BYD Ungkap Lonjakan Penjualan Mobil Listrik 2026, Pangsa Pasar Tembus 60 Persen
![]() |
| BYD Ungkap Lonjakan Penjualan Mobil Listrik 2026, Pangsa Pasar Tembus 60 Persen |
PEWARTA.CO.ID — Tren kendaraan listrik di Indonesia kian menunjukkan geliat positif. Memasuki awal tahun 2026, penjualan mobil listrik nasional mencatatkan pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data penjualan pada Januari 2026 memperlihatkan angka distribusi kendaraan listrik mencapai sekitar 8.000 unit. Jumlah tersebut melonjak tajam dibandingkan Januari 2025 yang masih berada di kisaran 2.500 unit.
Kenaikan ini menjadi indikator kuat bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi semakin besar.
Lonjakan tersebut sekaligus menandai perubahan preferensi konsumen Indonesia yang kini semakin terbuka terhadap penggunaan mobil listrik sebagai kendaraan utama.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, menyampaikan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan tren adopsi kendaraan listrik yang semakin solid di Tanah Air.
“Pertumbuhan pasar kendaraan listrik di awal tahun 2026 menunjukkan bahwa adopsi EV di Indonesia semakin menguat," ujar Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan di arena IIMS 2026, dikutip pada Sabtu (14/2/2026).
BYD dominasi segmen EV nasional
Kinerja positif pasar mobil listrik turut berdampak langsung pada performa penjualan BYD di Indonesia. Sepanjang Januari 2026, produsen asal Tiongkok tersebut membukukan penjualan sekitar 5.200 unit kendaraan listrik.
Angka ini meningkat hampir lima kali lipat dibandingkan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan torehan tersebut, BYD berhasil menguasai lebih dari 60 persen pangsa pasar kendaraan listrik nasional pada awal tahun ini.
Capaian tersebut dinilai sebagai cerminan meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap teknologi dan kualitas produk yang ditawarkan perusahaan.
"Menjadi refleksi kepercayaan konsumen terhadap teknologi dan kualitas produk yang kami hadirkan," katanya.
Dominasi pangsa pasar di atas 60 persen sekaligus mempertegas posisi BYD sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem kendaraan listrik Indonesia yang tengah berkembang pesat.
Perkenalkan dua model baru di IIMS 2026
Momentum pertumbuhan ini juga dimanfaatkan BYD untuk memperluas lini produknya. Dalam ajang Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS 2026), perusahaan meluncurkan dua model anyar guna memperkuat portofolio di segmen EV.
Kedua model tersebut adalah BYD Atto 3 Advanced Plus dan BYD Sealion 7 Extended. Kehadiran varian baru ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan konsumen yang semakin beragam, mulai dari penggunaan harian hingga kendaraan keluarga dengan fitur lebih lengkap.
Peluncuran produk baru tersebut sekaligus menjadi strategi BYD untuk mempertahankan momentum pertumbuhan serta memperluas penetrasi pasar kendaraan listrik nasional.
Industri otomotif nasional ikut tumbuh
Secara keseluruhan, industri otomotif nasional juga mencatatkan peningkatan penjualan pada awal tahun ini. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke diler pada Januari 2026 mencapai 66.447 unit.
Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar 7 persen dibandingkan Januari 2025 yang tercatat sebesar 62.084 unit.
Sementara itu, dari sisi penjualan ritel atau distribusi dari diler ke konsumen, jumlah unit yang terjual pada Januari 2026 mencapai 66.936 unit. Realisasi ini tumbuh 4,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 64.076 unit.
Peningkatan di sektor otomotif secara umum, ditambah dengan lonjakan signifikan pada segmen kendaraan listrik, memperlihatkan bahwa pasar otomotif Indonesia memasuki fase pertumbuhan yang lebih optimistis pada 2026.
Dengan tren tersebut, kendaraan listrik diproyeksikan akan terus memperkuat posisinya sebagai pilihan mobilitas masa depan di Indonesia, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan isu keberlanjutan lingkungan.
