Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Dari Mana Asal-usul Nama Semarang? Ini Dia Jawabannya!

Kamis, 09 Juni 2022 | 13:46 WIB Last Updated 2022-06-09T06:46:49Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Dari Mana Asal-usul Nama Semarang? Ini Dia Jawabannya!
Asal-usul nama Semarang

PEWARTA.CO.ID - Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang berada di pesisir pantai Utara Pulau Jawa. Kota ini dikenal sebagai salah satu kota pelabuhan terbesar di Indonesia.

Dalam perjalanannya, Semarang memiliki sejarah panjang hingga bisa seperti sekarang. Namun, ternyata belum banyak yang tahu dari mana asal-usul nama Semarang tersebut diambil.

Melansir dari situs Center Of Excellence (CoE) Budaya Jawa via Kompas.com, disebutkan jika asal-usul nama Semarang ternyata terinspirasi dari pohon asem yang dulu tumbuh subur di wilayah itu.

Benarkah nama Semarang ternyata berasal dari pohon asem? Berikut fakta penjelasannya!

Asal-usul nama Semarang


Center Of Excellence Budaya Jawa menyebut nama Semarang berkaitan dengan Kerajaan Demak yang pada akhir abad ke-15, Pangeran Made Pandan melakukan upaya penyebaran agama Islam di area perbukitan Pragota (sekarang Bukit Bergota).

Pangeran Made Pandan kemudian terpilih menjadi kepala daerah setempat dan menyandang gelar Kyai Ageng Pandan Arang I.

Sejak dipimpin Kyai Ageng Pandan Arang I, daerah itu kemudian menjadi subur makmur.

Menariknya, wilayah itu kaya akan pepohonan asam (dalam Bahasa Jawa disebut Asem) yang tumbuh subur di beberapa tempat. Meski begitu, jarak tumbuh antara satu pohon dengan pohon lainnya terlihat begitu renggang (orang Jawa menyebutnya Arang-arang). Karena hal itulah yang akhirnya menjadi asal-usul nama Semarang.

Sepeninggal Kyai Ageng Pandan Arang I, posisi kepala daerah dilanjutkan oleh sang putra yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat).

Di bawah kepemimpinan Pandan Arang II, perkembangan Semarang semakin tumbuh pesat. Hingga pada 2 Mei 1547 ditetapkan sebagai hari jadi Kota Semarang. Momentum penetapan hari jadi Semarang saat itu bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, 12 Rabiul Awal 954 Hijriah.

Kemudian setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari ulang tahun Kota Semarang.

Kini, Kota Semarang telah mengalami kemajuan pesat di berbagai sektor, terutama dikenal sebagai jalur perdagangan yang terpusat di Pelabuhan Tanjung Emas.

Berdasarkan informasi dari situs Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Pelabuhan Tanjung Emas merupakan satu-satunya pelabuhan di Kota Semarang. Pelabuhan ini memiliki banyak fasilitas, seperti pemecah gelombang, alur pelayaran, kolam pelabuhan, dermaga, fender, gudang, dan terminal seluas 3.000 meter persegi.

Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang juga terdapat Mercusuar Willem 3 yang dibangun pada masa kolonial Belanda, tepatnya tahun 1884.


***

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close