Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Rekaman VC Parera 11 Menit Beredar di Medsos, Diduga Video Call dengan Pria Tajir Malaysia

Rekaman VC Parera 11 Menit Beredar di Medsos, Diduga Video Call dengan Pria Tajir Malaysia
Rekaman VC Parera 11 Menit Beredar di Medsos, Diduga Video Call dengan Pria Tajir Malaysia

PEWARTA.CO.ID — Media sosial kembali diramaikan oleh isu viral terkait rekaman VC Parera 11 menit yang disebut-sebut beredar luas di berbagai platform digital.

Konten yang diduga menampilkan video call dewasa antara seorang perempuan bernama Parera dengan pria asal Malaysia ini sontak menarik perhatian warganet sejak awal Januari 2026.

Sejumlah unggahan di TikTok, X (Twitter), hingga Telegram memperlihatkan potongan video yang diklaim sebagai bagian dari rekaman berdurasi panjang.

Narasi yang berkembang menyebutkan bahwa video call tersebut dilakukan secara pribadi, namun kemudian direkam dan tersebar tanpa kejelasan sumber yang sah.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang maupun individu yang disebut dalam video tersebut. Keaslian rekaman video call Parera 11 menit masih menjadi tanda tanya besar dan lebih banyak didorong oleh spekulasi netizen di ruang digital.

JANGAN LEWATKAN!

Full Video Viral Parera 11 Menit Jadi Buruan Netizen, Rekaman VC Diduga Tersebar di Medsos

Pola penyebaran konten viral

Berdasarkan pengamatan di media sosial, isu ini menyebar dengan pola yang cukup familiar. Potongan video berdurasi singkat lebih dulu disebarkan untuk memancing rasa penasaran, lalu diarahkan ke tautan tertentu yang mengklaim memuat video versi lengkap.

Tak sedikit akun yang memanfaatkan momentum viral ini untuk mengarahkan pengguna ke grup tertutup atau situs tertentu. Padahal, belum ada bukti kuat yang memastikan bahwa rekaman tersebut benar-benar menampilkan sosok bernama Parera atau memiliki konteks seperti yang diklaim.

SEBELUMNYA HEBOH!

Video Call Parera 11 Menit Viral, Diduga Dijebak Pria Mengaku Sultan

Ancaman privasi dan etika digital

Kasus ini kembali menyoroti rapuhnya perlindungan privasi di era media sosial. Penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan, terlebih yang bernuansa sensitif, berpotensi melanggar hukum dan etika digital.

Di Indonesia, tindakan menyebarkan rekaman pribadi tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana jika memenuhi unsur pelanggaran privasi atau eksploitasi digital. Karena itu, masyarakat diimbau tidak ikut menyebarkan konten yang belum jelas kebenarannya.

Waspada klik tautan sembarangan

Selain berdampak pada reputasi individu, tautan yang mengatasnamakan video viral juga berisiko bagi keamanan digital. Banyak link semacam ini disusupi malware, phishing, atau upaya pencurian data pribadi.

Pengguna disarankan untuk selalu berhati-hati, tidak sembarangan mengklik tautan di media sosial, menggunakan perlindungan keamanan digital, serta melaporkan konten mencurigakan ke platform terkait.

TAK KALAH HEBOH!

Link Video Parera TikTok 11 Menit Blunder Bikin Geger Medsos, Benarkah Lakukan Video Call Dewasa?

Bijak menghadapi isu viral

Meskipun sebuah kasus tengah viral, menjaga privasi dan martabat seseorang tetap menjadi hal utama. Literasi digital dan sikap kritis sangat dibutuhkan agar masyarakat tidak mudah terjebak narasi sensasional yang belum tentu benar.

Advertisement
Advertisement
Advertisement