Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Truk Gandeng Dilarang Beroperasi Selama Puncak Arus Mudik 2022

Senin, 11 April 2022 | 07:12 WIB Last Updated 2022-04-11T00:12:27Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Truk Gandeng Dilarang Beroperasi Selama Puncak Arus Mudik 2022
Ilustrasi truk gandeng kategori 3 sumbu

PEWARTA.CO.ID - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan adanya rencana melarang truk 3 sumbu untuk beroperasi selama puncak arus mudik lebaran yang diperkirakan terjadi pada akhir April 2022.

Hal tersebut sebagai langkah antisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas, terlebih diperkirakan 79 juta orang akan melakukan perjalanan mudik tahun ini.

"Apa yang kita rencanakan harus kita komunikasikan. Seperti halnya truk 3 sumbu, seyogyanya tidak beroperasi pada 2 hari sebelum lebaran dan 2 hari setelah lebaran," ucapnya saat ditemui di Pelabuhan Penumpang Tanjung Priok, Minggu (10/4/2022).

Meski begitu Budi belum menjelaskan titik mana saja yang dilarang untuk dilintasi truk 3 sumbu tersebut. Karena ia menyebut jika nantinya pihak Korlantas dan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan lah yang berhak menetapkan aturan tersebut.

"Besok sore (11/4) akan ditetapkan oleh Dirjen Darat dan Kakorlantas. Silakan saja," ujarnya dikutip dari detikNews.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya juga telah melakukan rapat koordinasi bersama Korlantas Polri, dengan agenda membahas sejumlah skenario manajemen rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan pada masa mudik lebaran 2022.

Mengacu hasil rapat yang diselenggarakan pada Minggu (10/4/2022) itu Budi mengatakan, diskresi rekayasa lalu lintas akan dilakukan dan diputuskan oleh pihak Korlantas Polri, di mana kewenangannya mengatur mulai dari penerapan one way traffic, contraflow, buka-tutuo jalur, pengalihan jalur, ganjil-genap, sampai rekayasa lalu lintas.

"Penyiapan rekayasa lalu lintas telah disiapkan jauh-jauh hari oleh Korlantas Polri, bersama Badan Pengelola Jalan Tol dan Jasa Marga," terangnya.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan guna dapat memprediksi berapa rasio kemacetan yang mungkin akan terjadi selama momen mudik terutama saat masa puncaknya.

"Dengan animo masyarakat yang tinggi untuk mudik, kita ingin mengatur perjalanan mudik yang aman dan sehat. Kelancaran, keselamatan, dan disiplin prokes menjadi keharusan," ungkapnya.

Program Mudik Gratis Kemenhub


Sebelumnya diberitakan, Kemenhub memberikan fasilitas mudik gratis kepada masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke kampung halaman selama libur lebaran.

Kemenhub menyiadakan sebanyak 10.500 kuota mudik gratis yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Pihak Kemenhub memprediksi animo masyarakat pada momen mudik lebaran tahun ini diperkirakan akan berkali lipat lebih banyak dibanding tahun sebelumnya, terlebih tahun ini dipastikan tidak adanya aturan penyekatan maupun putar balik dengan catatan pemudik telah menerima vaksinasi secara lengkap.

(dna/nri)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close