Roy Suryo Tegaskan Isu Ijazah Jokowi Bukan Politik, Klaim Murni Kajian Ilmiah
![]() |
| Roy Suryo tegaskan isu ijazah Jokowi bukan politik, klaim murni kajian ilmiah. (Dok. Ist) |
PEWARTA.CO.ID - Pakar telematika Roy Suryo menepis anggapan bahwa polemik dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sarat kepentingan politik.
Ia menegaskan, kajian yang dilakukannya bersama sejumlah pihak sepenuhnya berlandaskan pendekatan ilmiah.
Roy menekankan bahwa dirinya tidak memiliki agenda politik apa pun dalam isu tersebut.
Ia menyebut kajian dilakukan murni berdasarkan sains dan ilmu pengetahuan.
“Sama sekali enggak. Saya, Dokter Tifa, Dokter Rismon, kami murni sains, murni ilmu pengetahuan,” kata Roy Suryo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (15/1/2026).
Menurut Roy, justru pihak Jokowi yang pertama kali menarik isu ijazah ke ranah politik dengan menyebut adanya keterlibatan “orang besar” di balik tuduhan tersebut.
Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan menyesatkan opini publik.
“Sama sekali tidak. Joko Widodo sendiri yang menarik-narik ke urusan politik. Dia menuduh ada orang besar, terus termul-termul (simpatisan Jokowi) bilang ada warna biru, ada apa, kasihan, enggak benar,” ujarnya.
Roy bahkan menyatakan setuju jika ada langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menuding adanya keterlibatan partai atau tokoh tertentu dalam isu tersebut.
“Makanya saya setuju salah satu partai menuntut para termul itu yang menyatakan, bahwa ada orang besar atau ada satu partai di balik ini. Enggak ada sama sekali. Kami bertiga pure ilmiah dan sains,” sambungnya.
Lebih lanjut, Roy juga menyinggung hubungan pribadinya dengan Partai Demokrat.
Meski pernah menjadi kader, ia memastikan tidak ada kaitan politik antara partai tersebut dengan kasus ijazah Jokowi.
“Tidak ada. Saya tidak pernah mundur dari partai kemudian berkhianat. Saya mundur baik-baik dari Partai Demokrat enam tahun lalu dan hubungan saya masih baik. Sama sekali tidak ada hubungan dengan kasus ini,” jelas dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat menyampaikan kecurigaannya terkait adanya agenda politik besar di balik isu dugaan ijazah palsu yang kembali mencuat, termasuk isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Saya sudah sampaikan, feeling saya mengatakan ada agenda besar politik dalam tuduhan ijazah palsu maupun pemakzulan. Artinya ada orang besar, ada yang memback up,” kata Jokowi usai Salat Jumat di kediamannya, Jumat (25/7/2025).
Namun, Jokowi tidak mengungkap secara rinci siapa sosok “orang besar” yang dimaksud.
“Semua sudah tahu lah,” kata Jokowi.

