Breaking News! Pakistan Serang Afghanistan, Ibu Kota Kabul dan Sejumlah Provinsi Dihujani Ledakan
![]() |
| Breaking News! Pakistan Serang Afghanistan, Ibu Kota Kabul dan Sejumlah Provinsi Dihujani Ledakan |
PEWARTA.CO.ID — Ketegangan di kawasan Asia Selatan kembali memanas setelah militer Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Afghanistan.
Aksi militer tersebut tidak hanya menyasar daerah perbatasan, tetapi juga menghantam ibu kota Kabul serta beberapa provinsi strategis lainnya.
Informasi ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah Afghanistan yang mengonfirmasi adanya serangan udara di beberapa titik, termasuk di Provinsi Kandahar dan Paktia.
Serangan terjadi pada Jumat (27/2/2026) dini hari waktu setempat dan memicu ledakan besar di pusat Kabul sekitar pukul 02.30.
Mengutip laporan TRT World, otoritas Afghanistan menyebut pasukan Pakistan menargetkan “wilayah tertentu” dalam operasi tersebut.
Meski ledakan terdengar kuat dan memicu kepanikan warga, pemerintah Afghanistan mengklaim tidak terdapat laporan korban jiwa akibat serangan itu.
Namun, versi berbeda disampaikan pihak Islamabad.
Klaim korban dan kerusakan versi Pakistan
Juru bicara Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, menyebut serangan tersebut merupakan aksi balasan atas insiden sebelumnya di perbatasan. Ia mengklaim operasi militer itu menewaskan 133 tentara Afghanistan serta melukai lebih dari 200 personel lainnya.
Selain itu, Pakistan juga menyatakan telah menghancurkan 27 pos militer Afghanistan, dua markas korps, serta lebih dari 80 unit tank dan kendaraan lapis baja.
Sumber keamanan Pakistan bahkan menyebut gudang amunisi dan fasilitas logistik di Kandahar turut menjadi sasaran dan mengalami kerusakan berat.
Perbedaan klaim antara kedua negara semakin memperuncing situasi, terlebih hingga kini belum ada verifikasi independen terkait jumlah korban dan tingkat kerusakan di lapangan.
Operasi balasan dan ketegangan di Garis Durand
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan bahwa pasukannya telah melancarkan operasi balasan yang menyasar posisi militer Pakistan di sepanjang Garis Durand—perbatasan sensitif yang selama ini menjadi titik panas konflik kedua negara.
Menurut keterangan resmi Kabul, operasi tersebut telah berakhir pada tengah malam.
Sebelumnya, bentrokan bersenjata juga terjadi pada Kamis di wilayah perbatasan. Insiden itu berlangsung sekitar empat jam dan menewaskan sedikitnya delapan tentara Afghanistan serta dua tentara Pakistan.
Eskalasi terbaru ini terjadi hanya sepekan setelah Pakistan mengklaim telah melakukan serangan udara yang menewaskan 70 orang yang disebut sebagai “teroris.” Namun, laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutkan adanya korban dari kalangan sipil dalam serangan tersebut.
Jadi sorotan dunia internasional
Ketegangan militer ini mendapat perhatian serius dari komunitas internasional. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyampaikan keprihatinannya atas perkembangan situasi yang berpotensi memperburuk stabilitas kawasan.
Melalui juru bicaranya, Stephane Dujarric, Guterres, "mendesak pihak-pihak terkait untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional dan mencari penyelesaian diplomatik."
Seruan tersebut menegaskan pentingnya menahan diri di tengah meningkatnya eskalasi militer yang berisiko memicu konflik lebih luas.
Akar ketegangan yang belum usai
Hubungan Afghanistan dan Pakistan memang telah lama dibayangi ketidakpercayaan. Islamabad berulang kali menuding kelompok militan beroperasi dari wilayah Afghanistan dan melancarkan serangan ke Pakistan. Tuduhan tersebut secara tegas dibantah oleh Kabul.
Perbedaan pandangan terkait keamanan lintas batas, keberadaan kelompok bersenjata, hingga status Garis Durand sebagai perbatasan resmi menjadi faktor utama yang memperkeruh relasi kedua negara.
Dengan eskalasi terbaru ini, situasi keamanan di kawasan kembali berada di titik rawan. Dunia kini menanti langkah diplomasi selanjutnya, sembari berharap konflik bersenjata tidak berkembang menjadi konfrontasi terbuka yang lebih luas.
