Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Lagi, Google Hapus Beberapa Fitur Layanan di Rusia

Senin, 14 Maret 2022 | 22:03 WIB Last Updated 2022-03-14T15:03:18Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Ilustrasi Google Play Store
Ilustrasi Google Play Store


Pewarta.co.id - Google menambah daftar panjang deretan perusahaan teknologi dunia yang membatasi layanannya pada Rusia.

Sebelumnya raksasa teknologi seperti Meta, Twitter, Apple, dan banyak lainnya memilih untuk membatasi bahkan sampai memblokir layanan untuk negara yang dipimpin Presiden Putin itu. Hal ini jelas berkaitan dengan kejadian invansi Rusia kepada Ukraina.

Bukan hanya pada sektor teknologi digital, perseteruan Rusia-Ukraina juga berimbas pada nilai mata uang Rusia (Rubel) yang terus mengalami penurunan. Hal itu terjadi karena sanksi yang dijatuhkan dunia kepada Rusia membuat banyak perusahaan yang menarik diri dari negara pecahan Uni Soviet itu.

Pada akhir bulan lalu Google telah mengumumkan akan mengurangi jumlah iklan dan media dari Federasi Rusia sebagai tanggapan atas invasi yang dilakukan Rusia kepada Ukraina.

Tak berhenti sampai disitu, terbaru Google juga mengumumkan kembali mengamputasi fitur layanan mereka. Terutama berkaitan sistem penagihan layanan Play Store untuk pengguna Android di Rusia.

Melalui pernyataan resmi, gangguan sistem pembayaran yang berlaku di Rusia mulai diberlakukan Google sejak 10 Maret 2022 lalu.

Lebih jelasnya, Google memastikan bahwa pengguna tidak akan dapat membeli aplikasi pekerjaan dan permainan melalui Google Play Store, termasuk melakukan pembayaran digital dan berlangganan produk apapun.

Google hanya memperkenankan aplikasi yang tersedia gratis di Play Store untuk diunduh dan dipasang oleh penggunanya.

Google juga mengkonfirmasi jika paket berlangganan yang sudah dibeli sebelumnya masih akan tetap aktif sampai durasinya berakhir, namun untuk yang telah melewati masa aktif maka otomatis tidak akan bisa diperpanjang atau melanjutkan ke periode langganan selanjutnya.

Sepertinya intervensi teknologi masih akan menjadi senjata ampuh bagi negara yang memang menjadikan layanan mereka sebagai kebutuhan dalam aktifitas sehari-hari. Tak heran jika akhirnya perang Rusia-Ukraina menjadi pengaruh para perusahaan raksasa tersebut untuk turut ambil bagian melakukan eksodus besar-besaran.

(mgd/jan)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close