Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Sri Mulyani Ingatkan Kondisi Ekonomi Dunia Masih Belum Baik-baik Saja!

Selasa, 24 Mei 2022 | 08:58 WIB Last Updated 2022-05-24T01:58:13Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Sri Mulyani Ingatkan Kondisi Ekonomi Dunia Masih Belum Baik-baik Saja!
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

PEWARTA.CO.ID - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kondisi ekonomi dunia masih belum baik-baik saja. Hal ini terlihat dari adanya perlambatan laju ekonomi di berbagai negara.

Menurutnya, tantangan ini dimulai dari restriksi ketat di China, ketegangan politik antar negara, disrupsi supply chain serta kenaikan angka inflasi.

"Awan gelap ini muncul karena tingginya inflasi dan kebijakan negara maju. Misalnya Bank Sentral AS (Amerika Serikat) dan negara maju lainnya menaikkan suku bunga acuan," ungkapnya dalam konferensi pers APBN KiTa dilansir dari detikFinance, Senin (23/5/2022).

Sri Mulyani menambahkan, dampak kebijakan moneter turut mempengaruhi perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.

"Tantangan makin rumit. Dulu didominasi pandemi, sekarang kenaikan harga, pengetatan moneter negara maju yang membuat suku bunga naik. Ini risiko yang harus kita waspadai," terangnya .

Sri Mulyani lantas menyebut jika Pemerintah Indonesia saat ini tengah fokus menjaga proses pemulihan ekonomi agar dapat berjalan sesuai rencana. Dan terpenting daya beli masyarakat tetap stabil.

Pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), kata dia, sudah berfungsi sebagai shock absorber yang sejalan dengan penerimaan yang baik. Terlebih, menjaga daya beli masyarakat melalui program perlindungan sosial dan berkelanjutan di tengah upaya pemulihan kenaikan harga komoditas seperti energi dan kebutuhan pokok, karenanya APBN harus dipastikan untuk tetap sehat.

(ww/knd)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close