Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

BSU Tak Akan Cair Lagi! Menko Airlangga Tegaskan Tak Ada Paket Stimulus Ekonomi Baru di Akhir 2025

BSU Tak Akan Cair Lagi! Menko Airlangga Tegaskan Tak Ada Paket Stimulus Ekonomi Baru di Akhir 2025
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto

PEWARTA.CO.ID — Menjelang akhir tahun 2025, pemerintah memastikan tidak akan lagi menyalurkan paket stimulus ekonomi tambahan.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang menegaskan bahwa bantuan dan kebijakan fiskal yang telah digulirkan sebelumnya dianggap cukup untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Enggak ada, enggak ada (stimulus baru). Cukup yang kemarin sudah diberikan,” ujar Airlangga di kantornya, Jumat (7/11/2025).

Pernyataan ini sekaligus menepis rumor yang beredar soal kemungkinan pemerintah kembali mencairkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp600 ribu bagi para pekerja menjelang akhir tahun.

Tak ada bantuan baru untuk kelas menengah

Ketika ditanya apakah pemerintah menyiapkan stimulus tambahan khusus bagi masyarakat kelas menengah, Airlangga menegaskan bahwa tidak ada kebijakan baru yang akan diluncurkan. Menurutnya, paket kebijakan sebelumnya telah mencakup kelompok tersebut.

“Kemarin kan stimulusnya salah satunya kan sampai desil 4. Ya terus mengenai terkait dengan PPh gaji kan itu untuk kelas menengah,” jelasnya.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menunggu pencairan BSU maupun bantuan tunai baru di kuartal IV 2025.

Rangkaian program stimulus sudah dijalankan

Sebelumnya, pemerintah telah merilis program kebijakan ekonomi besar bertajuk “8+4+5” pada September 2025. Paket ini mencakup:

  • Delapan program akselerasi ekonomi 2025,
  • Empat program lanjutan untuk tahun 2026, dan
  • Lima program khusus penciptaan lapangan kerja.

Selain itu, pemerintah juga memperluas berbagai stimulus tambahan, seperti:

  • Program magang nasional bagi 100 ribu lulusan baru (fresh graduate),
  • Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi 35 juta keluarga penerima manfaat (KPM), dan
  • Insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi pelaku sektor pariwisata.

Pemerintah yakin ekonomi tumbuh

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyampaikan optimisme bahwa kebijakan stimulus yang telah berjalan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.

"Taruhan saya adalah triwulan IV pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5,5 persen dengan stimulus," kata Purbaya dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Senin (3/11/2025), dikutip dari Antara.

Kebijakan SAL perkuat likuiditas nasional

Salah satu langkah andalan pemerintah untuk menjaga daya tahan ekonomi ialah penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun di bank-bank milik negara (Himbara). Kebijakan ini dinilai efektif meningkatkan likuiditas perbankan.

Efeknya terlihat dari pertumbuhan uang primer (M0) yang mencapai 13,2 persen secara tahunan (year-on-year) serta peningkatan uang beredar luas (M2) sebesar 8 persen per September 2025.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Sejahtera senilai Rp31,5 triliun. Bantuan ini disalurkan kepada 35,05 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari kelompok desil 1–4 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Pemerintah fokus ke pemulihan berkelanjutan

Dengan tidak adanya stimulus baru di penghujung 2025, pemerintah kini berfokus pada efektivitas program yang sudah berjalan.

Tujuannya memastikan agar bantuan yang telah digulirkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat dan mampu menopang perekonomian di tingkat akar rumput.

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan fiskal agar ruang belanja negara tetap terkendali menjelang tahun anggaran 2026.

Advertisement
Advertisement
Advertisement