Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Wall Street Gacor! S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor di Awal 2026

Wall Street
Wall Street.

PEWARTA.CO.ID — Pasar saham Amerika Serikat kembali menunjukkan performa impresif pada penutupan perdagangan akhir pekan.

Optimisme pelaku pasar terhadap peluang penurunan suku bunga berhasil mendorong penguatan indeks utama Wall Street, meskipun data ketenagakerjaan terbaru mengindikasikan adanya perlambatan.

Mengutip laporan Reuters, Sabtu, 10 Januari 2026, tiga indeks utama Wall Street ditutup di zona hijau pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026 waktu setempat. Kinerja positif ini sekaligus menandai awal yang kuat bagi pasar saham di tahun 2026.

Indeks S&P 500 mencatat kenaikan 0,65 persen dan menorehkan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah di level 6.966,28. Nasdaq juga tampil perkasa dengan lonjakan 0,82 persen ke posisi 23.671,35. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average menguat 0,48 persen dan berakhir di level 49.504,07.

Tak hanya pada penutupan harian, performa ketiga indeks tersebut sepanjang pekan perdagangan penuh pertama di tahun ini juga terbilang solid. Investor tampak tetap percaya diri meski rilis data ekonomi belum sepenuhnya sejalan dengan ekspektasi.

Dari sisi fundamental, laporan Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Desember mengalami perlambatan yang lebih dalam dari perkiraan analis.

Kendati demikian, tingkat pengangguran justru turun ke angka 4,4 persen. Kondisi ini memberi sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS masih cukup tangguh dan belum menunjukkan tanda-tanda pelemahan signifikan dalam waktu dekat.

Sektor teknologi, khususnya semikonduktor, menjadi motor utama penguatan pasar. Indeks PHLX Semiconductor melonjak 2,7 persen dan mencetak rekor tertinggi baru. Saham Lam Research mencuri perhatian setelah melesat 8,7 persen, menyusul keputusan Mizuho yang menaikkan target harga saham perusahaan tersebut.

Selain itu, saham Broadcom naik 3,8 persen, Alphabet menguat 1 persen, dan Tesla bertambah 2,1 persen. Kenaikan saham-saham raksasa teknologi ini memberikan kontribusi besar terhadap penguatan S&P 500 dan Nasdaq.

Di sisi lain, saham Intel mencatat lonjakan signifikan hampir 11 persen. Penguatan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya mengadakan pertemuan yang dinilai positif dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan. Trump menyebut pertemuan tersebut berlangsung “sangat baik”, pernyataan yang langsung disambut antusias oleh pasar.

Dengan kombinasi sentimen suku bunga, data tenaga kerja yang relatif stabil, serta dorongan kuat dari sektor teknologi, Wall Street mengawali tahun 2026 dengan catatan optimistis dan penuh harapan bagi investor global.

gacor

Advertisement
Advertisement
Advertisement