WhatsApp Rilis Fitur Kontrol Orang Tua Baru Jelang Oktober 2026, Ini yang Bisa Dipantau di Akun Anak
![]() |
| Ilustrasi orang tua menyetting fitur kontrol untuk mengawasi aktivitas anak di akun WhatsApp. (Dok. PEWARTA) |
PEWARTA.CO.ID — WhatsApp memperkenalkan rangkaian kontrol orang tua atau parental control baru untuk akun remaja pada 30 September 2026, tepat menjelang memasuki Oktober. Fitur ini memungkinkan orang tua atau wali mengatur sejumlah aspek penggunaan WhatsApp anak, sekaligus menerima pemberitahuan mengenai aktivitas tertentu tanpa membuka isi percakapan pribadi.
Kontrol tersebut mencakup pengaturan privasi, grup, Channels, Status, hingga pengalaman menggunakan Meta AI. WhatsApp menegaskan bahwa pesan dan panggilan pribadi tetap dilindungi enkripsi end-to-end sehingga tidak dapat dibaca atau didengarkan orang tua melalui fitur kontrol ini.
Apa yang berubah pada fitur kontrol orang tua di WhatsApp?
Fitur parental control WhatsApp baru ini dirancang untuk akun remaja dan bersifat opsional. WhatsApp mengatakan orang tua dan remaja dapat menyiapkannya bersama-sama, sementara pengaturannya dilindungi PIN yang dibuat orang tua.
Konsepnya bukan memberikan akses penuh kepada orang tua atas akun anak. WhatsApp justru membatasi jenis informasi yang dapat dipantau dan pengaturan yang dapat diubah agar privasi komunikasi tetap terjaga.
Perlu dibedakan pula dengan parent-managed accounts yang diperkenalkan WhatsApp untuk anak berusia 10–12 tahun. Sistem tersebut memungkinkan orang tua menentukan siapa yang dapat menghubungi anak, grup mana yang dapat diikuti, meninjau permintaan pesan dari orang tak dikenal, serta mengelola pengaturan privasi.
Kontrol baru yang diumumkan 30 September 2026 ditujukan untuk remaja, sehingga pengalamannya berbeda dengan akun yang sejak awal dikelola orang tua untuk anak yang lebih muda.
MASIH TERKAIT!
Mengenal Fitur Parental Control WhatsApp, Ini Dampak dan Manfaat bagi Orang Tua Awasi Akun Remaja
Aktivitas grup tertentu bisa diketahui orang tua
Salah satu informasi yang bisa dipantau adalah aktivitas anak di grup. WhatsApp akan memberi tahu orang tua ketika anak bergabung atau keluar dari sebuah grup.
Orang tua juga dapat menerima informasi ketika sebuah grup yang diikuti anak mengalami pertambahan jumlah anggota yang dianggap signifikan. Dengan mekanisme tersebut, orang tua memiliki konteks mengenai perubahan lingkungan percakapan anak tanpa harus melihat isi chat.
Pada akun yang dikelola orang tua, WhatsApp memang telah lebih dulu menyediakan peringatan aktivitas yang lebih luas, seperti saat anak menerima permintaan pesan dari kontak tak dikenal atau ketika ada perubahan tertentu pada grup dan kontak. Namun fitur itu merupakan bagian dari sistem parent-managed accounts dan tidak boleh disamakan dengan kontrol baru khusus remaja.
Pengaturan foto profil dan privasi bisa dikendalikan
Kontrol baru juga memberi orang tua ruang untuk mengatur sejumlah pengaturan privasi pada akun remaja. Salah satu contoh yang disebut WhatsApp adalah menentukan siapa yang dapat melihat foto profil anak.
Ada pula pembatasan terkait siapa yang dapat menambahkan anak ke grup. Jika remaja kemudian ingin melonggarkan pengaturan tersebut, perubahan itu memerlukan persetujuan orang tua melalui PIN yang telah dibuat.
Model ini membuat pengaturan privasi menjadi semacam batas yang disepakati bersama. Orang tua tidak perlu mengakses isi komunikasi untuk membantu memastikan akun anak menggunakan konfigurasi privasi yang dianggap lebih sesuai.
Orang tua bisa mengatur penggunaan Channels
Channels juga masuk dalam area yang dapat dikendalikan. Orang tua dapat menentukan bagaimana anak menggunakan fitur tersebut, termasuk siapa yang boleh diikuti atau apakah anak diperbolehkan membuat Channel sendiri.
Menurut Pusat Bantuan WhatsApp, pilihan yang tersedia untuk Channel pada kontrol remaja mencakup All, Parent-approved only, atau None. Artinya, orang tua dapat membiarkan seluruh Channel tersedia, membatasi hanya pada Channel yang disetujui, atau mematikan akses untuk melihat Channel.
Orang tua juga dapat mengatur apakah remaja diperbolehkan membuat Channel. Pengaturan tersebut dilindungi oleh PIN orang tua.
Status anak juga dapat dibatasi
Kontrol baru WhatsApp mencakup fitur Status, baik dari sisi apa yang dapat dilihat anak maupun siapa yang dapat melihat Status milik anak.
Orang tua dapat menentukan kelompok kontak yang boleh dilihat Status-nya oleh anak. Pilihannya mencakup seluruh kontak, mengecualikan kontak tertentu, hanya kontak yang dipilih, atau tidak menampilkan Status dari pengguna lain sama sekali.
Pengaturan sebaliknya juga tersedia. Orang tua dapat mengatur siapa yang boleh melihat Status anak, dengan pilihan yang sama mulai dari seluruh kontak hingga tidak ada pengguna yang dapat melihatnya.
Fungsi ini memberi orang tua cara membatasi jangkauan interaksi sosial anak tanpa harus memeriksa setiap unggahan secara manual.
Meta AI bisa dibuat lebih terbatas
Perubahan lain yang cukup relevan adalah kontrol atas Meta AI. Orang tua dapat memilih pengalaman Meta AI yang digunakan anak, antara pengaturan standar dan opsi yang disebut Limited atau Konten Terbatas.
Dalam mode standar, remaja mendapatkan pengalaman yang diselaraskan dengan konten untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas. Mode Limited memberikan pembatasan topik yang lebih ketat.
Pusat Bantuan WhatsApp juga mencatat bahwa fitur Meta AI tertentu yang menggunakan Private Processing tidak tersedia ketika mode Limited digunakan.
Pengaturan Meta AI tersebut dapat diubah melalui menu Settings > Parental controls pada perangkat remaja dengan memasukkan PIN orang tua.
Apa yang tidak bisa dipantau orang tua?
Bagian ini penting karena istilah “kontrol orang tua” dapat menimbulkan anggapan bahwa orang tua dapat membaca seluruh aktivitas anak di WhatsApp. WhatsApp secara eksplisit menyatakan bahwa pesan pribadi dan panggilan tetap privat serta dilindungi enkripsi end-to-end.
Dengan demikian, fitur baru tersebut bukan mekanisme untuk membuka isi percakapan pribadi anak. Pengawasan berfokus pada pengaturan akun dan sinyal aktivitas tertentu yang dianggap relevan bagi keselamatan penggunaan platform.
Pendekatan ini juga berlaku pada parent-managed accounts. WhatsApp menyebut orang tua dapat menerima informasi tentang aktivitas tertentu, tetapi tidak dapat membaca pesan pribadi anak karena percakapan tetap terenkripsi end-to-end.
Fitur belum tentu langsung muncul di semua akun
Sahabat Pewarta perlu memperhatikan satu hal sebelum mencari menu baru tersebut. WhatsApp menyatakan kontrol orang tua untuk remaja digulirkan secara bertahap dan belum tentu tersedia di semua wilayah pada waktu yang sama.
Hal yang sama berlaku untuk parent-managed accounts. Pusat Bantuan WhatsApp meminta pengguna memperbarui aplikasi ke versi terbaru melalui Google Play Store atau App Store dan memeriksa informasi resmi WhatsApp karena pengalaman tersebut masih dalam tahap rollout.
Jadi, apabila menu Parental controls belum terlihat pada Oktober 2026, kondisi tersebut belum otomatis berarti perangkat atau akun mengalami masalah. Ketersediaan fitur dapat mengikuti proses peluncuran bertahap dari WhatsApp.
Cara melihat pengaturan kontrol orang tua
Pada perangkat remaja, WhatsApp menyediakan menu Settings > Parental controls. Orang tua kemudian harus memasukkan PIN untuk mengakses dan mengubah pengaturan yang tersedia.
Untuk parent-managed account, orang tua dapat membuka WhatsApp di perangkatnya sendiri dan masuk ke Settings > Parental controls, kemudian memilih akun anak untuk melihat aktivitas yang tersedia. Beberapa aktivitas juga dapat dilihat dari perangkat anak dengan memasukkan PIN orang tua.
WhatsApp juga menyediakan opsi notifikasi tertentu pada akun yang dikelola orang tua. Jenis aktivitas yang dapat memicu peringatan antara lain penambahan kontak, permintaan chat baru, perubahan grup, dan perubahan nama atau foto profil.
Bagi keluarga, perbedaan antara “mengawasi” dan “membaca semua percakapan” menjadi bagian penting dari rancangan fitur ini. WhatsApp memilih memberikan kontrol pada area seperti privasi, grup, Status, Channels, dan Meta AI, sementara isi pesan pribadi tetap berada di balik enkripsi end-to-end.
Memasuki Oktober 2026, perubahan tersebut menunjukkan arah baru WhatsApp dalam memberikan perangkat keamanan untuk keluarga tanpa menghilangkan prinsip privasi percakapan. Ketersediaan yang masih bertahap membuat pengguna perlu memeriksa pembaruan aplikasi dan Pusat Bantuan WhatsApp sebelum menyimpulkan bahwa fitur belum tersedia pada akunnya.
