Waspada! Gelombang Tinggi hingga 4 Meter Intai Perairan Indonesia sampai 5 Oktober
![]() |
| BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia yang berlaku sampai 5 Oktober 2026. (Ilustrasi/Canva) |
PEWARTA.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia hingga 5 Oktober 2026. Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter di sejumlah kawasan, terutama perairan yang menghadap Samudra Hindia.
Peringatan tersebut berlaku mulai 2 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 5 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB untuk wilayah yang masuk dalam informasi peringatan BMKG. Pola angin di utara ekuator umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 6–20 knot, sedangkan di selatan ekuator dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8–26 knot.
Wilayah dengan gelombang hingga 4 meter
BMKG mencatat gelombang kategori tinggi atau 2,5–4 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, dan Samudra Hindia selatan NTB.
Untuk wilayah Bengkulu, potensi gelombang 2,5–4 meter terdapat di Perairan Bengkulu bagian selatan, Perairan Pulau Enggano, dan Samudra Hindia barat Bengkulu. Sementara di Lampung, Perairan Barat Lampung masuk kategori tinggi.
Di Bali, gelombang 2,5–4 meter berpotensi terjadi di Perairan Selatan Pulau Bali dan Selat Lombok bagian selatan. Sementara di NTB, wilayah yang perlu diwaspadai adalah Perairan Selatan Pulau Lombok dan Selat Alas bagian selatan.
Gelombang 1,25 hingga 2,5 meter meluas
Selain wilayah dengan gelombang lebih tinggi, BMKG juga memprakirakan gelombang kategori sedang dengan kisaran 1,25–2,5 meter di banyak perairan. Di antaranya Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai, dan Samudra Hindia barat Bengkulu.
Wilayah lain yang masuk dalam peringatan meliputi Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTT, Selat Karimata bagian selatan, Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur, serta Selat Makassar bagian tengah dan selatan.
Potensi gelombang sedang juga mencakup Laut Maluku, Laut Seram, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Pasifik utara Papua Barat, serta Laut Arafuru bagian barat, tengah, utara, dan timur.
Angin kencang jadi salah satu pemicu
BMKG menyebut peningkatan tinggi gelombang dipengaruhi pola angin yang cukup kuat di sejumlah wilayah. Kecepatan angin tertinggi terpantau di kawasan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, Selat Karimata, Selat Makassar bagian selatan, dan Laut Arafuru.
Di beberapa wilayah, kondisi angin bahkan dapat mencapai sekitar 25–30 knot. Kecepatan tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang dan memengaruhi keselamatan aktivitas pelayaran.
Nelayan dan pengguna kapal diminta waspada
BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di pesisir sekitar wilayah berpotensi gelombang tinggi untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan terutama ditujukan kepada pengguna transportasi laut karena kondisi gelombang dan angin dapat meningkatkan risiko perjalanan.
Nelayan yang menggunakan perahu perlu berhati-hati ketika kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Pengguna kapal tongkang juga diminta memperhatikan kondisi ketika angin melebihi 16 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
Sementara itu, kapal feri perlu mewaspadai kondisi ketika kecepatan angin melampaui 21 knot dan tinggi gelombang berada di atas 2,5 meter. Batas tersebut menjadi salah satu acuan kewaspadaan operasional yang disampaikan BMKG.
Waspada sampai 5 Oktober 2026
Peringatan gelombang tinggi BMKG menunjukkan bahwa kondisi laut di sejumlah wilayah Indonesia masih perlu diperhatikan hingga 5 Oktober. Informasi ini dapat berubah mengikuti perkembangan cuaca, angin, dan kondisi atmosfer sehingga masyarakat yang akan melakukan perjalanan laut perlu memantau pembaruan terbaru.
Dengan potensi gelombang mencapai 4 meter di sejumlah wilayah, kewaspadaan menjadi penting terutama bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir. BMKG meminta aktivitas di laut disesuaikan dengan kondisi cuaca dan informasi keselamatan yang berlaku.
