Notification

×

Redaksi Samping

Medsos Samping

Ikuti kami di: / / / /

Translate

Billboard 1045x250 Dekstop

Bawah Navigasi Mobile

Kemkominfo Sukseskan Belajar Online dengan Literasi Digital 2022

Senin, 27 Juni 2022 | 10:53 WIB Last Updated 2022-07-15T03:59:05Z

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA



PEWARTA.CO.ID - Indonesia termasuk negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia. Sampai Juni 2022 ini Sebanyak 210 juta masyarakat Indonesia telah terkoneksi ke dunia digital melalui berbagai platform.

Sayangnya, jumlah yang masif itu tidak dibarengi kesadaran literasi dalam menggunakan internet. Alhasil, banyak pengguna internet yang sering menjadi korban peredaran berita-berita bohong atau hoaks.

Terlebih, cara penggunaan internet yang belum maksimal dinilai menjadi sebab belum maksimalnya internet sebagai solusi dalam kegiatan belajar-mengajar.

Melihat fakta itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggelar kegiatan webinar bertajuk 'Makin Cakap Digital' yang tujuannya mengedukasi masyarakat agar lebih paham dan bijak dalam menggunakan internet, terutama untuk keperluan belajar.

Kepala Bagian Administrasi Sekretariat Daerah Jawa Timur (Jatim) Riezka Novia Bewinda saat menjadi narasumber webinar yang digelar Kemkominfo mengatakan, literasi penting dilakukan agar masyarakat jadi paham dalam mencari, menerima, dan mengelola data informasi yang ada di internet.

Webinar bertema 'Sukseskan Belajar Online dengan Literasi Digital' tersebut diselenggarakan pada Rabu (22/6/2022) melalui platform ZOOM meeting.

“Literasi digital merupakan kecakapan menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan berkomunikasi. Dan digital etika digital yang saya maksud adalah kemampuan menyadari mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari,” kata Novia.

Literasi digital selain sebagai bahan edukasi masyarakat dalam bermedia digital, juga untuk membiasakan pola pikir dan etika masyarakat selama berada di ruang digital.

“Etika bermedia sosial di era digital meliputi gunakan bahasa yang sopan dan layak saat berinteraksi dengan orang lain, memeriksa kebenaran informasi yang diterima, hindari membuat atau menyebarkan konten yang mengandung SARA dan pornografi, mencantumkan sumber konten yang diunggah, hati-hati dalam menyebarkan informasi pribadi ke publik, dan hindari mengunggah atau menyebarkan foto kekerasan, kecelakaan dan sejenisnya,” ucapnya.

Riezka juga menekankan pentingnya bersikap kritis dan namun terarah selama ada di media sosial. Selain juga perlu meningkatkan kreativitas dan sifat inovatif agar bisa meraih hal-hal positif dari internet itu sendiri.

(kmf/ses1)

Dapatkan berita terkini lainnya, serta viral hari ini di Indonesia terbaru dan terpopuler dari Pewarta.co.id melalui platform Google News.
close