Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Lembaga Survei IPI: Posisi Menteri Rawan Dimanfaatkan untuk Dongkrak Popularitas

Jumat, 15 April 2022 | 15:26 WIB Last Updated 2022-04-15T08:26:04Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Peneliti Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro
Peneliti Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro

PEWARTA.CO.ID - Peneliti dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia (IPI), Bawono Kumoro menyoroti posisi menteri rawan untuk dimanfaatkan dalam upaya mendongkrak popularitas pejabat yang maju nyapres.

Diketahui ada empat menteri yang dikabarkan sudah siap maju dalam kontestasi Pilpres 2024. Karenanya Bawono menegaskan adanya potensi penyalahgunaan wewenang dari menteri terkait.

"Tidak bisa disalahkan juga apabila ada seorang pejabat publik memanfaatkan jabatan publik tengah ia jalankan itu sebagai sarana untuk meningkatkan popularitas diri di mata publik," ujarnya dikutip dari detikNews, Jumat (15/4/2022).

"Di dalam era pemilihan presiden secara langsung seperti saat ini, hal itu lumrah. Apalagi posisi menteri itu sendiri merupakan jabatan politik," imbuhnya.

Namun demikian Bawono meminta para menteri yang maju dalam Pilpres mendatang tetap menjalankan tugasnya sebagai menteri saat ini dengan maksimal. Jangan sampai niatan maju Pilpres malah akan mengganggu kinerja pemerintah.

Bawono menggarisbawahi pentingnya fokus bekerja ketimbang melakukan pencitraan meskipun yang berkaitan sedang mempersiapkan diri untuk Pilpres mendatang.

"Terpenting adalah target capaian kinerja dari pejabat publik tersebut baik. Jadi bukan sekadar pencitraan diri saja seolah-olah telah berhasil memenuhi target capaian, padahal ia tidak berhasil memenuhi," tambahnya.

Namun kata Bawono, bijaknya jika empat menteri yang maju dalam Pilpres itu bersedia untuk mundur dari posisinya sebagai menteri maksimal pada pertengahan 2023 mendatang.

"Yang menjadi catatan di sini apabila saat menjelang pendaftaran pasangan calon pada pertengahan 2023 mendatang para menteri akan maju tersebut lebih baik mundur agar kinerja kabinet tidak terganggu dan juga agar menteri bersangkutan dapat fokus menjalani masa sosialisasi sebagai kontestan Pilpres," pungkasnya.

(her/abm)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close