Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Pilpres 2024: Muhaimin Iskandar Minat Jadikan Sri Mulyani Sebagai Cawapresnya

Minggu, 12 Juni 2022 | 19:10 WIB Last Updated 2022-06-12T12:10:44Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Muhaimin Iskandar Minat Jadikan Sri Mulyani Sebagai Cawapresnya
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat ditemui di Alun-alun Kota Tangerang, Minggu (12/6/2022).(Dok. Kompas/Irfan Kamil)

PEWARTA.CO.ID - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar mengaku siap maju sebagai Calon Presiden (Capres) pada 2024 mendatang. Bahkan ia menyebut telah melirik Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk dijadikan Calon Wakil Presiden (Cawapres).

Hal itu ia sampaikan saat ditemui di Alun-alun Kota Tangerang, Minggu (12/6/2022).

"Insya Allah nanti kita maju di 2024 dapat pasangan yang baik, pasangan yang tepat, salah satu yang saya lirik menjadi calon wakil presiden saya adalah bu Sri Mulyani, Menteri Keuangan," kata Muhaimin.

Kendati telah menyebut nama Sri Mulyani, pihaknya mengaku belum melakukan komunikasi kepada yang bersangkutan terkait hal ini.

"Belum, belum (bicara dengan Sri Mulyani), dalam waktu dekat, kita pasarkan dulu kepada partai-partai, kepada masyarakat, baru nanti kita bicara," terangnya.

Wacana pencalonan Sri Mulyani sebagai calon wakil presiden (cawapres) tersebut muncul, lantaran menurutnya Indonesia membutuhkan sosok yang paham akan kondisi ekonomi, serta siap dengan segala kemungkinan yang bisa kapan saja terjadi.

"Beliau (Sri Mulyani) punya pengalaman yang dahsyat soal ekonomi, ekonomi kita lagi sulit, krisis akan menjadi resesi, resesi ini harus diantisipasi, butuh wakil presiden yang kuat, yang mengerti ekonomi," kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini.

Cak Imin juga menjelaskan, pembicaraan terkait pencalonan Sri Mulyani sebagai cawapres baru akan dibahas setelah PKB melakukan sosialisasi kepada masyarakat maupun partai politik (parpol) lain.

Di lain sisi, saat ditanya terkait koalisi partainya dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ia menyebut belum pasti. Karena hubungan PKB dengan PKS baru sebatas penjajakan saja sejauh ini.

"Semua koalisi masih dalam proses penjajakan, semua yang dilakukan belum ada yang final, semua partai juga begitu," ucapnya.

"Semua koalisi belum ada yang pasti, semua penjajakan, dengan PKS penjajakan menuju ya istilahnya kalau di perkawinan 'lamaran', soal jadi atau tidak nanti kita lihat," lanjutnya.

Wakil Ketua DPR itu juga mengatakan, satu-satunya koalisi yang mungkin sudah final adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), di mana di dalamnya telah dihuni beberapa parpol seperti Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Cak Imin mengatakan, tidak menutup kemungkinan PKB akan ikut bergabung dengan KIB, asal parpol lain sepakat mengusung capres dan cawapres yang berasal dari PKB.

"Mungkin satu-satunya yang final itu KIB, tapi dari berbagai perbincangan masih cair semua. kalau capresnya kita, kita siap (bergabung)," paparnya.

"Saya setiap hari bertemu para pimpinan-pimpinan partai dan semuanya cair, saya tetap mengajukan capres dan cawapres kepada semua partai," pungkasnya.

***

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close