Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Insiden Odong-odong Tertabrak Kereta di Serang, Sopir Jadi Tersangka

Kamis, 28 Juli 2022 | 15:15 WIB Last Updated 2022-09-08T20:30:13Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA


Insiden Odong-odong Tertabrak Kereta di Serang, Sopir Jadi Tersangka
Kondisi Odong-odong usai tertabrak kereta di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten. Insiden tersebut menewaskan 9 orang.

PEWARTA.CO.ID - Polisi resmi menetapkan JL, sopir Odong-odong nahas yang tertabrak kereta di Serang, Banten, menjadi tersangka.


Sebelumnya, terjadi insiden kecelakaan maut Odong-odong yang tertabrak kereta di perlintasan tanpa palang pintu di Desa Silebu, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (26/7/2022). 


Total ada 9 orang yang tewas dalam insiden itu.


"Sesuai dengan alat bukti yang telah dikumpulkan, penyidik telah melakukan gelar perkara dan menetapkan JL (27), warga Sentul, Kragilan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga dalam konferensi pers, Rabu (27/7/2022).


Baca juga: Tegas! Polres Sukoharjo Larang Odong-odong Beroperasi di Jalan Raya


Shinto mengatakan, usai ditetapkan sebagai tersangka, JL juga akan langsung ditahan selama 20 hari ke depan.


Dalam kasus ini, JL dijerat Pasal 310 ayat 2, 3 dan 4 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


"Kelalaian berkendara yang mengakibatkan laka lantas hingga orang meninggal dunia dan luka dengan pidana ancaman pidana 6 tahun dan denda maksimal Rp12 juta," ujar Shinto.


Seperti diberitakan, insiden kecelakaan maut Odong-odong tertabrak kereta di Serang tersebut membawa sebanyak 33 orang penumpang.


Menurut laporan saksi mata, kereta api sebenarnya sempat membunyikan klakson kurang lebih 150 meter sebelum lokasi kejadian.


Nahasnya, saat kejadian odong-odong tersebut disebutkan sedang memutar musik dengan suara kencang, sehingga suara klakson tidak dapat didengar oleh pengemudi Odong-odong tersebut.


Baca juga: KNKT Soroti Minimnya Tempat Istirahat di Lokasi Wisata


"Saat bersamaan menyeberang odong-odong dengan suara musik yang keras sehingga tidak mendengar klakson kereta api menyeberang rel kereta api," ungkap saksi, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (28/7).


Menurut keterangan juga, usai tertabrak kereta Odong-odong sempat terpental kemudian menubruk sebuah mobil carry yang terparkir di dekat lokasi kejadian.


Selain menewaskan 9 orang, 24 orang lainnya dikabarkan mengalami luka-luka akibat insiden itu. Di mana 13 di antaranya sudah boleh pulang dari rumah sakit karena hanya menderita luka ringan.


"Sampai dengan siang ini, kita bersyukur bahwa 13 penumpang yang alami luka ringan sudah pulang dari RS Hermina Ciruas, sementara yang lainnya masih dalam perawatan," jelas Shinto.


Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close