Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

6 Cara Aman Belanja Online Agar Tidak Tertipu

Minggu, 17 April 2022 | 07:58 WIB Last Updated 2022-04-17T00:58:22Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


6 Cara Aman Belanja Online Agar Tidak Tertipu
Ilustrasi cybercrime

PEWARTA.CO.ID - Seiring perkembangan zaman kebiasaan masyarakat telah berubah, di mana perkembangan teknologi sudah memberi pengaruh besar. Aktivitas apapun sudah banyak bergantung padanya, termasuk belanja online.

Melihat kemudahan akses yang diberikan, banyaknya pilihan, serta testimoni pembeli lain yang bisa jadi bahan pertimbangan, tak ayal membuat belanja online menjadi sebuah tren.

Banyaknya masyarakat yang memanfaatkan kemudahan belanja online lantas membuat banyak bermunculan bisnis online yang mencoba peruntungan di dunia maya. Tak sedikit yang beralih dari bisnis konvensional ke digital, atau mengkombinasikan keduanya.

Sayangnya, pesatnya layanan belanja online tak dibarengi fitur keamanan yang memadai. Internet terlalu luas sebagai kolam yang mempertemukan penjual dan pembeli. Mungkin bisa dihitung jumlah penjual online yang terpercaya dan diakui kredibilitasnya. Sementara sisanya, banyak oknum tak bertanggung jawab yang hanya numpang pada situasi ini.

Keamanan pembeli jadi kurang terjamin. Karena keberadaan penipu online juga menjadi ancaman tersendiri bagi yang memiliki hobi berbelanja online.

Karenanya, diperlukan sikap kehati-hatian sebelum melakukan transaksi setelah memilih dan memilah produk incaran Anda.

Dalam artikel ini akan sangat bermanfaat utamanya bagi Anda yang hendak belanja online agar tak tertipu ulah oknum nakal tersebut.

Redaksi Pewarta merangkum 6 cara aman belanja online agar tidak tertipu seperti dikutip dari septiyanmedia.com.

6 Cara Aman Belanja Online Agar Tidak Tertipu


Enam poin cara aman belanja online berikut ini dapat menjadi referensi sebelum membeli barang atau suatu produk yang ditawarkan di internet, berikut penjelasannya;

1. Cek Reputasi Platform


Bisnis online yang profesional biasanya identik dengan kredibilitas platform yang digunakan. Jika penjual menggunakan website maka alamat domain profesional sudah menjadi keharusan untuk dimiliki, sementara jika menggunakan media sosial, lihat juga cara mereka mengelola postingan dan kustomisasinya.

Cara mudahnya, pastikan toko online tersebut menggunakan Top Level Domain (TLD) pada websitenya, seperti penggunaan .com, .net, .org, dan .co.id, dan masih banyak lainnya.

Sebaliknya, perlu Anda waspadai jika ternyata URL yang digunakan hanya menggunakan domain gratisan seperti eu.org, atau blogspot dan wordpress.

Disclaimer: Meski tidak semua yang gratisan adalah penipu, tapi setidaknya dapat meningkatkan kewaspadaan agar tidak tertipu. Karena penjual yang peduli pada reputasi maka harusnya bermodal mengeluarkan budget untuk membuat website premium, bukan gratisan.

2. Lihat Kredibilitas Penjual


Jika Anda ragu pada status penjual, jangan segan tanyakan detail tentang identitasnya. Simpan baik-baik bukti percakapan melalui chat, simpan nomor telponnya, tempat tinggalnya, dan bila perlu kartu identitas kependudukan miliknya.

Penjual yang tidak bersedia menjelaskan info di atas patut dicurigai. Karena bisa jadi ia adalah komplotan penipu online yang tidak jelas kredibilitasnya.

3. Ketahui Lokasi Bisnis


Berdasarkan pengalaman salah seorang jurnalis Pewarta yang pernah menjadi korban penipuan online menyebutkan, ia pernah tertipu dengan alamat bisnis yang seolah nyata dengan pin maps yang dibagikan si penjual nakal. Namun faktanya, sampai hari ini pesanan tak kunjung diantarkan, dan setelah dirunut ternyata alamat tersebut hanya fiktif belaka.

Agar lebih aman, meskipun belanja dilakukan secara online, ada baiknya tetap memilih penjual yang lokasinya tak berada jauh dari tempat tinggal Anda. Sehingga mudah sewaktu-waktu untuk mengecek keaslian alamatnya.

4. Perhatikan Detail Foto dan Informasi Produk


Yang keempat, lihat katalog produk beserta informasi yang ditampilkan. Pastikan detail informasi sesuai dengan barang yang ditawarkan.

Lebih cermat juga membaca penjelasan informasinya, termasuk gaya penulisan atau bahasa yang digunakan untuk menjelaskan barang dagangannya. Karena penjual yang profesional pasti menulis dengan cara yang baik dan benar, karena erat kaitannya dengan kesan profesionalisme tadi.

Lihat apakah foto yang digunakan resmi dari produsen, atau hanya mengambil dari internet seperti Google Image misalnya.

Jadi, cek lebih cermat lagi ya. Jangan sampai Anda sudah terbius bahasa promo dan tampilan harga yang menghipnotis tapi kemudian lalai melihat detail informasinya.

5. Jadikan Testimoni Sebagai Pertimbangan


Baca secara teliti ulasan (review) dari konsumen lainnya, karena hal itu akan sangat berpengaruh pada tingkat kepercayaan Anda sebelum membeli.

Komunikasi persuasif yang berisi penilaian dan komentar orang-orang yang telah membeli produk itu sebelumnya akan membuka pola pikir Anda tentang reputasi produk dan penjual tersebut.

Namun, jangan tertipu juga dengan baiknya testimoni yang sebenarnya bisa saja itu tulisan dari penjual nakal itu sendiri. Untuk memastikan bahwa testimoni yang tercantum adalah benar adanya, maka cukup lihat cara konsumen lain itu menuliskan komentarnya. Jika terasa natural maka asli, tetapi jika memang fiktif maka akan terasa ada yang aneh dari bahasa yang disampaikan/dituliskan.

6. Gunakan Jasa Rekening Bersama (Rekber)


Terakhir, gunakan jasa rekening bersama atau biasa disingkat rekber.

Jasa rekber adalah pihak ketiga yang menengahi antar penjual dan pembeli. Posisinya sebagai jembatan dari proses transaksi. Artinya, uang Anda belum akan sampai pada penjual selama barang yang Anda beli belum sampai ke tangan Anda.

Jasa ini banyak tersedia di internet, tapi lagi-lagi lihat dulu nomor rekening yang digunakan, pastikan itu adalah jasa rekber terpercaya yang sudah digunakan jasanya oleh banyak konsumen.

Itulah 6 tips belanja online agar tidak tertipu dari aksi para penjahat siber.

Sifat dari informasi di atas lebih mengarah pada bagaimana agar Anda tidak tertipu oleh bisnis online abal-abal. Namun jika sudah terlanjur menjadi korban, jangan segan untuk melaporkannya ke pihak berwenang.

Cara cek penipu online juga bisa dilakukan melalui website resmi milik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) di alamat www.cekrekening.id

Dalam situs tersebut Anda dapat melakukan pelaporan maupun mengecek nomor rekening terdaftar atas nama siapa dan dimana registrasinya.

Semoga tips cara aman belanja online ini bisa meningkatkan rasa kehati-hatian sebelum membeli produk di dunia digital. Ingat, selalu berhati-hati sebelum bertransaksi!



(adv/adv)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close