Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Rapat Kerja, Anggota DPRD DKI Tanya Bedanya Banjir dan Genangan

Selasa, 17 Mei 2022 | 20:23 WIB Last Updated 2022-05-17T13:23:08Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Anggota DPRD DKI Tanya Bedanya Banjir dan Genangan
Anggota DPRD DKI Jakarta Syarif

PEWARTA.CO.ID - Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif mempertanyakan definisi penggunaan kata 'banjir' dengan 'genangan' yang menurutnya membingungkan. Hal itu ia sampaikan lantaran banyaknya laporan warga terkait dua istilah tersebut.

Pertanyaan tersebut ia sampaikan saat mengikuti gelar rapat kerja di Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Syarif mengaku awam dengan penggunaan istilah-istilah teknis dalam penangan banjir selama ini.

"Saya ingin Pak Kadis (Kepala Dinas SDA) membantu kami yang orang awam, tidak mengerti teknokrasi soal perbanjiran ini. Jadi ada yang disebut kawasan tergenang, ada disebut kawasan banjir, saya mau langsung tanya pokok masalahnya, di mana program pengendalian tergenang? Kalau memang itu ada istilah baku tentang tergenang dan banjir. Apakah hanya sekadar ada mobil pompa? Jadi bukan dari program kan berarti," ucapnya dilansir dari detiknews.

Politisi Gerindra itu mengaku sering mendapat laporan warga soal rumahnya yang kebanjiran. Namun, ia tidak bisa memastikan apakah betul yang terjadi adalah banjir atau genangan semata. Karenanya, ia meminta penjelasan kepada Pemprov DKI berkaitan istilah keduanya.

"Jadi kalau kita ada pertanyaan dari warga, 'Pak banjir'. Lalu dari pemerintah mengatakan bukan banjir, tapi tergenang. Saya (jawab) warga itu bukan banjir, tapi tergenang. Tergenang itu cuma lewat, menghibur warga," kata Syarif.

"Apakah yang disebut dengan 'tergenang' bisa masuk dalam sumur resapan? Saya belum menemukan," imbuhnya.

Turut hadir dalam rapat kerja itu adalah Kadis SDA DKI Yusmada Faizal, yang kemudian menjelaskan jawaban atas pertanyaan Syarif tersebut. Yusmada menjelaskan banjir terjadi akibat luapan air di sungai.

"Memang banjir dan genangan semuanya sama yang sama air. Banjir air, genangan juga air. Penyebabnya ya hujan, dia menampung di kapasitas saluran yang meluap, menyebabkan air tergenang, saya coba kulik 'KBBI' banjir itu apa," urainya.

"Kalau banjir menurut 'KBBI', berair, banyak dan deras mengalir, terus kondisi meluap, itu banjir. Terus airnya banyak tapi mengalir, itu banjir juga. Terus peristiwa karena volume air meningkat, itu banjir. Kalau saya melihat ini, banjir ini esensinya adalah air yang mengalir dalam satu kapasitas misalnya saluran ada kali, dia meluap. Itu banjir," terang Yusmada.

Kemudian Yusmada menjelaskan pengertian 'genangan'. Menurut penjelasan Yusmada, genangan biasa terjadi akibat saluran drainase yang tersendat.

(myn/dim)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close