Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Jembatan Desa Bancer Bojonegoro Ambruk, 150 Warga Terisolasi

Kamis, 26 Mei 2022 | 22:30 WIB Last Updated 2022-05-26T15:30:05Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Jembatan Desa Bancer Bojonegoro Ambruk, Akses Dua Dusun Terputus
Jembatan Desa Bancer, Ngraho, Bojonegoro, Jatim ambruk, Minggu (22/5) malam.

PEWARTA.CO.ID - Jembatan penghubung dua dusun di Desa Bancer, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ambruk, Minggu (22/5) malam.

Padahal, selama ini jembatan Bancer menjadi tumpuan akses warga di dua dusun yang saling terhubung, yakni Dusun Padas dan Dusun Bancer. Akibatnya, sekitar 150 warga menjadi terisolir, sehingga harus berputar mencari jalan lain dengan jarak sekitar 1 kilometer.

Menurut laporan, ambruknya jembatan Bancer dipicu longsor yang terjadi pada sisi tepi tebing telah menggerus titian jembatan.

Kepala Desa Bancer, Ali Mustofa menjelaskan, sebelum kejadian ambruknya jembatan Bancer didahului hujan deras si sekitar wilayah itu.

“Setelah terjadi hujan lebat pada Minggu (22/5/2022) malam, kemudian tebing sungai longsor karena air yang mengalir terhalang sampah reranting yang menyangkut di titian jembatan dan mencari jalur baru,” ujar Kades Ali dilansir dari suaracom, Kamis (26/5/2022).

Ali menambahkan, sisi tebing sungai yang longsor kurang lebih sepanjang 50 meter dengan kedalaman 7 meter. Alhasil menyeret tiga pilar titian jembatan.

“Kalau panjang jembatan total 41 meter dan putus sepanjang delapan meter,” jelasnya.

Atas kejadian itu, Camar Ngraho, Masirin, mengaku telah melaporkan kepada Dinas PU Sumber Daya Air (SDA). Dari hasil laporan dikabarkan dinas menyetujui untuk membangun kembali jembatan tersebut pada tahun depan menggunakan alokasi dana APBD.

“Rencananya akan dibangun kembali dengan APBD tahun depan,” terang Masirin.

Saat ditanya kemungkinan membuat jembatan darurat selagi menunggu pembangunan jembatan baru dilakukan, Masirin lebih menyarankan warga untuk mencari alternatif jalan lain. Pasalnya, melihat luasnya sungai maka akan sangat berbahaya jika menggunakan jembatan semi permanen.

“Kalau dibuat jembatan darurat kondisinya membahayakan, sehingga harus mencari jalan alternatif,” tandasnya.



(syn/syn)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close