Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

LaNyalla Klaim Dukungan Publik Pada IKN Nusantara Menurun

Rabu, 16 Maret 2022 | 20:21 WIB Last Updated 2022-03-16T13:21:34Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


LaNyalla Mattalitti Ketua DPD RI
LaNyalla Mattalitti, Ketua DPD RI.

Pewarta.co.id, Jakarta
- Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), LaNyalla Mattalitti, mengklaim dukungan publik soal pembangunan Ibu Kota Negara Nusantara mulai menurun. Hal ini menurutnya harus mendapat perhatian pemerintah pusat.

Alasan LaNyalla menyebut dukungan publik yang menurun itu berdasarkan analisis Big Data yang digunakan oleh DPD RI dalam rangka mendengar aspirasi masyarakat.

"Dari analitik big data kami, tingkat kesukaan atau antusiasme publik melalui media sosial terhadap IKN Nusantara turun menjadi 33 persen dibandingkan pemantauan yang dilakukan pada periode Januari 2022 yang mencapai 48 persen," ujarnya, seperti dilansir dari Tribunnews.

LaNyalla Mattalitti menambahkan, sebenarnya sejak Januari 2022 warganet ramai menyinggung soal isu lingkungan hidup, penggunaan anggaran dana APBN, dan mengkritisi mahalnya harga lahan, serta isu kedaulatan.

Meski begitu kata LaNyalla, dukungan masyarakat pada Januari lalu bisa dibilang sangat tinggi. Hal ini tak lepas dari keyakinan masyarakat bahwa IKN Nusantara dapat menjadi solusi pemerataan pembangunan.

Saat ditanya tentang alasan penurunan kepercayaan publik yang terjadi sekarang, ia menuturkan jika hal ini terkait persoalan ekonomi rakyat. Terlebih saat ini terjadi kelangkaan minyak goreng dan pemerintah dianggap belum menemukan solusinya.

"Presiden harus segera membenahi masalah ini (kelangkaan minyak goreng) sesegera mungkin, dan jangan sampai berlarut-larut. Karena akan mengganggu dukungan masyarakat terhadap proses pembangunan lainnya, termasuk IKN Nusantara," ujarnya.

Untuk itu kata LaNyalla, diperlukan langkah konkret dari pemerintah untuk segera menemukan solusi atas kelangkaan minyak goreng yang terjadi.

(ag/bwo)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close