WNI Korban Penyanderaan Perompak Somalia Dirujuk ke RS Polri, Butuh Rehabilitasi Trauma
![]() |
| Polres Bogor mengevakuasi Piki Mutakim, ABK korban penyanderaan perompak Somalia, ke RS Polri Kramat Jati untuk penanganan medis lanjutan. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Piki Mutakim (25), anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban penyanderaan perompak Somalia, dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan. Polres Bogor mengambil langkah tersebut setelah hasil asesmen awal menunjukkan Piki membutuhkan perawatan dan rehabilitasi lebih komprehensif pascatrauma.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto bersama tim Dokkes Polres Bogor mendatangi kediaman Piki untuk memeriksa kondisi kesehatannya. Hasil observasi di lokasi menunjukkan perlunya penanganan lebih lanjut setelah Piki mengalami penyanderaan.
"Evakuasi medis malam ini adalah langkah cepat kami untuk memastikan saudara kita, Piki Mutakim, mendapatkan fasilitas observasi dan penyembuhan terbaik dari Pusdokkes Polri," ujar Wikha, Sabtu (10/10/2026).
Polres Bogor prioritaskan pemulihan korban
Wikha menegaskan bahwa rujukan medis tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan Piki memperoleh fasilitas perawatan yang sesuai dengan kebutuhannya. Penanganan lanjutan diharapkan mendukung proses pemulihan korban setelah mengalami peristiwa penyanderaan.
Menurut Wikha, langkah itu juga mencerminkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada warga yang menghadapi situasi berbahaya. Ia menyebut tugas Polri tidak hanya mencakup penegakan hukum, tetapi juga penyelamatan dan pemulihan warga.
Polri tegaskan korban tidak dibiarkan sendiri
Kapolres Bogor turut mengapresiasi kesigapan tim SiDokkes Polres Bogor yang bergerak cepat dalam menangani kondisi Piki. Respons tersebut dinilai penting agar korban segera mendapatkan penanganan sesuai hasil pemeriksaan awal.
"Negara tidak akan membiarkan warganya berjuang sendirian setelah melewati penderitaan luar biasa di tangan perompak," tegasnya.
Rujukan Piki Mutakim ke RS Polri Kramat Jati menjadi langkah lanjutan dalam penanganan dampak kesehatan pascapenyanderaan. Polres Bogor memastikan evakuasi medis dilakukan untuk mendukung kebutuhan observasi, perawatan, dan rehabilitasi korban.
