Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Kemnaker Dorong Padat Karya untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana

Kemnaker Dorong Padat Karya untuk Percepat Pemulihan Ekonomi Pascabencana
Kemnaker dorong Padat Karya untuk percepat pemulihan ekonomi pascabencana. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menilai program padat karya menjadi salah satu instrumen efektif untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan sekaligus Ketua Tim Kemnaker Peduli, Sukro Muhab, mengatakan program tersebut difokuskan untuk membantu warga yang kehilangan mata pencaharian agar dapat kembali berpenghasilan sekaligus memulihkan sarana dan prasarana di wilayah terdampak.

“Fokusnya adalah membantu warga yang terdampak terutama yang kehilangan mata pencaharian agar segera kembali berpenghasilan dan produktif, sekaligus mempercepat pemulihan sarana dan prasarana di lingkungan terdampak,” kata Sukro Muhab dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia menegaskan, penanganan bencana tidak hanya berhenti pada bantuan darurat.

Menurutnya, Kemnaker juga menyiapkan langkah lanjutan yang terintegrasi dengan program ketenagakerjaan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.

“Kemnaker hadir tidak hanya untuk membantu pemenuhan kebutuhan darurat masyarakat terdampak bencana, tetapi juga menyiapkan langkah lanjutan melalui program ketenagakerjaan, termasuk padat karya agar masyarakat dapat segera bangkit dan kembali produktif,” ujar Sukro.

Sukro menjelaskan, program Kemnaker Peduli dijalankan melalui sejumlah paket kegiatan yang saling melengkapi.

Selain padat karya sebagai penggerak pemulihan ekonomi, Kemnaker juga menjalankan pendampingan sosial dan dukungan teknis untuk membantu warga bangkit pascabanjir.

“Ini program recovery. Selain dorongan padat karya, program Kemnaker juga terus berjalan seperti trauma healing, instalasi listrik, dan dukungan teknis lain di lokasi terdampak,” katanya.

Dalam implementasinya di lapangan, Kemnaker Peduli mengoptimalkan peran posko yang didukung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP).

Di Sumatera Utara dan Aceh, kegiatan lapangan dan penyaluran bantuan dilakukan melalui Posko Kemnaker Peduli BPVP Medan, dengan distribusi logistik bertahap ke wilayah Langkat dan Aceh Tamiang.

Sementara itu, di Sumatera Barat, Kemnaker Peduli membuka Posko Bantuan Bencana di BPVP Padang sebagai respons atas banjir dan longsor di sejumlah daerah.

Posko ini diperkuat dengan Tim Dokter, Tim Trauma Healing, serta Tim Logistik untuk mendukung pemulihan awal sesuai kebutuhan warga.

Di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Kemnaker Peduli melalui Posko BPVP Banda Aceh juga mengoperasikan dapur umum, layanan kesehatan, dan pendampingan psikososial di sejumlah desa terdampak.

Dapur umum tersebut memproduksi ribuan porsi makanan, sementara layanan medis telah menjangkau ratusan warga.

“Dengan pemulihan yang terarah, warga diharapkan dapat kembali bekerja, kembali beraktivitas, dan mempercepat proses pulih di komunitas masing-masing,” tutup Sukro.

Advertisement
Advertisement
Advertisement