Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Longsor Cisarua, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat untuk Proses Evakuasi

Longsor Cisarua, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat untuk Proses Evakuasi
Longsor Cisarua, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat untuk Proses Evakuasi

PEWARTA.CO.ID — Bencana tanah longsor yang melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat dini hari, 23 Januari 2026, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat setempat. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.00 WIB itu menyebabkan puluhan rumah rusak, ratusan warga terdampak, serta korban jiwa dan orang hilang.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat sedikitnya 44 rumah terdampak akibat longsor tersebut. Selain itu, 112 warga dilaporkan hilang, sementara 9 orang dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian ini.

Merespons kondisi darurat tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo langsung menginstruksikan seluruh balai teknis di wilayah Jawa Barat untuk siaga penuh di lokasi bencana. Dukungan penanganan darurat terus diberikan, termasuk proses evakuasi korban yang hingga kini masih berlangsung.

"Fokus utama saat ini adalah membantu penanganan darurat dan evakuasi oleh Basarnas dan tim SAR gabungan dengan menyiagakan alat berat serta sarana pendukung yang dibutuhkan lainnya," kata Menteri Dody, Senin (26/1/2026).

Kajian teknis untuk cegah bencana serupa

Tidak hanya fokus pada penanganan darurat, Kementerian PU juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang. Setelah proses evakuasi selesai, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum diminta melakukan kajian teknis menyeluruh terkait jalur aliran air dari kawasan hulu hingga hilir.

Kajian tersebut akan mencakup area Gunung Burangrang hingga wilayah bawah guna memastikan sistem pengendalian aliran air dapat berfungsi optimal dan mengurangi risiko longsor maupun banjir ke depannya.

"Sedangkan untuk relokasi warga terdampak, kami akan diskusikan dulu dengan pemerintah daerah di mana lokasi terbaik untuk relokasinya," ujarnya.

Alat berat dikerahkan dari berbagai balai

Untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material longsor, Kementerian PU mengerahkan sejumlah alat berat dari berbagai unit kerja. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat menyiapkan tiga unit excavator PC 75 yang sudah standby di lokasi. Tiga unit tambahan juga tengah dalam proses mobilisasi.

Dari BBWS Citarum, satu unit excavator PC 200 telah disiagakan di lokasi, disusul satu unit excavator PC 55 yang turut dimobilisasi. Sementara itu, BBWS Cimanuk Cisanggarung juga mengirim satu unit excavator PC 55 sebagai dukungan tambahan.

"Dari 9 alat berat yang dikerahkan, sebanyak 6 sudah disiagakan di lokasi. Sudah ada yang mulai dioperasikan untuk membantu evakuasi, tapi karena tadi ada longsor susulan, sementara ini alatnya diminta untuk standby dulu sambil menunggu arahan lebih lanjut dari Basarnas," kata Kepala BBWS Citarum, Marasi Deon Joubert.

Dukungan sanitasi dan kebutuhan dasar pengungsi

Selain pengerahan alat berat, perhatian juga diberikan pada kebutuhan dasar warga yang mengungsi. Tim Tanggap Darurat Air dan Sanitasi (TARAT) Cipta Karya Jawa Barat telah berada di lokasi untuk melakukan koordinasi terkait penyediaan fasilitas pendukung.

Kementerian PU menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana, seperti dua unit toilet portable, dua unit tangki air berkapasitas 4.000 liter, serta dua unit hidran umum berkapasitas 2.000 liter. Fasilitas tersebut ditempatkan di sekitar posko terpadu dan area pengungsian guna memastikan kebutuhan sanitasi dan air bersih tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Upaya penanganan terus dilakukan secara intensif sembari menunggu kondisi di lokasi benar-benar aman untuk melanjutkan proses pencarian korban yang masih hilang.

Advertisement
Advertisement
Advertisement