Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Banjir Terjang Tiga Wilayah Bali, Puluhan Warga Terdampak dan Rumah Tergenang

Banjir Terjang Tiga Wilayah Bali, Puluhan Warga Terdampak dan Rumah Tergenang
Banjir Terjang Tiga Wilayah Bali, Puluhan Warga Terdampak dan Rumah Tergenang

PEWARTA.CO.ID — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Provinsi Bali pada Selasa (24/2/2026) memicu banjir di sejumlah daerah.

Tiga wilayah terdampak yakni Kabupaten Tabanan, Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung. Peristiwa ini menyebabkan puluhan warga terdampak serta sejumlah rumah dan akses jalan terendam.

Data yang dihimpun dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, banjir terjadi hampir bersamaan di beberapa titik setelah curah hujan meningkat drastis sejak pagi hingga siang hari.

Tabanan: 20 jiwa terdampak

Di Kabupaten Tabanan, banjir dilaporkan melanda Kecamatan Kediri, tepatnya di Kelurahan Kediri. Air meluap dan masuk ke permukiman warga sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Sebanyak 3 kepala keluarga atau 20 jiwa terdampak dan masih dalam proses pendataan,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2/2026).

Petugas gabungan segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta membantu warga yang rumahnya terdampak genangan.

Denpasar: Empat kecamatan tergenang

Sementara itu, di Kota Denpasar, banjir merendam empat kecamatan sekaligus. Wilayah terdampak meliputi Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Selatan, dan Denpasar Barat.

Genangan air dilaporkan menghambat lalu lintas dan aktivitas warga di sejumlah ruas jalan. Hingga kini, jumlah pasti warga terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

“Data korban terdampak masih dalam pendataan oleh petugas di lapangan,” kata Abdul.

Ketinggian muka air di beberapa titik bervariasi, mulai dari sekitar 5 sentimeter hingga mencapai 60 sentimeter. Petugas masih terus melakukan upaya penanganan agar air segera surut sepenuhnya.

Badung: Seminyak, Legian, hingga Jimbaran terdampak

Banjir juga meluas ke wilayah Kabupaten Badung. Di Kecamatan Kuta, genangan terjadi di Kelurahan Seminyak dan Kelurahan Legian. Sementara di Kecamatan Kuta Selatan, banjir merendam Kelurahan Jimbaran.

Jumlah warga terdampak di Badung masih dalam tahap pendataan. Selain merendam rumah, banjir turut memengaruhi akses jalan di beberapa titik, sehingga arus kendaraan sempat tersendat.

Abdul menjelaskan, dampak banjir tidak hanya dirasakan warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah unit rumah serta infrastruktur jalan. Hingga kini, rincian kerugian material masih dalam proses asesmen oleh tim di lapangan.

“BPBD Kabupaten Tabanan, BPBD Kota Denpasar dan BPBD Kabupaten Badung telah berkoordinasi dengan instansi terkait, melakukan asesmen, evakuasi warga terdampak serta pompanisasi guna mempercepat surutnya genangan,” katanya.

Kondisi terkini banjir Bali: Genangan air sudah berangsur surut

Berdasarkan laporan kondisi mutakhir per Rabu (25/2/2026), situasi banjir di Kabupaten Tabanan dilaporkan telah surut total. Aktivitas warga pun mulai kembali normal.

Di Kota Denpasar, genangan air berangsur surut meski masih tersisa di sejumlah titik. Penanganan terus dilakukan untuk memastikan air benar-benar mengering dan tidak kembali meluap.

Sementara di Kabupaten Badung, sebagian besar wilayah terdampak sudah mulai surut. Namun, genangan masih terpantau di satu titik di Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta.

Petugas gabungan tetap bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

BNPB imbau waspada hujan susulan

BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi. Hujan susulan berisiko memicu genangan baru, terutama di wilayah dengan sistem drainase yang kurang optimal.

Abdul menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“BNPB juga mendorong BPBD dan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi yang masih mungkin terjadi,” katanya.

Selain itu, masyarakat diminta untuk rutin membersihkan saluran air, tidak membuang sampah sembarangan, serta segera melapor kepada aparat setempat jika menemukan kondisi darurat.

Upaya kolaboratif antara pemerintah daerah, BPBD, dan warga dinilai menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak banjir, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement