Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Jangan Salah, Bermain Gim Online Juga Perlu Ada Literasinya!

Rabu, 22 Juni 2022 | 09:04 WIB Last Updated 2022-07-15T02:11:32Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA



PEWARTA.CO.ID - Kecanggihan teknologi yang serba digital membuat setiap aktivitas semakin mudah dan memanjakan penggunanya. Bukan hanya penunjang aktivitas harian saja, bahkan bermain gim console pun perlu ada literasinya.


Salah satu pakar komunikasi Rizky Wulandari menjelaskan, literasi berguna sebagai bentuk pengawasan terhadap aktivitas bermain gim di dunia digital, khususnya bagi anak-anak.

“Sebagai orangtua, kita perlu tegas kepada anak-anak kita agar tidak candu bermain gim online, jangan dibiarkan anak kita menjadi lupa waktu dan lingkungan sekitar. Sebisa mungkin kita ajarkan kepada mereka agar bisa mengatur waktu dengan baik," kata Rizky saat mengisi webinar bertema 'Makin Cakap Digital' yang diselenggarakan Kominfo RI, pada Rabu (22/6/2022).

"Dampak negatif kepada anak ketika sudah kecanduan dalam bermain gim sudah banyak contohnya, salah satunya mata yang minus, emosional yang tidak terkontrol, lupa waktu dan yang paling membahayakan adalah perilaku konsumtif karena selalu ingin mengisi saldo dalam permainan tersebut,” lanjutnya.

Dia menambahkan, bermain gim online tidak sepenuhnya membuat anak-anak menjadi berperilaku buruk, tetapi banyak dampak positif yang juga bisa didapatkan dari gim tersebut. Hanya saja anak-anak perlu perhatian lebih dari orangtua agar mereka lebih terkendali.

Lebih lanjut kata Rizky, saat ini pemerintah telah menyediakan regulasi berupa panduan untuk orangtua dan guru dalam mengawasi aktivitas bermain anak di dunia maya.

Hal senada disampaikan Dian Ikha Pramayanti yang juga menjadi pemateri dalam webinar yang digelar via zoom meeting itu.

Dian mengatakan, internet merupakan anugerah karena dapat memudahkan pekerjaan manusia di era modern seperti sekarang. Namun sekaligus bisa jadi bencana jika salah dalam menggunakannya.

“Internet itu anugerah, tetapi bisa menjadi bencana bagi kita semua ketika teknologi itu sendiri yang malah mengontrol diri kita. Kita juga harus bisa mengajarkan kepada anak-anak kita untuk bijak dalam menggunakannya agar kita tidak terjerumus ke dalam hal-hal negatif dalam dunia game online,” kata Dian, Rabu (22/6).

Sementara itu, menurut Desra selaku Key Opinion Leader, gim online selalu memberi dampak bagi anak-anak, baik dalam dalam segi emosional, hal ini mempengaruhi etika mereka dalam bermedia sosial. Maka tidak jarang melihat perilaku anak-anak di bawah umur membuat kata-kata yang tidak pantas di media sosial ketika mereka kalah bermain gim online.

Padahal maksud dari bebas berekspresi dalam bermedia sosial adalah bukan kearah yang negatif. Hal inilah yang disebut sebagai tugas orangtua dalam memberi pengawasan kepada anak-anak.

Anak-anak sangat perlu mendapat perhatian agar memiliki etika dalam berinteraksi di ruang digital atau saat bersosial dengan orang lain yang belum tentu saling dikenal.

(kmf/ses2)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close