Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wellness Tourism Meningkat, Kemenpar Siapkan 10 Jalur Wisata Kebugaran di Jawa

Wellness tourism meningkat, Kemenpar siapkan 10 jalur wisata kebugaran dan petakan destinasi kesehatan berbasis alam serta budaya.

widiyanti putri wardhana memaparkan pengembangan wellness tourism indonesia
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana memaparkan strategi pengembangan wellness tourism sebagai bagian dari program pariwisata berkualitas Indonesia. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai memperkuat pengembangan wisata berbasis kesehatan dan kebugaran atau wellness tourism seiring meningkatnya tren perjalanan wisata yang mengutamakan kesehatan fisik dan keseimbangan hidup.

Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor tersebut karena didukung kekayaan alam, budaya, serta berbagai praktik kebugaran tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan tren wellness tourism mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Berdasarkan data Global Wellness Institute, pengeluaran global untuk wisata kebugaran mencapai 893,9 miliar dolar AS pada 2024.

Angka tersebut meningkat 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan besarnya potensi pasar wisata berbasis kesehatan di tingkat internasional.

“Ini angka lama karena yang tahun ini belum keluar, baru akhir November ini akan dikeluarkan untuk angka tahun 2025. Nah, angka 2024 tadi ada menunjukkan pening- peningkatan 13,8% dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga kita lihat trennya meningkat,” kata Widiyanti dalam konferensi pers di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jumat, 30 Oktober 2026.

Tren wellness tourism menjadi peluang bagi Indonesia

Potensi pasar wisata kebugaran juga terlihat di kawasan Asia Pasifik. Berdasarkan data yang disampaikan Kemenpar, perjalanan wellness tourism di kawasan tersebut mencapai 562,7 juta perjalanan dengan total pengeluaran sebesar 215 miliar dolar AS.

Perkembangan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai destinasi wisata kebugaran yang menawarkan pengalaman berbeda.

Salah satu keunggulan Indonesia terletak pada praktik kesehatan dan kebugaran tradisional yang berakar pada kearifan lokal serta budaya masyarakat.

Beberapa di antaranya meliputi penggunaan jamu, rempah-rempah, perawatan tradisional, hingga berbagai aktivitas kebugaran yang memanfaatkan potensi alam.

Untuk menangkap peluang tersebut, Kemenpar menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas pariwisata berkualitas.

“Menjawab peluang tersebut, Kementerian Pariwisata menempatkan wellness tourism sebagai bagian dari pengembangan wisata minat khusus dalam program prioritas pariwisata berkualitas,” tambah Widiyanti.

Kemenpar siapkan 10 jalur Wellness Journey Across the Java Wonders

Pengembangan wisata kebugaran tidak hanya dilakukan melalui penyelenggaraan berbagai acara pariwisata, tetapi juga melalui penyusunan produk perjalanan yang menggabungkan potensi alam dan budaya.

Salah satu program yang disiapkan adalah Wellness Journey Across the Java Wonders dengan 10 jalur dan tema perjalanan yang mengangkat kekayaan wisata kebugaran berbasis alam serta budaya Jawa.

Selain pengembangan jalur perjalanan, Kemenpar juga sedang menyusun direktori wisata kebugaran Indonesia.

Direktori tersebut nantinya diharapkan menjadi sumber informasi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengenali berbagai produk, destinasi, layanan, serta pelaku industri wellness di Indonesia.

“Dan saat ini kami sedang menyusun directory untuk wisata wellness Indonesia. Pemetaan ini sedang kita buat untuk memberikan informasi kepada masyarakat di dalam negeri dan di luar negeri, apa saja produk-produk, destinasi, layanan, dan pelaku industri wellness yang ada di Indonesia,” beber Widiyanti.

Kemenpar juga menjalankan pendampingan bisnis melalui program Wonderful Indonesia Scale Up Hub.

Program tersebut menyasar penyedia paket wisata gastronomi dan wellness agar mampu meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar.

Dari sisi investasi, pengembangan fasilitas dan layanan juga didukung keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan KEK Kura-Kura Bali.

KEK Sanur berfokus pada sektor kesehatan dan pariwisata, sedangkan KEK Kura-Kura Bali mengusung pengembangan spiritualitas dan harmoni.

Kedua kawasan tersebut menjadi bagian dari potensi pengembangan fasilitas serta layanan yang berkaitan dengan wisata kesehatan dan kebugaran.

Jawa Barat dan Jawa Timur masuk kawasan potensial

Plt. Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, mengatakan pemerintah terus mendorong pengembangan destinasi yang telah memiliki kesiapan industri maupun potensi wisata untuk diarahkan menjadi kawasan wellness tourism.

Jawa Barat dan Jawa Timur termasuk wilayah yang dinilai memiliki kesiapan untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.

Namun, pengembangan wisata kebugaran tidak harus bertumpu pada satu lokasi atau jenis layanan saja.

Rizki mencontohkan pengembangan desa wisata di Yogyakarta serta potensi pemandian air panas atau hot spring di Jawa Barat dan kawasan Guci di Jawa Tengah.

Menurutnya, perpaduan antara alam dan budaya dapat menjadi keunggulan dalam membangun pengalaman wisata kebugaran yang lebih beragam.

“Ketika kita menjual, ketika ini adalah wellness tourism, kita tidak hanya akan bertumpu pada satu titik saja, tapi juga ada destinasi seperti Jogja tadi mengangkat desa-desa wisatanya. Nah mungkin daerah-daerah lain ini yang bisa kita perlu gali. Di Jawa Barat punya hot spring yang cukup bagus, di Jawa Tengah di Guci punya hot spring juga yang cukup bagus, ini juga bisa didorong antara alam, nature, dan culture, culture-nya ada,” tutur Rizki.

Ia menambahkan, Kemenpar akan terus menginventarisasi berbagai potensi industri dan destinasi yang dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem wisata kebugaran nasional.

Langkah tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi pelaku industri yang siap dilibatkan sekaligus menentukan destinasi yang memiliki potensi untuk mendapatkan dukungan pengembangan.

“Nah ini juga Ibu Menteri udah minta kepada kami untuk terus mendorong menginventarisasi pertama kalinya ini mana saja industri yang bisa kita ajak dan kemudian destinasi seperti apa yang bisa didorong ke arah wellness. Itu kaitannya dengan destinasi,” pungkasnya.

Melalui berbagai program tersebut, Kemenpar berupaya memperluas pengembangan wellness tourism dengan menggabungkan layanan kesehatan, kekayaan alam, tradisi lokal, dan pengalaman budaya sebagai daya tarik wisata Indonesia.

Pilihan Redaksi:
Tersalin 👍
Redaksi PEWARTA
Redaksi PEWARTA
Portal berita Indonesia terkini 2026, viral terbaru dan terpopuler hari ini disajikan secara update. Bagian dari ekosistem media online Pewarta Network.

WARTA TERBARU

  • Wellness Tourism Meningkat, Kemenpar Siapkan 10 Jalur Wisata Kebugaran di Jawa
  • Wellness Tourism Meningkat, Kemenpar Siapkan 10 Jalur Wisata Kebugaran di Jawa
  • Wellness Tourism Meningkat, Kemenpar Siapkan 10 Jalur Wisata Kebugaran di Jawa
  • Wellness Tourism Meningkat, Kemenpar Siapkan 10 Jalur Wisata Kebugaran di Jawa
  • Wellness Tourism Meningkat, Kemenpar Siapkan 10 Jalur Wisata Kebugaran di Jawa
  • Wellness Tourism Meningkat, Kemenpar Siapkan 10 Jalur Wisata Kebugaran di Jawa