Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Cara Barcelona Rekrut Lewandowski dan Rapinha di tengah Krisis Finansial

Selasa, 19 Juli 2022 | 11:31 WIB Last Updated 2022-07-19T04:53:05Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Cara Barcelona Rekrut Lewandowski dan Rapinha di tengah Krisis Finansial
Presiden Barcelona Joan Laporta saat memberikan penjelasan terkait kegagalan Blaugrana memperpanjang kontrak Lionel Messi pada Jumat (6/8/2021).(Dok. BARCA TV)


PEWARTA.CO.ID - Robert Lewandowski telah menjalani tes medis dengan Barcelona pada hari Minggu (06/16/2022), sebelum menandatangani kontrak hingga 2026. Rencananya, Lewandowski akan diumumkan Selasa (19/7) sebagai pemain baru Barcelona.


Barcelona  telah mengeluarkan uang sebanyak  50 juta euro untuk mendatangkan Robert Lewandowski dari FC Bayern.


Ini artinya, Barca telah telah menghabiskan  dana 100 juta euro pada bursa transfer musim panas ini.


Sebelumnya, Barcelona juga memboyong striker Leeds Raphinha Wing dengan harga 58 juta euro.


Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana bisa Barça dapat membawa kedua pemain dengan mahar selangit ketika klub tengah dilanda krisis finansial?


Susah untuk menjelaskan cara Barcelona merekrut kedua pemain tersebut.


Presiden Barça, Joan Laporta, bahkan mengakui jika klub tidak mampu membayar gaji pemain ketika ia kembali menjabat sebagai presiden pada tahun lalu.


"Ketika kami datang, kami tak bisa membayar gaji untuk bulan Mei," ujar Laporta pada awal Juni.


"Entitas-entitas ekonomi tak dibayar selama tiga bulan terakhir," terangnya.


"Kami hampir mati. Ketika kami tiba, kami berhasil menghidupkan kembali klub dan restrukturisasi ulang klub dan utang-utangnya," sambungnya.


Laporta mengatakan bahwa jajaran staf menerima warisan 1,35 miliar euro.


Jumlah ini adalah yang terbesar ketiga di Eropa, hanya di bawah pinjaman-pinjaman Roman Abramovich di Chelsea (yang tidak akan ditagih dalam waktu dekat) dan Tottenham (yang digunakan untuk pembangunan stadion baru).


Setumpuk hutang tersebut yang membuat Barça tidak bisa mendaftarkan kembali Lionel Messi pada musim panas lalu sehingga harus merelakan mega bintangnya hijrah ke PSG.


Eduard Romeu, wakil presiden Barcelona mengatakan, beban gaji klub telah mencapai 560 juta euro, dua kali lipat lebih besar dari mantan klub Lewandowski, Bayern.


Menurut pakar ekonomi sepak bola, @SwissRamble, defisit neraca keuangan Barcelona mencapai 555 juta euro untuk tahun keuangan 2021.


Terlebih, model kepemilikan klub tak memungkinkan mereka mendapat injeksi dana dari para pemilik.


Injeksi Dana dan Restrukturisasi Hutang


Salah satu faktor utama Barcelona dapat memperbaiki keuangan mereka setelah para Socios (anggota) sepakat untuk memberikan suntikan dana melalui pemungutan suara pada 16 Juni lalu.


Barça menjual 49,9 persen dari Barca Licensing and Merchandising (BLM) dan penjualan hingga 25 persen hak-hak audiovisual selama 25 tahun ke depan.


Sebanyak 568 setuju untuk menjual hak BLM, 65 menolak. dan 13 lainnya tidak memilih opsi. Sementara itu, 494 sosio telah setuju untuk menjual hak siaran televisi dengan hanya 62 menolaknya.


Dari dua skema tersebut, Barça memperoleh pendapatan potensial hingga 700 juta euro.


Selain itu, Laporta juga berhasil meyakinkan para anggota bahwa mereka dapat membeli hak-hak tersebut di masa mendatang.


Selain itu, Laporta dan para petinggi Barça dapat memasukkan kembali hutang jangka pendek klub hampir 600 juta euro yang tadinya harus dibayar selama 12 bulan ke depan.


Hutang tersebut distrukturisasi ulang untuk 10 tahun ke depan dengan bunga 1,98 persen.


Beberapa hal lain yang meningkatkan kembali keuangan klub setelah 2021 adalah dengan membuka kembali stadion setelah pandemi.


Diketahui, larangan selama Covid-19 membuat pendapatan klub turun hingga 219 juta euro karena mereka tidak dapat menghadirkan penggemar di Camp Nou.


Mengatasi Peraturan Laliga Financial Fair Play


Bukan hanya itu, Barcelona juga perlu mengatasi aturan ketat Liga Spanyol terkait pembatasan gaji. Akibatnya, Barcelona harus rela melepas/meminjamkan sejumlah pemain andalannya seperti Antoine Griezmann, Miralem Pjanic, Philippe Coutinho, termasuk Lionel Messi pada tahun lalu.


Namun ternyata langkah -langkah ini tidak cukup menolong klub dari jeratan krisis.


"Jika Barcelona ingin mendatangkan pemain yang bakal membuat mereka harus bayar 25 juta euro per musim dalam gaji, Barca harus mendatangkan 100 juta euro baik lewat transfer atau pengurangan gaji," kata Presiden LaLiga, Javier Tebas.


Ini adalah aturan 1:4 (satu banding empat) yang harus dipatuhi Barca setelah batasan gaji mereka drop dari 97 juta euro menjadi minus 144 juta euro.


"Defisit Barcelona lebih besar dari kemampuan mereka mendatangkan uang. Itu penyebab batasan pengeluaran mereka negatif," jelas direktur jenderal LaLiga, Javier Gomez, pada Maret 2022.


"Untuk mendatangkan pemain baru, Barcelona harus mengurangi biaya-biaya yang mereka punya sekarang dan mendatangkan pemasukan baru," tegasnya. 


Bercelona baru 'selamat' dari pembatasan gaji ini setelah LaLiga melakukan pelonggaran regulasi tersebut menjadi 1: 3 pada bursa musim panas 2022 ini.


LaLiga juga telah mengizinkan klub untuk memasukkan persentase lebih rendah dari defisit keuangan mereka dalam menghitung pembatasan gaji ini terkait dengan dimulainya kembali Liga Spanyol dari efek Pandemi Covid-19.


Barca juga terus melakukan negosiasi ulang perihal gaji pemain-pemain mereka. Terbaru, Ousmane Dembele sepakat untuk menerima ikatan kerja baru dengan angka remunerasi yang lebih kecil dari gaji sebelumnya.


Hal yang sama dilakukan dengan Sergi Roberto, Gerard Pique, Sergio Busquets, dan Jordi Alba.


Sementara itu, Pierre-Emerick Aubameyang dikabarkan juga akan menerima gaji lebih rendah dibanding sejak kedatangannya di Barca sejak Januari 2022 lalu.


Barcelona juga masih bisa melepas sejumlah pemain periferal seperti Martin Braithwaite, Samuel Umtiti dan Riifui Puig.


Klub juga terus berupaya menjual Frenkie de Jong, salah satu aset yang dapat membuat mereka meraih banyak uang hingga 70 juta euro dalam label transfer.


Semua langkah itulah yang akhirnya membuat Barcelona tidak hanya bisa mendatangkan Lewandowski dan Raphinha, tetapi juga Franck Kessie dan Andreas Christensen.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close