Dua Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Terjal Gunung Bulusaraung
![]() |
| Dua Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Ditemukan di Tebing Terjal Gunung Bulusaraung |
PEWARTA.CO.ID — Tim gabungan dari unsur TNI dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berhasil menemukan dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Penemuan tersebut terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026, di lokasi dengan medan ekstrem berupa tebing curam.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat memberikan keterangan di Pangdam III/Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026). Ia menyebut laporan tersebut diterimanya dari Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.
“Barusan Pangdam melaporkan ke saya, sudah dua jenazah ditemukan oleh tim yang terdiri dari TNI dan SAR,” kata Jenderal Agus Subiyanto.
Menurut Panglima TNI, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan secara intensif. Tim gabungan berupaya menemukan sembilan korban lainnya yang hingga kini masih belum diketahui keberadaannya.
“Dan kita akan terus mencari korban yang belum ditemukan,” tegasnya.
Ia pun berharap seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut dapat segera ditemukan dalam waktu dekat, meski medan pencarian tergolong sangat berat.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya bisa segera ditemukan,” harap Jenderal Agus.
Hingga saat ini, identitas dua korban yang telah ditemukan tersebut masih belum dapat dipastikan. Proses identifikasi akan dilakukan oleh pihak berwenang setelah seluruh tahapan evakuasi selesai.
Sebelumnya, Kepala Basarnas RI Marsekal Madya Mohammad Syafii juga mengonfirmasi penemuan dua korban dalam operasi SAR tersebut. Ia menjelaskan bahwa satu jenazah ditemukan pada Senin, 19 Januari 2026, sementara satu korban lainnya ditemukan pada hari berikutnya.
Terkait identitas korban, Syafii menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangan tim pencarian di lapangan. Fokus utama Basarnas saat ini adalah proses evakuasi korban dari lokasi yang sulit dijangkau.
“Saya sampaikan bahwa untuk menentukan identitas korban tentunya bukan dari pihak kami,” terang Syafii.
Berdasarkan keterangan Basarnas, kedua korban ditemukan di dasar tebing yang memiliki kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Kondisi geografis yang terjal menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi.
“Kedalaman korban diperkirakan 500 meter dari puncak. Korban pertama laki-laki, dan korban kedua perempuan,” jelasnya.
Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi akan dibawa menuju Posko Tempo Bulu untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, operasi pencarian masih akan dilanjutkan dengan mengerahkan personel serta peralatan tambahan demi menjangkau area-area yang berpotensi menjadi lokasi korban lainnya.
