5 Fakta Mudik Gratis dan Diskon Transportasi Nataru 2026/2027, Bus hingga Pesawat
![]() |
| Ilustrasi perjalanan masyarakat menggunakan transportasi umum selama libur Natal dan Tahun Baru dengan program mudik gratis dan diskon tiket. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Pemerintah menyiapkan program mudik gratis dan potongan harga tiket transportasi untuk menyambut libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).
Program tersebut mencakup penyediaan 70 bus gratis dengan kapasitas 2.882 penumpang serta stimulus diskon untuk perjalanan menggunakan pesawat, kereta api, kapal laut, dan feri penyeberangan.
Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp883,4 miliar untuk mendukung berbagai program keringanan biaya transportasi tersebut.
Melalui kebijakan ini, masyarakat diharapkan dapat melakukan perjalanan akhir tahun dengan biaya lebih terjangkau, sekaligus mendorong penggunaan transportasi umum.
Bagi masyarakat yang berencana mudik atau berlibur, ada beberapa informasi penting mengenai jadwal pendaftaran, periode perjalanan, besaran diskon, hingga anggaran yang perlu diketahui.
Program mudik gratis dan diskon transportasi Nataru 2026/20267
Berikut lima fakta program mudik gratis dan diskon transportasi Nataru 2026/2027.
1. Kemenhub siapkan 70 bus mudik gratis untuk 10 kota
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali menyediakan program mudik gratis menggunakan bus untuk membantu masyarakat melakukan perjalanan selama libur Nataru 2026/2027.
Tahun ini, pemerintah menyiapkan 70 unit bus dengan kapasitas keseluruhan mencapai 2.882 penumpang.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, mengatakan program tersebut melayani perjalanan menuju 10 kota di Pulau Jawa.
Pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 12–21 Desember 2026, sedangkan keberangkatan peserta direncanakan pada 22 dan 23 Desember 2026.
"Mudik gratis ada, di darat ada 70 bus untuk 10 kota tujuan. Pendaftarannya nanti tanggal 12 Desember," kata Aan saat ditemui setelah Rapat Koordinasi Evaluasi Nataru 2026 dan Persiapan Penyelenggaraan Nataru 2027 di Kantor Kemenhub, Selasa (27/10/2026).
Adapun 10 kota tujuan program mudik gratis tersebut meliputi:
- Solo.
- Wonosobo.
- Semarang.
- Wonogiri.
- Cilacap.
- Purwokerto.
- Yogyakarta.
- Surabaya.
- Malang.
- Madiun.
Program ini diprioritaskan untuk perjalanan dari Jakarta menuju kota-kota tujuan di Pulau Jawa karena tingginya mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.
Untuk pelaksanaannya, layanan mudik gratis ini sementara difokuskan pada perjalanan keberangkatan atau satu arah, bukan perjalanan pulang-pergi.
2. Pemerintah alokasikan Rp883,4 miliar untuk diskon transportasi
Selain menyediakan bus gratis, pemerintah menyiapkan anggaran Rp883,4 miliar untuk memberikan stimulus biaya perjalanan menggunakan empat moda transportasi.
Anggaran tersebut dibagi untuk penerbangan domestik, kereta api, kapal laut, dan feri penyeberangan.
Berikut rincian alokasi anggaran dan target penerima manfaat berdasarkan program yang diumumkan pemerintah:
| Moda Transportasi | Anggaran | Target Penerima |
|---|---|---|
| Pesawat | Rp722 miliar | 3,75 juta penumpang |
| Kereta api | Rp95,4 miliar | 1 juta penumpang |
| Kapal laut | Rp38,3 miliar | 414.600 penumpang |
| Feri penyeberangan | Rp27,7 miliar | Tidak disebutkan |
| Total | Rp883,4 miliar | - |
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyepakati pemberian stimulus transportasi untuk membantu masyarakat menghadapi peningkatan biaya perjalanan selama libur akhir tahun.
"Kemudian Stimulus Nataru, ini sudah disepakati diskon 30 persen daripada tiket, kemudian 30 persen juga untuk kapal, kemudian jasa kepelabuhan juga diberikan spesial harga dari ASDP, kemudian juga PPN ditanggung pemerintah untuk perjalanan udara di dalam negeri," kata Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan.
Anggaran terbesar diberikan untuk transportasi udara, yakni Rp722 miliar atau sebagian besar dari total dana stimulus yang disiapkan.
3. Tiket pesawat mendapat fasilitas PPN DTP 100 persen
Pengguna pesawat terbang juga bisa menikmati stimulus pemerintah selama periode libur Nataru 2026/2027.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp722 miliar untuk memberikan insentif kepada sekitar 3,75 juta penumpang pesawat kelas ekonomi dengan rute penerbangan domestik.
Bentuk insentifnya berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen.
Artinya, seluruh PPN yang dikenakan pada komponen tarif dasar tiket dan biaya tambahan bahan bakar yang memenuhi ketentuan akan ditanggung pemerintah.
Selain itu, pemerintah memberikan potongan sebesar 50 persen untuk sejumlah biaya layanan bandara, meliputi:
- Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U).
- Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U).
Kebijakan tersebut diharapkan dapat menekan harga tiket pesawat domestik selama periode liburan.
Namun, fasilitas PPN DTP 100 persen bukan berarti seluruh harga tiket pesawat menjadi gratis karena insentif hanya berlaku pada komponen pajak yang telah ditentukan.
Program ini berlaku untuk penerbangan pada 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Masyarakat sudah dapat membeli tiket dengan fasilitas tersebut sejak 20 Oktober 2026 sampai 10 Januari 2027 sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Tiket kereta dan kapal laut mendapat diskon 30 persen
Keringanan biaya perjalanan juga diberikan kepada masyarakat yang menggunakan kereta api dan kapal laut.
Untuk transportasi kereta api, pemerintah menyiapkan anggaran Rp95,4 miliar dengan target penerima manfaat sekitar satu juta penumpang.
Diskon sebesar 30 persen diberikan untuk tiket kereta api kelas ekonomi dengan periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027.
Masyarakat dapat mulai memesan tiket kereta dengan fasilitas diskon tersebut pada 7 November 2026.
Sementara itu, pengguna kapal laut juga memperoleh potongan harga sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket penumpang.
Pemerintah menyediakan anggaran Rp38,3 miliar untuk program tersebut dengan target sekitar 414.600 penumpang.
Diskon kapal laut berlaku untuk periode keberangkatan 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Masyarakat telah dapat memesan tiket dengan tarif khusus sejak 19 Oktober 2026 melalui saluran penjualan resmi yang tersedia.
Perlu diperhatikan, potongan 30 persen untuk kapal laut dihitung dari tarif dasar tiket, bukan seluruh komponen biaya perjalanan.
5. Tarif jasa kepelabuhanan feri dibebaskan 100 persen
Pengguna transportasi feri atau kapal penyeberangan juga mendapatkan keringanan biaya selama Nataru 2026/2027.
Dalam program ini, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp27,7 miliar untuk memberikan pembebasan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya yang harus dikeluarkan masyarakat ketika menggunakan layanan penyeberangan.
Namun, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan bukan berarti seluruh tiket feri menjadi gratis karena fasilitas hanya berlaku untuk komponen tarif layanan pelabuhan yang ditentukan.
Program ini dijadwalkan mulai berlaku pada 7 November 2026, dengan periode perjalanan 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027.
Pembelian tiket dengan stimulus dapat dilakukan melalui saluran resmi ASDP sesuai ketentuan program.
Di sisi lain, Kemenhub juga telah memperkirakan waktu terjadinya lonjakan perjalanan masyarakat selama libur akhir tahun.
Puncak arus mudik Nataru 2026/2027 diproyeksikan berlangsung pada 23 Desember 2026.
Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 3 Januari 2027.
Catat jadwal mudik gratis dan diskon transportasi Nataru
Program mudik gratis dan stimulus diskon transportasi menjadi salah satu upaya pemerintah membantu masyarakat menghemat biaya perjalanan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Masing-masing moda memiliki ketentuan dan periode yang berbeda sehingga calon penumpang perlu memperhatikan tanggal pembelian tiket maupun jadwal keberangkatan.
Masyarakat yang ingin mengikuti program mudik gratis juga perlu memperhatikan jadwal pendaftaran 12–21 Desember 2026 karena kapasitasnya terbatas untuk 2.882 penumpang.
Dengan anggaran stimulus mencapai Rp883,4 miliar dan tambahan layanan bus gratis, pemerintah berharap mobilitas masyarakat selama Nataru dapat berlangsung lebih terjangkau.
Selain meringankan biaya perjalanan, program tersebut diharapkan mendorong masyarakat memanfaatkan transportasi umum serta membantu kelancaran arus mudik dan balik pada akhir 2026 hingga awal 2027.
