Purbaya Blak-blakan Ungkap Alasan WNI Pilih Kerja di Luar Negeri
![]() |
| Purbaya Blak-blakan Ungkap Alasan WNI Pilih Kerja di Luar Negeri |
PEWARTA.CO.ID — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbicara lugas soal meningkatnya jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang mencari nafkah di luar negeri.
Dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, ia menegaskan bahwa fenomena tersebut bukan tanpa sebab, melainkan akibat lambatnya kemampuan Indonesia menciptakan lapangan kerja baru di tengah pertumbuhan ekonomi yang tak optimal.
“Banyak anak yang kerja di luar negeri itu karena kegagalan kita menciptakan lapangan kerja di dalam negeri, waktu pertumbuhan ekonominya lambat seperti itu kemarin-kemarin,” ujar Purbaya dalam forum tersebut, dikutip Sabtu (29/11/2025).
Purbaya menilai ada kekeliruan besar dalam cara sebagian ekonom menafsirkan batas maksimal pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia mengkritik pandangan yang menganggap angka 5 persen sebagai level tertinggi yang bisa ditoleransi.
“Jadi, ada salah persepsi di antara ekonom-ekonom kita bahwa tumbuh 5 persen adalah maksimal buat kita. Di atas 5 persen, diperlambat lagi ke 5 persen,” katanya.
Potensi pertumbuhan dianggap lebih tinggi dari 5 persen
Menurut Purbaya, Indonesia sebenarnya memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh lebih besar. Ia bahkan memproyeksikan tingkat ekspansi ekonomi nasional mampu menembus 6,7 persen year-on-year (yoy) atau lebih, level yang diyakini dapat membuka lapangan kerja lebih luas.
Ia menekankan bahwa mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi sangat krusial untuk menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Optimisme terhadap program Pemerintah Prabowo
Dalam kesempatan itu, Purbaya juga menyampaikan optimisme terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Upaya memperkuat investasi, meningkatkan efektivitas belanja negara, hingga mengoptimalkan manajemen fiskal serta moneter disebutnya sebagai kunci untuk mendongkrak pertumbuhan.
“Kita harapkan nanti dengan program-program yang dijalankan oleh Pak Prabowo, dengan perbaikan investasi, optimalisasi belanja pemerintah, serta optimalisasi manajemen fiskal dan moneter, harusnya kita bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Masalah upah: WNI pilih merantau demi penghasilan lebih tinggi
Isu WNI yang bekerja di luar negeri sebelumnya diangkat oleh anggota Komisi XI DPR RI, Kardaya Warnika. Dalam penjelasannya, Kardaya membeberkan kondisi daerah pemilihannya yang banyak ditinggalkan warganya untuk mencari pekerjaan dengan upah lebih layak.
Ia mencontohkan perbandingan gaji di beberapa negara tujuan favorit pekerja migran: Taiwan sekitar Rp20 juta, Korea Selatan Rp30 juta, hingga Jepang yang mencapai Rp49 juta.
Kardaya pun mendorong pemerintah memperbanyak pelatihan bagi calon pekerja untuk meningkatkan keterampilan mereka sebelum berangkat ke luar negeri.
Menanggapi usulan tersebut, Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah telah menyediakan program magang sebagai upaya meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Namun, ia menegaskan bahwa strategi jangka panjang bukanlah mengirim lebih banyak pekerja keluar negeri, melainkan meningkatkan kesejahteraan di dalam negeri.
“Jangka panjangnya, misal Amerika lebih bagus dari kita, apa orang kita ke sana semua? Harusnya kita membuat Indonesia seperti Amerika, sejahteranya. Itu yang kita kejar dalam beberapa tahun ke depan, 10 tahun mungkin. Jadi, target kita bukan memindahkan orang ke sana supaya hidup enak, tapi membuat di sini bagus suasananya sehingga bisa hidup lebih enak tanpa harus ke luar negeri,” jelas Purbaya.
