Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

DEWA Percepat Ekspansi Tambang Emas, Target Harga Saham Tembus Rp750

DEWA Percepat Ekspansi Tambang Emas, Target Harga Saham Tembus Rp750
DEWA Percepat Ekspansi Tambang Emas, Target Harga Saham Tembus Rp750

PEWARTA.CO.ID — PT Darma Henwa Tbk (DEWA) kian agresif memperluas lini bisnisnya. Setelah sempat diterpa sentimen dari pengumuman MSCI, emiten kontraktor tambang ini kini bersiap memasuki bisnis emas dengan nilai belanja modal (capex) mencapai Rp450 miliar.

Langkah ekspansi tersebut dinilai menjadi katalis positif bagi pergerakan saham DEWA ke depan. Apalagi, proyek tambang emas yang tengah digarap disebut masih berjalan sesuai jadwal dan berpotensi memperkuat fundamental perseroan dalam jangka panjang.

Berdasarkan riset terbaru dari Henan Putihrai Sekuritas (HPS), kegiatan eksplorasi tambang emas di Gayo masih berlangsung sesuai rencana hingga kuartal IV-2025. Selain eksplorasi, manajemen juga melakukan proses revaluasi aset sebagai bagian dari strategi penguatan neraca.

Dalam laporan riset yang dikutip Jumat (13/2/2026), HPS menyampaikan, “Ini akan diiikuti oleh fase final eksplorasi dengan cakupan luas 50 ribu meter, setelah manajemen mendeklarasikan cadangan JORC. Fasilitas pemrosesan emas ditargetkan tahun 2028,” tulis HPS dikutip, Jumat (13/2/2026).

Sebelumnya, fase kedua eksplorasi ditargetkan rampung pada semester I-2026 dengan total cakupan pengeboran sekitar 30 ribu meter. Setelah cadangan emas memenuhi standar JORC, perusahaan akan melanjutkan ke tahap akhir eksplorasi sebelum membangun fasilitas pengolahan emas.

Kinerja operasional melesat

Di tengah rencana ekspansi tersebut, kinerja operasional DEWA juga menunjukkan perbaikan signifikan. Hingga September 2025, perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp4,7 triliun atau tumbuh 2,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan lebih tajam terjadi pada laba bersih. Dari sebelumnya Rp9,5 miliar, laba bersih DEWA melesat menjadi Rp239 miliar. Angka ini setara dengan 73% dari proyeksi laba setahun penuh versi HPS, mencerminkan kinerja yang melampaui ekspektasi awal.

Performa tersebut mempertegas bahwa transformasi bisnis dan efisiensi operasional mulai membuahkan hasil. Dengan tambahan proyek emas di masa mendatang, ruang pertumbuhan laba diproyeksikan semakin terbuka.

Neraca menguat, pendanaan terjaga

HPS juga mencatat bahwa penyesuaian ekuitas DEWA telah memperoleh persetujuan, sehingga laba ditahan kini mencerminkan kondisi fundamental yang lebih solid. Hal ini dinilai memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan fleksibilitas pendanaan perusahaan.

Belum lama ini, DEWA memperoleh fasilitas pinjaman sindikasi senilai Rp5 triliun dari dua bank besar nasional, yakni Bank Mandiri dan Bank Central Asia (BCA). Suntikan likuiditas tersebut menjadi amunisi penting untuk mendukung ekspansi bisnis, termasuk pengembangan tambang emas.

Di sisi operasional, perusahaan juga mendapatkan perpanjangan kontrak dari Arutmin Indonesia. Perpanjangan ini diyakini akan menopang arus kas serta menjaga stabilitas laba bersih dalam beberapa tahun ke depan, sekaligus menunjukkan tingkat kepercayaan klien terhadap kinerja DEWA.

Rekomendasi buy, valuasi premium

Melihat kombinasi ekspansi emas, penguatan neraca, serta perbaikan kinerja operasional, HPS tetap mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DEWA dengan target harga Rp750 per saham.

Saat berita ini ditulis, saham DEWA diperdagangkan di level Rp610. Dengan demikian, terdapat potensi kenaikan harga yang cukup menarik apabila target tersebut tercapai.

Namun demikian, secara valuasi, saham DEWA saat ini diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) sekitar 65 kali. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata sektor kontraktor tambang yang berada di kisaran 34 kali, serta di atas rata-rata historis setahun terakhir yang sekitar 54,8 kali.

Meski terbilang premium, HPS menilai valuasi tersebut mencerminkan ekspektasi pasar terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang, terutama dari potensi bisnis emas yang tengah dikembangkan.

Dengan proyek eksplorasi yang terus berjalan dan target pembangunan fasilitas pengolahan emas pada 2028, DEWA kini hanya tinggal selangkah lagi menuju babak baru sebagai pemain di industri emas.

Jika seluruh rencana berjalan sesuai jadwal, bukan tidak mungkin ekspansi ini menjadi motor utama pertumbuhan saham DEWA dalam beberapa tahun mendatang.

https://rajadewa138.us.com/

Advertisement
Advertisement
Advertisement