Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan HIV dan AIDS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:25 WIB Last Updated 2022-06-26T04:25:04Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Sering Dikira Sama, Ini Perbedaan HIV dan AIDS
Perbedaan HIV dan AIDS

PEWARTA.CO.ID - Sebagian besar orang mengira HIV dan AIDS adalah sama. Padahal faktanya keduanya berbeda. Lantas apa perbedaan HIV dan AIDS?

HIV merupakan singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan bahwa virus dalam sel-sel tubuh telah merusak kekebalan imunitas, serta melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit sehari-hari.

Sedangkan AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yakni sejumlah infeksi dan penyakit yang berpotensi mengancam jiwa penderitanya yang terjadi ketika sistem kekebalan Anda telah rusak parah oleh virus HIV.

Untuk lebih memahami perbedaan HIV dan AIDS, beserta penyebab dan gejala yang dialami, bisa disimak melalui penjelasan berikut.

Perbedaan HIV dan Aids


Penyakit AIDS tidak dapat ditularkan oleh penderitanya, namun virus HIV yang bersifat menular. Sampai saat ini belum ditemukan obat yang terbukti efektif untuk melawan infeksi HIV.

Sejauh ini, penanganan yang dapat dilakukan hanya seputar perawatan kepada pasien untuk memastikan dapat hidup dengan normal.

Dengan diagnosis dini dan pengobatan yang efektif, kebanyakan orang dengan HIV tidak akan mengembangkan penyakit terkait AIDS dan bisa hidup dengan normal.

Gejala infeksi HIV


Penderita HIV kebanyakan mengalami penyakit seperti flu singkat selama dua hingga enam pekan setelah terinfeksi.

Setelah gejala ini hilang, HIV mungkin tidak menimbulkan gejala apapun selama bertahun-tahun, meskipun virus terus merusak sistem kekebalan tubuh.

Itulah sebabnya kebanyakan orang tidak menyadari jika dirinya telah terinfeksi HIV lantaran tidak menampakkan gejala apapun yang dirasakan.

Karena itu, orang yang berisiko tinggi mengalami infeksi HIV harus menjalani tes secara rutin.

Penyebab HIV


Virus HIV dapat ditemukan pada cairan tubuh orang yang telah terinfeksi, termasuk air mani, cairan vagina dan dubur, darah, dan ASI.

Selain keterangan di atas, hal ini sekaligus menegaskan fakta yang salah bahwa dikatakan HIV dapat ditularkan melalui keringat, urin, atau air liur (ludah), padahal faktanya hal itu tidak benar.

Namun yang paling nyata, penularan utama HIV sering terjadi melalui hubungan seksual seperti anak atau vaginal tanpa mengenakan kondom.

Namun yang perlu diketahui, penularan HIV bisa terjadi melalui beberapa cara dan sebab, antara lain:

  • Berbagi jarum suntik, alat suntik atau peralatan suntik lainnya yang digunakan secara bergantian.
  • Penularan dari ibu ke bayi selama kehamilan, kelahiran atau proses menyusui (ASI).
  • Peluang tertular HIV melalui seks oral sangat rendah dan bergantung pada banyak hal, seperti apakah menerima atau memberikan seks oral dan kebersihan mulut orang yang melakukan seks oral.

Pengobatan HIV


Pengobatan HIV biasanya dilakukan melalui pemberian obat antiretroviral. Jenis obat tersebut bekerja dengan menghentikan replikasi virus di dalam tubuh.

Obat antiretroviral bekerja membantu memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan mencegah kerusakan sistem yang lebih parah.

Obat antiretroviral biasanya berbentuk tablet dan perlu diminum setiap hari oleh penderita HIV.

HIV mampu mengembangkan resistensi terhadap obat HIV tunggal dengan sangat mudah, tetapi hal ini bisa diminimalisir dengan penggunaan kombinasi obat yang berbeda.

Itulah perbedaan HIV dan AIDS. Dengan demikian diharapkan dapat menjadi bahan edukasi agar tidak salah mengira lagi jika keduanya sama, padahal faktanya berbeda.

Referensi: Kompas Health, Minggu (26/6/2022)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close