Didukung BRI, Kebab Endul Tumbuh dari Dapur Rumah hingga Tembus Pasar Lebih Luas
![]() |
| Didukung BRI, Kebab Endul tumbuh dari dapur rumah hingga tembus pasar lebih luas. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID — Kebab Endul, pelaku usaha food and beverages asal Kota Bekasi, Jawa Barat, membuktikan bahwa bisnis rumahan dapat tumbuh berkelanjutan dengan strategi yang tepat.
Dirintis sejak 2020, usaha ini berfokus pada produk frozen food dan terus memperluas pasar dengan dukungan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kebab Endul memasarkan beragam produk, mulai dari kebab mini, kebab daging, hingga kebab bandeng tanpa duri berbasis ikan lokal yang kaya protein.
Variannya pun beragam, seperti kebab keju, kebab ayam, dan kebab rendang. Selain itu, usaha ini juga mengembangkan produk turunan lain, salah satunya tahu bakso dengan berbagai topping.
Seluruh produk tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk anak-anak, dengan sistem penjualan hybrid.
Pemasaran dilakukan melalui outlet EnduLicious Kebab, pameran, suplai ke sektor HORECA, toko frozen food, kemitraan, hingga kanal digital seperti marketplace, jaringan reseller, dan media sosial.
Pemilik Kebab Endul, Aisyah Ratna Wulandari, menuturkan bahwa bisnisnya bermula dari kebutuhan pribadi di masa pandemi COVID-19.
Saat itu, ia melihat banyak keluarga kesulitan menyiapkan camilan sehat dan praktis di tengah keterbatasan aktivitas.
“Saya memulai usaha Kebab Frozen Endul dari dapur rumah saat pandemi. Waktu itu, banyak ibu rumah tangga dan ibu pekerja kesulitan menyiapkan camilan dan bekal praktis untuk keluarga. Dari situ saya melihat peluang untuk menghadirkan kebab frozen yang praktis, lezat, dan tetap bergizi. Perlahan, usaha rumahan ini berkembang hingga kini juga memiliki brand EnduLicious Kebab untuk outlet siap saji dan jaringan reseller serta kemitraan di beberapa kota,” ujar Aisyah dalam keterangan BRI, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Seiring meningkatnya skala produksi, Kebab Endul juga mengusung konsep Zero Waste Product.
Sisa pinggiran kulit kebab yang sebelumnya berpotensi terbuang diolah kembali menjadi produk camilan kering bernama Keripik ChipBab, yang resmi diluncurkan pada 2022.
Dalam perjalanannya, Aisyah mengakui berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari kenaikan harga bahan baku, persaingan pasar, perubahan selera konsumen, hingga keterbatasan sumber daya manusia dan modal saat permintaan meningkat.
Untuk memperkuat fondasi usaha, Aisyah memanfaatkan LinkUMKM, platform pemberdayaan UMKM milik BRI, sejak bergabung sebagai UMKM binaan Rumah BUMN Jakarta.
Platform tersebut digunakan sebagai alat evaluasi berkala untuk memantau perkembangan bisnis.
“Saya pertama kali mengenal dan mulai menggunakan platform LinkUMKM sejak menjadi bagian dari UMKM binaan Rumah BUMN Jakarta,” ungkapnya.
Menurut Aisyah, fitur self-assessment di LinkUMKM sangat membantu dalam memetakan posisi usaha dan mengukur peningkatan skala bisnis dari tahun ke tahun.
“Fitur tersebut juga membantu saya mengenali potensi dan kekurangan yang perlu dibenahi, seperti kebutuhan sertifikasi halal dan aspek legalitas lainnya,” ujarnya.
Sebagai informasi, LinkUMKM merupakan platform pemberdayaan UMKM dari BRI yang dapat diakses melalui situs linkumkm.id maupun aplikasi di Play Store.
Platform ini menyediakan berbagai fitur, seperti UMKM Smart untuk rekomendasi pengembangan usaha berbasis skoring, Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi dengan mentor profesional, serta Etalase digital untuk memperluas eksposur produk.
Selain terhubung dengan jaringan Rumah BUMN, LinkUMKM juga dilengkapi fitur Komunitas untuk memperkuat jejaring antarpelaku usaha dan kanal Media yang menyajikan informasi, kisah inspiratif, serta infografis seputar UMKM.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa keberhasilan Kebab Endul mencerminkan pemanfaatan LinkUMKM secara optimal dalam mendorong UMKM naik kelas.
“LinkUMKM kami rancang untuk membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas usaha melalui pemetaan kondisi bisnis, pembelajaran yang aplikatif, serta akses jejaring dan pasar,” kata Akhmad.
Ia menambahkan, melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha dapat menyusun prioritas pengembangan secara lebih terukur, mulai dari penguatan dasar usaha hingga perluasan kanal pemasaran sesuai tahap pertumbuhan.
“Ke depan, BRI mendorong UMKM Indonesia untuk naik kelas dan semakin berperan dalam perekonomian nasional,” pungkasnya.

