Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Tanpa Disadari, Ini 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Tiroid

Tanpa Disadari, Ini 5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Merusak Kesehatan Tiroid
Ilustrasi. Tanpa disadari, ini 5 kebiasaan sehari-hari yang bisa merusak kesehatan tiroid. (Dok. Ist)

PEWARTA.CO.ID — Kebiasaan harian yang kerap dianggap sepele ternyata dapat berdampak besar pada keseimbangan hormon, termasuk mengganggu fungsi kelenjar tiroid.

Padahal, tiroid memiliki peran vital dalam mengatur tekanan darah, suhu tubuh, detak jantung, hingga metabolisme.

Mengutip laporan Hindustan Times, Senin, John Hopkins Medicine menjelaskan bahwa kelenjar tiroid berfungsi mengontrol bagaimana tubuh merespons berbagai hormon lain.

Ketika fungsinya terganggu, berbagai masalah kesehatan dapat muncul, mulai dari hipertiroidisme, hipotiroidisme, tiroiditis Hashimoto, nodul tiroid, hingga kanker tiroid.

Konsultan diabetes dan endokrinologi Manipal Hospital Bhubaneswar, Dr. Ankita Tiwari, memaparkan sejumlah kebiasaan harian yang berpotensi memicu gangguan tiroid.

1. Tidur kurang dari tujuh jam

Kurang tidur secara konsisten dapat mengacaukan kerja normal kelenjar tiroid.

Tubuh membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar hormon dapat kembali seimbang dan sistem tubuh memperbaiki diri.

Dr. Tiwari menjelaskan bahwa jadwal tidur yang tidak teratur atau durasi tidur kurang dari tujuh jam setiap malam dapat mengganggu ritme alami produksi hormon tiroid.

“Akibatnya, Anda mungkin kesulitan mempertahankan jumlah hormon tiroid yang tepat dan menggunakannya secara optimal,” kata dia.

2. Pola makan yang buruk

Tren diet ekstrem, kebiasaan melewatkan waktu makan, hingga pembatasan kalori berlebihan juga dapat berdampak negatif pada kesehatan tiroid.

“Melewatkan makan secara konsisten, menjalani diet ekstrem, atau mengonsumsi kurang dari 1.000 kalori per hari merupakan sinyal bagi tubuh untuk menghemat energi dan memperlambat fungsi metabolisme yang berkaitan dengan tiroid,” ujar Dr. Tiwari.

Ia menambahkan, konsumsi makanan olahan, gula tambahan, dan lemak tidak sehat dapat memicu peradangan ringan yang mengganggu keseimbangan hormon.

Di sisi lain, kekurangan nutrisi penting juga membuat tiroid sulit berfungsi optimal.

3. Stres berkepanjangan

Stres yang berlangsung lama tidak hanya berdampak pada kondisi mental, tetapi juga memengaruhi sistem hormonal.

Menurut Dr. Tiwari, stres kronis dapat mengubah sinyal tubuh ke kelenjar tiroid dalam memproduksi hormon, sehingga meningkatkan risiko gangguan fungsi tiroid.

4. Kurang aktivitas fisik

Gaya hidup minim gerak turut berkontribusi pada gangguan metabolisme dan peradangan dalam tubuh.

Kondisi ini secara tidak langsung dapat memengaruhi kesehatan tiroid dan memperburuk ketidakseimbangan hormon.

5. Konsumsi suplemen yang tidak tepat

Suplemen kerap dianggap solusi instan untuk meningkatkan energi atau menurunkan berat badan.

Namun, Dr. Tiwari mengingatkan bahwa konsumsi suplemen tanpa panduan medis justru berisiko.

“Dampak negatif mengonsumsi suplemen yang tidak tepat, bisa lebih besar daripada manfaatnya, terutama jika digunakan untuk tujuan menurunkan berat badan atau meningkatkan energi,” tuturnya.

Ia menegaskan pentingnya konsultasi dan pengawasan medis sebelum mengonsumsi suplemen, karena penggunaan yang keliru dapat menimbulkan efek samping dan memperburuk kondisi kesehatan, termasuk fungsi tiroid.

Selain lima kebiasaan tersebut, faktor lain seperti merokok, konsumsi makanan goitrogenik berlebihan, asupan yodium yang tidak seimbang, serta kesalahan waktu minum obat tiroid juga perlu diwaspadai.

Menjaga pola hidup sehat menjadi kunci utama untuk melindungi fungsi tiroid dan keseimbangan hormon tubuh.

Advertisement
Advertisement
Advertisement