RESMI! Gerakan Rakyat Berubah jadi Parpol, Mantap Usung Anies Baswedan ke Pilpres 2029
![]() |
| RESMI! Gerakan Rakyat Berubah jadi Parpol, Mantap Usung Anies Baswedan ke Pilpres 2029 |
PEWARTA.CO.ID — Partai Gerakan Rakyat secara resmi menyatakan dukungan dan mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029, bersamaan dengan deklarasi transformasi organisasi tersebut menjadi partai politik (Parpol).
Deklarasi berlangsung dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Partai Gerakan Rakyat yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Minggu, 18 Januari 2026.
Momentum ini menandai perubahan status Gerakan Rakyat dari organisasi kemasyarakatan menjadi partai politik, dengan tekad menghadirkan alternatif kekuatan politik yang berpihak pada kepentingan rakyat.
Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum, Sahrin Hamid menyampaikan harapan besar agar Anies Rasyid Baswedan kelak memimpin Indonesia sebagai Presiden Republik Indonesia. Ia menilai bangsa ini membutuhkan sosok pemimpin nasional yang mampu mewujudkan keadilan sosial serta kepemimpinan yang bermartabat.
Sahrin menegaskan, kelahiran Partai Gerakan Rakyat dilandasi semangat kolektif masyarakat lintas daerah. Partai ini, kata dia, dibangun sebagai alat perjuangan politik bagi rakyat biasa untuk mendorong terwujudnya Indonesia yang adil dan makmur.
Keputusan pendirian partai diambil secara mufakat dalam sidang pleno Rakernas yang telah berlangsung sejak 17 Januari 2026.
Dalam forum tersebut, Sahrin Hamid ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat untuk periode 2026–2031. Ia juga mendapat mandat penuh untuk segera membentuk dan mengonsolidasikan struktur kepengurusan partai di seluruh wilayah Indonesia.
Respons Anies Baswedan
Menariknya, respons Anies Baswedan terhadap momen politik tersebut justru menyoroti isu bencana dan lingkungan. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Anies menyinggung tragedi ekologi yang terjadi di Sumatera sebagai peringatan serius bagi semua pihak.
“Angka 1.198 korban jiwa di Sumatera kemarin menjadi alarm keras saat kita berkumpul dalam Rakernas I Gerakan Rakyat.
Bencana ini menegaskan mengapa ‘Keadilan Ekologis’ harus menjadi komitmen utama, bukan sekadar pelengkap pidato. Ketika 97% deforestasi terjadi secara legal dan berizin, berarti ada yang salah dengan sistem kita. Ada ketidakadilan di mana keuntungan dinikmati segelintir orang di hilir, sementara bencana menimpa rakyat kecil di hulu.
Gerakan Rakyat hadir untuk memastikan alarm ini tidak diabaikan. Kita konsolidasi nasional untuk satu tujuan: Perubahan Nyata bagi bumi dan manusia yang meminjamnya.”
Pernyataan tersebut menegaskan fokus Anies pada isu keadilan ekologis sebagai bagian tak terpisahkan dari agenda perubahan yang diusung bersama Partai Gerakan Rakyat menuju kontestasi nasional 2029.
