Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Lebaran Sudah Berlalu, Harga Telur Ayam Kok Masih Mahal?

Senin, 23 Mei 2022 | 06:45 WIB Last Updated 2022-05-22T23:45:00Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Harga telur ayam ras naik
Harga telur ayam naik menjadi Rp 27 ribu per kg

PEWARTA.CO.ID - Berdasarkan fakta di lapangan, harga telur ayam ras semakin mahal. Terkini, harganya berada di Rp 27.000 per kilogramnya, naik empat ribu rupiah dari sebelumnya.

Menurut salah satu pedagang, kenaikan harga telur ini sudah terjadi sejak beberapa waktu belakangan. Kondisinya di luar dugaan, jika biasanya harga telur cenderung turun usai lebaran, namun kali ini justru sebaliknya.

“Sekarang harganya Rp. 27.000 per kg, sebelum kenaikan harganya Rp. 23.00 per kg,” kata Tutik seorang pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan dilansir Kontan.co.id, Senin (23/5/2022).

Tutik menyebut banyak pelanggannya yang mengeluhkan mahalnya harga telur ayam. Hal ini karena telur merupakan salah satu kebutuhan pokok yang paling sering dicari pembeli.

Sementara itu, Sekretaris Eksekutif Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Samhadi coba mengutarakan analisanya terkait penyebab mahalnya harga telur tersebut. Menurutnya, hal ini dikarenakan banyak peternak yang mengurangi populasi ayamnya.

“tingginya biaya produksi membuat beberapa peternak ayam terpaksa mengurangi populasi ayamnya, sehingga suplai telur ke pasar berkurang sekitar 20 persen,” ujarnya.

Samhadi juga mengatakan problem yang saat ini dihadapi peternak ayam adalah mahalnya harga pakan. Sementara banyak pakan ayam yang masih impor, khususnya produk turunan gandum. Terlebih harga gandum sendiri mengalami kenaikan dampak dari perang Rusia dan Ukraina.

Selain itu, lanjut Samhadi, kenaikan harga telur juga disebabkan tingginya permintaan pasar. Apalagi di masa pandemi masyarakat lebih memilih telur sebagai penyuplai protein tubuh namun yang bisa didapatkan dengan harga relatif murah.

“Kita tahu selama pandemi ini, masyarakat cenderung membatasi pengeluaran mereka, dan telur masih menjadi primadona karena harganya murah namun juga kaya protein hewani,” tuturnya.

(jtm/sra)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close