satu ciri utama TikTok. Pengguna dapat menemukan berbagai jenis konten dalam satu aplikasi, mulai dari hiburan, komedi, musik, tutorial, ulasan produk, hingga informasi yang disampaikan melalui video.

Sistem rekomendasi konten memungkinkan pengguna menemukan video dari akun yang belum mereka ikuti. Pengalaman ini dapat membuat TikTok menjadi tempat untuk mencari hiburan sekaligus menemukan topik baru berdasarkan interaksi dan minat pengguna.

TikTok juga memiliki ekosistem perdagangan dan promosi yang terhubung dengan kreator serta penjual. Meski demikian, keberadaan fitur komersial tidak berarti semua pengguna membuka aplikasi untuk berbelanja; motivasi penggunaan media sosial jauh lebih beragam.

Keunggulan TikTok dalam survei 2026 menunjukkan bahwa platform berbasis video pendek memiliki posisi kuat dalam kebiasaan akses Gen Z. Namun, angka tersebut mengukur pilihan platform yang paling sering diakses, bukan lamanya waktu yang dihabiskan setiap orang atau jumlah total pengguna aktif TikTok di Indonesia.

Bagaimana survei ini membaca kebiasaan Gen Z?

Data tersebut berasal dari survei APJII bertajuk Profil Internet Indonesia 2026: Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet. Pengumpulan data dilakukan pada 1 Februari–15 Maret 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 8.700 responden berusia minimal 13 tahun yang tersebar di 38 provinsi Indonesia.

Dalam pengelompokan generasi yang digunakan pada publikasi survei, Gen Z mencakup kelompok usia 13–28 tahun. Hasilnya memberikan gambaran mengenai platform yang paling sering dipilih responden, bukan pengukuran menyeluruh atas semua aplikasi yang pernah mereka gunakan.

Perbedaan indikator ini penting untuk memahami posisi setiap platform. WhatsApp dan YouTube, misalnya, masing-masing tercatat sebesar 1,1% pada kelompok Gen Z dalam kategori pilihan media sosial yang paling sering diakses, tetapi angka tersebut tidak berarti hanya 1,1% Gen Z menggunakan kedua aplikasi itu.

WhatsApp memiliki fungsi utama sebagai layanan komunikasi, sedangkan YouTube lebih dikenal sebagai platform berbagi dan menonton video. Seseorang bisa menggunakan keduanya setiap hari, tetapi tetap memilih TikTok atau Instagram sebagai aplikasi yang paling sering diakses dalam konteks pertanyaan survei.

Karena itu, daftar ini lebih tepat dibaca sebagai gambaran preferensi akses pada 2026 daripada ukuran mutlak popularitas seluruh platform. Untuk mengetahui perubahan dari tahun ke tahun, hasil survei dengan pertanyaan, cakupan responden, dan metode yang sebanding perlu diperiksa kembali.

Bagi pelaku usaha, kreator, dan pengelola media, data tersebut bisa menjadi salah satu pertimbangan saat menentukan kanal distribusi konten. Namun, pemilihan platform tetap harus disesuaikan dengan karakter audiens, jenis informasi, serta tujuan yang ingin dicapai.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Urutan 5 Sampai 1 Media Sosial yang Paling Sering Diakses Gen Z Indonesia 2026, TikTok di Posisi Teratas
  • Urutan 5 Sampai 1 Media Sosial yang Paling Sering Diakses Gen Z Indonesia 2026, TikTok di Posisi Teratas
  • Urutan 5 Sampai 1 Media Sosial yang Paling Sering Diakses Gen Z Indonesia 2026, TikTok di Posisi Teratas
  • Urutan 5 Sampai 1 Media Sosial yang Paling Sering Diakses Gen Z Indonesia 2026, TikTok di Posisi Teratas
  • Urutan 5 Sampai 1 Media Sosial yang Paling Sering Diakses Gen Z Indonesia 2026, TikTok di Posisi Teratas
  • Urutan 5 Sampai 1 Media Sosial yang Paling Sering Diakses Gen Z Indonesia 2026, TikTok di Posisi Teratas