Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Viral Link Bocil Block Blast, Klaim Video Full Rawan Jebakan Clickbait

Viral Link Bocil Block Blast, Klaim Video Full Rawan Jebakan Clickbait
Viral Link Bocil Block Blast. (Capture)

PEWARTA.CO.ID — Link bocil Block Blast mendadak ramai diperbincangkan di TikTok dan X sejak akhir 2025.

Cuplikan singkat yang menampilkan anak-anak bermain game puzzle justru dipelintir dengan narasi menyesatkan, seolah-olah ada “versi lengkap” yang memuat adegan sensasional.

Setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar. Tidak pernah ada video penuh seperti yang digembar-gemborkan.

Sebaliknya, tautan yang beredar justru mengarah ke konten clickbait berbahaya dengan potensi risiko serius, mulai dari keamanan data hingga jeratan hukum.

Awal mula video bocil Block Blast viral

Video yang menjadi sumber kehebohan pertama kali muncul di TikTok pada akhir Desember 2025.

Isinya sederhana, yakni tiga anak kecil berkumpul, sementara salah satunya asyik memainkan Block Blast, gim puzzle balok warna yang sekilas mengingatkan pada Tetris.

Durasi klip aslinya sangat singkat, hanya sekitar 15–30 detik. Namun sudut pengambilan gambar yang ambigu dimanfaatkan oleh akun-akun tertentu untuk membangun spekulasi liar. Narasi seperti adanya adegan “tidak pantas” sengaja dilempar demi menarik perhatian warganet.

Caption provokatif seperti “yang kuat mental wajib nonton” atau “link full ada di bio” digunakan untuk mengejar klik, share, dan lonjakan engagement.

TAK KALAH HEBOH!

Heboh Video Botol Makarizo 7 Menit di Videy, Asli atau Hoaks?

Fakta durasi dan isi video asli

Hingga kini, video asli yang beredar hanya berdurasi 15–30 detik. Beberapa akun memang mengunggah versi editan dengan klaim durasi sekitar 1 menit 20 detik, lengkap dengan tambahan adegan seperti interaksi fisik atau “kuda-kudaan”.

Namun tambahan tersebut murni hasil manipulasi dan tidak berasal dari rekaman awal. Tidak pernah ada video resmi berdurasi panjang, apalagi “full version” 10 menit seperti yang banyak diklaim.

Semua tautan yang menjanjikan video lengkap terbukti mengarah ke spam, iklan mencurigakan, atau situs berisiko tinggi.

Risiko serius di balik link bocil Block Blast

Mengklik tautan yang mengatasnamakan “full video bocil Block Blast” bukan sekadar buang waktu. Ada sejumlah ancaman nyata yang mengintai pengguna:

Malware dan spyware: Tautan mencurigakan dapat menyusupkan virus, trojan, hingga ransomware yang mencuri data pribadi di ponsel.

Phishing dan pencurian data: Beberapa situs meminta login palsu media sosial atau layanan keuangan, yang berujung pembobolan akun.

Penipuan finansial: Pengguna bisa diarahkan ke judi online palsu, langganan premium ilegal, atau modus penipuan saldo digital.

Masalah hukum: Mencari, menyimpan, atau menyebarkan konten yang melibatkan anak berpotensi melanggar UU Perlindungan Anak dan UU ITE, meskipun kontennya hoaks.

Dampak psikologis: Paparan konten manipulatif dapat memicu kecemasan, kecanduan klik, hingga gangguan emosi, terutama pada remaja.

MENARIK JUGA DIBACA!

Viral Video Call 23 Detik Diduga Libatkan Kadis Batam, Bantah Rekaman Asli

Dampak sosial dan aspek hukum

Fenomena ini dinilai sebagai bentuk eksploitasi anak di ruang digital. Anak-anak yang terekam berisiko menerima stigma sosial, sementara pihak penyebar clickbait memperoleh keuntungan dari trafik dan iklan.

Meski belum ada keterangan resmi terkait penindakan kepolisian dalam kasus spesifik ini, pola penyebarannya mirip dengan jaringan clickbait sebelumnya yang memanfaatkan isu sensitif demi keuntungan pribadi.

Lonjakan pencarian terkait “link bocil Block Blast” juga terpantau meningkat tajam di media sosial dan mesin pencari sepanjang akhir 2025.

Langkah aman menghindari hoaks dan clickbait

Agar tidak terjebak risiko, pengguna disarankan melakukan langkah-langkah berikut:

  • Hindari mengklik link dengan klaim “full video” atau narasi provokatif
  • Laporkan akun penyebar hoaks ke TikTok, X, atau Instagram
  • Pasang antivirus dan rutin memperbarui sistem ponsel
  • Aktifkan filter konten serta parental control di perangkat
  • Edukasi keluarga dan anak tentang bahaya hoaks serta clickbait
  • Segera lapor ke pihak berwenang jika menjadi korban phishing atau penipuan siber

Fenomena viral semacam ini menjadi pengingat bahwa tidak semua konten populer aman dikonsumsi. Sikap kritis dan kewaspadaan digital tetap menjadi kunci agar tidak terjebak hoaks berbahaya.


Sumber: FTNews

Advertisement
Advertisement
Advertisement