Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Mensos Risma Kunjungi Korban Kekerasan Seksual di Pangandaran

Rabu, 02 Maret 2022 | 07:38 WIB Last Updated 2022-03-02T00:38:29Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Mensos Risma Kunjungi Korban Kekerasan Seksual di Pangandaran
Mensos Risma saat mengunjungi korban N, di Pangandaran (28/2/2022). Dok: Pewarta ID

Pewarta.co.id, Pangandaran - Berita tentang kasus kekerasan seksual yang dialami N (15), warga Pangandaran, Jawa Barat, mengundang simpati banyak kalangan. Termasuk Menteri Sosial, Tri Rismaharini.

Mensos Risma sengaja berkunjung ke Kabupaten Pangandaran, Senin (28/2/2022), khusus hanya untuk menemui N. Padahal Risma baru saja tiba di Jakarta usai meninjau lokasi gempa di Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Kehadiran Menteri Sosial itu sedikit menjadi obat pelipur lara bagi N. Terlebih saat ini masih menyimpan traumatik usai kasus kekerasan seksual yang menderanya.

Pertemuan itu berlangsung dengan penuh kedekatan layaknya ibu dan anak. Bahkan, kepada Risma N menuturkan keinginannya kelak bercita-cita bisa menjadi dokter. Mendengar cerita itu sontak Mensos memberikan dukungan moral serta motivasi agar N bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya.

"Ibu ke sini khusus untuk kamu. Kamu mau apa?," tanya Risma kepada N, seperti dikutip dari laman Pewarta ID.

Risma juga menyanggupi untuk memberikan tabungan sekolah untuk N beserta adiknya.

Tak lupa Risma menyampaikan pesan kepada N agar segera bangkit dari pengalaman suram itu seraya memberikan motivasi.

"In sha Allah, Allah akan mengabulkan segala usaha. Jangan berhenti belajar ya nak. Tidak boleh menyerah," ucap Risma.

Dalam kesempatan itu, Risma turut menyerahkan bantuan berupa satu unit laptop yang diberikan sebagai penunjang aktifitas belajar N.

Perlu diketahui, ibu dari N saat ini berstatus sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di Arab Saudi.

Mengetahui kabar itu, Risma menyempatkan menghubungi ibu dari N melalui sambungan telepon internasional. Ia memastikan agar ibu dari N dapat segera kembali ke tanah air agar dapat berkumpul bersama keluarganya.

"Nanti ibu usahakan, nanti Mei ibumu pulang tiga bulan lagi. Nanti kalau pulang ke sini ibumu tak kasih kerjaan agar bisa merawat kamu, ya sayang ya," imbuhnya.

Selain memastikan agar ibu dari N dapat segera pulang dengan meminta bantuan pihak kedutaan besar, Risma juga memberikan bantuan berupa modal usaha bagi keluarga M, yang tak lain adalah tante dari N yang selama ini telah merawat N serta adiknya J.

Risma menyerahkan kasus kekerasan seksual yang dialami N sepenuhnya kepada Polres Ciamis. Ia meminta kasus ini harus diusut tuntas dan memberikan hukuman setimpal kepada pelakunya. Ia berpesan kepada semua korban yang mengalami kasus serupa seperti yang dialami N agar berani berteriak dan tak tinggal diam.

Selagi menunggu kepulangan ibu N dari luar negeri, keluarga M juga diberikan bantuan usaha berupa bahan ikan asin yang bisa diolah menjadi ikan asin siap jual.

Selain bantuan laptop, tabungan sekolah, dan modal usaha, pihak Kementerian Sosial melalui Balai Phalamartha Sukabumi bersama Dinas Sosial Pemkab Sukabumi, dan pekerja sosial juga akan melakukan asesmen kepada N.

Sementara itu, berdasarkan data dari Kementerian Sosial, pelaku kasus kekerasan seksual kebanyakan melibatkan orang terdekat korban, seperti ayah kandung, ayah tiri, kakek, paman, tetangga, kekasih, guru, pengasuh, teman daring, hingga orang asing. Dimana kaum perempuan dan anak-anak paling sering menjadi korban dari kebiadaban pelaku.

Data Kemensos per 31 Januari 2022 saja sudah terjadi sebanyak 1.253 kasus kekerasan terhadap anak. Dari data ini, jumlah tertinggi korban kejahatan seksual menimpa sebanyak 338 anak. Sementara yang mengalami trauma akibat kekerasan fisik sebanyak 80 anak.

(kl/yam)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close