Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Prabowo Tegaskan Danantara Jadikan Indonesia Mitra Setara Investor Dunia

Prabowo Tegaskan Danantara Jadikan Indonesia Mitra Setara Investor Dunia
Prabowo Tegaskan Danantara Jadikan Indonesia Mitra Setara Investor Dunia

PEWARTA.CO.ID — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa posisi Indonesia di mata investor global kini semakin kuat melalui kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. Lembaga ini disebut telah bertransformasi menjadi mitra yang sejajar dengan para investor kelas dunia, seiring kapasitas pengelolaan asetnya yang mencapai skala global.

Dalam pernyataannya, Prabowo mengungkapkan bahwa Danantara saat ini mengelola aset atau asset under management (AUM) senilai sekitar 1 triliun dolar AS. Angka tersebut menempatkan Danantara setara dengan lembaga pengelola dana internasional terkemuka.

“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di sini, di hadapan Anda sebagai mitra yang setara,” tutur Prabowo dalam pidatonya di pertemuan tahunan World Economy Forum 2026, Kamis (22/1/2026).

Dorong investasi dan percepat industrialisasi

Kapasitas besar yang dimiliki Danantara diyakini mampu menjadi tulang punggung pembiayaan berbagai proyek strategis nasional. Presiden menyebut, Danantara akan berperan sebagai mitra utama bagi perusahaan dan investor global, khususnya dalam mendukung pengembangan sektor industri di Indonesia.

Langkah ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk mempercepat industrialisasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Melalui skema investasi bersama, Danantara diharapkan dapat mendorong lahirnya industri-industri masa depan.

“Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda. Danantara didirikan untuk membiayai dan membiayai bersama industri-industri masa depan. Kami bertekad untuk melakukan industrialisasi negara kami secara signifikan,” tambahnya.

Tata kelola profesional berstandar internasional

Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah agar Danantara dikelola secara profesional dan transparan sesuai standar internasional. Menurutnya, lembaga dengan mandat besar seperti Danantara harus berada di bawah sistem pengawasan dan pertanggungjawaban yang kuat, mengingat perannya dalam mengalokasikan modal secara efisien.

Sebagai bagian dari reformasi tata kelola, pemerintah berencana melakukan rasionalisasi jumlah badan usaha milik negara (BUMN). Dari total sekitar 1.044 BUMN yang ada saat ini, jumlah tersebut akan disederhanakan menjadi kurang lebih 300 perusahaan guna meningkatkan efisiensi dan kualitas manajemen.

Rekrut talenta terbaik dunia

Dalam struktur kepemimpinan Danantara, Prabowo menginginkan posisi strategis diisi oleh eksekutif terbaik. Bahkan, ia membuka peluang bagi perekrutan talenta global, termasuk warga negara asing, untuk memperkuat kualitas pengelolaan lembaga tersebut.

“Kami menginginkan otak dan pikiran terbaik di dunia,” imbuh dia.

Menurut Prabowo, langkah ini penting agar Danantara mampu bersaing dan dipercaya di tingkat internasional, sekaligus memastikan pengelolaan aset negara dilakukan secara optimal.

Cerminan arah pembangunan Indonesia

Lebih jauh, Presiden menilai pengelolaan Danantara mencerminkan pendekatan pembangunan Indonesia saat ini. Pemerintah, kata dia, menempatkan tata kelola yang kredibel dan kepemimpinan yang kompeten sebagai fondasi utama dalam menjalankan berbagai program strategis.

“Ini, pada kenyataannya, adalah cara kami menjalankan Indonesia saat ini. Dari program sosial kami hingga upaya kami melakukan hilirisasi sumber daya alam, hingga upaya kami mencapai swasembada pangan dan energi,” jelasnya.

Melalui Danantara, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga mitra strategis yang setara dan diperhitungkan dalam percaturan ekonomi global.

Advertisement
Advertisement
Advertisement