Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Maaf Ya Jalan Tol Nggak Jadi Gratis, Kemenhub Bilang Begini

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:54 WIB Last Updated 2022-05-18T07:54:51Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Maaf Ya Jalan Tol Nggak Jadi Gratis, Kemenhub Bilang Begini
Ilustrasi antrian gerbang tol Palimanan (Antara)

PEWARTA.CO.ID - Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya sempat melontarkan wacana akan menggratiskan jalan tol, jika terjadi kemacetan sepanjang 1 kilometer pada momentum mudik lebaran 2022. Namun wacana itu urung juga diimplementasikan.

Skenarionya, jika terjadi antrean panjang di gerbang tol maka pengemudi boleh langsung jalan tanpa perlu membayar.

Menanggapi hal itu, Menhub Budi Karya punya alasannya.

"Sebenarnya sudah ditetapkan tidak ada diskon. Cuma ada satu diskresi, apabila antrean mobil (di gerbang tol) itu lebih dari 1 km, maka nggak bayar malah. Bablas!" ujar Budi dicuplik dari program Blak-blakan detikcom beberapa waktu lalu.

"Jadi, kita bisa memberikan suatu homework untuk pengelola tol, supaya nggak macet. Begitu macet, gratis," lanjutnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi menyebut, wacana tol gratis itu muncul berdasarkan pembelajaran beberapa tahun lalu. Terutama, kata Budi, orientasi penerapan wacana tersebut untuk di Gerbang Tol Palimanan.

"Palimanan itu kan kalau ada transaksi, potensinya mungkin akan ada perlambatan. Karena pergerakan dari Jakarta yang demikian cepat, kemudian di Palimanan hanya berapa gate tol, apalagi saya katakan tadi dengan dua lajur. Jadi saat itu memang muncul ide, kalau kemudian ada antrean dibebasin dan lain sebagainya," kata Budi Setiyadi dalam konferensi pers virtual.

Namun, wacana tol gratis itu tidak jadi diberlakukan lantaran pemerintah telah menerapkan kebijakan one way atau arus lalu lintas satu arah.

"Hal ini (tol gratis) tidak kita lakukan, karena kita berlakukan menyangkut masalah one way," kata Budi Setiyadi.

Budi Setiyadi mengatakan, dengan kebijakan one way traffic, ganjil-genap, dan pembatasan kendaraan berat itu berdampak baik bagi pengguna jalan tol, yakni membuat perjalanan mudik menjadi lebih cepat.

Ia menyebut ada beberapa testimoni masyarakat yang masuk kepadanya mengungkapkan rasa puas setelah dapat menyingkat durasi perjalanan.

"Jadi kan banyak masyarakat yang testimoni ke saya, terima kasih Jakarta ke Semarang bisa 6 jam, Jakarta ke Surabaya bisa sekitar 10-11 jam," sebutnya.

"Mungkin barang kali kemarin juga menjadi pembahasan terkait dengan masalah tol ini, tapi nanti mungkin untuk antisipasi kita di tahun 2023," pungkasnya.

(dni/sts)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close