Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Satgas Covid-19 IDI: Indonesia Bisa Endemi Dalam 3 Bulan Lagi

Minggu, 20 Maret 2022 | 13:00 WIB Last Updated 2022-03-20T06:00:51Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Foto Prof Dr dr Zubairi Djoerban
Foto Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban.


PEWARTA.co.id, Jakarta - Kabar baik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Setelah sekian lama berjuang melawan pandemi Covid-19, kabarnya tak lama lagi statusnya akan berubah menjadi endemi.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof. Dr. dr. Zubairi Djoerban, setelah melihat tren penurunan kasus positif yang terjadi belakangan.

Perhitungan Prof. Zubairi, Covid-19 di Indonesia akan dianggap sebagai virus biasa paling tidak dalam 3 bulan mendatang.

"Mungkin pas bulan puasa kita harapkan, atau paling tidak 3 bulan dari sekarang. Jadi kita benar-benar berharap sebulan dari sekarang kita mulai masuk endemi," tuturnya, dilansir dari suara.com, Minggu (20/3/2022).

Meski pemerintah pusat telah menyampaikan bahwa puncak Omicron di Indonesia telah berlalu, namun Prof. Zubairi mengingatkan sampai detik ini Indonesia masih belum berstatus endemi. Dan untuk mencapai situasi tersebut perlu memenuhi tiga syarat.

1. Kasus turun drastis


Saat ini dikatakan oleh Prof. Zubairi, Indonesia hampir mengalami penurunan kasus Covid-19 secara drastis. Terlihat tidak adanya laporan kasus harian dari beberapa wilayah secara signifikan.

2. Gelombang Omicron telah berlalu


Seperti yang disampaikan pemerintah, bahwa puncak gelombang Omicron di Indonesia telah lewat pada periode Februari lalu. Dan saat ini angka kasusnya mulai melandai.

3. Vaksinasi secara menyeluruh


Syarat ketiga untuk suatu wilayah dapat berstatus endemi jika, pelaksanaan program vaksinasi sudah dijalankan secara optimal, minimal sampai dosis kedua.

Sayangnya, sesuai data yang ada, saat ini vaksinasi yang masif belum terjadi pada orang lanjut usia (lansia), karena lansia belum mencapai 70 persen.

Lebih lanjut kata Prof. Zubairi, sebenarnya Indonesia bisa saja sudah masuk endemi jika melihat penurunan kasus yang terjadi pada Desember 2021. Di mana saat itu kasus positif harian bisa di bawah angka 300 per hari, ditambah minimnya penambahan angka kematian.

Namun karena kemunculan varian Omicron yang tidak terduga, menjadikan status pandemi malah semakin mengkhawatirkan.

"Kalau waktu itu kita terapkan (memaksimalkan vaksinasi), kita yakin sudah endemi. Namun tiba-tiba muncul mutasi baru Omicron," ujarnya.

Meski nantinya Indonesia telah memasuki status endemi, masyarakat tetap diimbau untuk menerapkan gaya hidup sehat, seperti kebiasaan yang sering dilakukan selama masa pandemi, di antaranya rutin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga pola makan yang sehat agar imun tetap terjaga.

"Tolong berusaha jangan lepas masker. Tidak perlu tes Antigen ketika di area umum, tapi mengenai masker mohon itu (tetap dipakai)," imbuhnya.

Pengertian Endemi


Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), endemi adalah wabah atau penyakit yang secara konsisten ada, tetapi terbatas pada wilayah tertentu. Sehingga bisa diartikan bahwa virus tidak akan sepenuhnya menghilang, hanya saja proses penularannya sudah dapat terkendali.

Sifat dari endemi lebih mengarah kepada wabah yang terjadi secara umum pada wilayah tertentu, dan penularannya juga terjadi pada orang-orang yang ada di wilayah itu sendiri. Berbeda dengan pandemi, yang dampaknya terjadi secara luas bahkan bersifat global.

(ngh/sgt)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close