Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

KKB Aibon Kogoya Bakar Pos Tambang di Nabire, 2 Korban Tewas Mengenaskan

KKB Aibon Kogoya Bakar Pos Tambang di Nabire, 2 Korban Tewas Mengenaskan
KKB Aibon Kogoya Bakar Pos Tambang di Nabire, 2 Korban Tewas Mengenaskan

PEWARTA.CO.ID — Aksi brutal kembali terjadi di wilayah Papua Tengah. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dipimpin Aibon Kogoya dilaporkan menyerang serta membakar pos penjagaan milik PT Kristalin di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire. Serangan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Peristiwa berdarah itu terjadi di area penambangan emas yang dikelola PT Kristalin. Pos keamanan perusahaan menjadi sasaran pembakaran dalam aksi yang diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata tersebut.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa serangan yang dilakukan KKB tidak hanya merusak fasilitas, tetapi juga menimbulkan korban jiwa.

“KKB melakukan penyerangan ke pos milik PT Kristalin yang bergerak di penambangan emas hingga menyebabkan dua orang meninggal dengan cara dibakar," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu kepada awak media, dikutip, Minggu (22/2/2026).

Identitas korban masih didalami

Meski dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pihak kepolisian hingga kini belum dapat memastikan identitas keduanya. Kondisi jenazah yang sudah tidak utuh menyulitkan proses identifikasi awal di lokasi kejadian.

AKBP Samuel Tatiratu menyebutkan, tim gabungan yang tiba di tempat kejadian perkara langsung bergerak cepat mengamankan situasi. Warga yang berada di sekitar lokasi tambang segera dievakuasi untuk menghindari potensi serangan susulan.

Kedua jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Nabire guna menjalani proses autopsi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan identitas korban sekaligus kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Ratusan pendulang dievakuasi

Selain mengevakuasi korban, aparat keamanan juga memindahkan para pendulang emas dari kawasan yang dinilai rawan. Tercatat sekitar 100 orang pendulang emas yang berada di wilayah Legari, Nabire, telah diamankan.

Evakuasi tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif guna mencegah terulangnya gangguan keamanan oleh KKB Papua di area penambangan.

"Sekitar 100 orang pendulang emas di kawasan Legari, Nabire, telah dievakuasi ke Legari untuk mengamankan diri," tutup Samuel Tatiratu.

Situasi di sekitar lokasi kejadian saat ini masih dalam pengawasan ketat aparat. Tim gabungan TNI-Polri telah diterjunkan untuk melakukan penyisiran sekaligus memburu para pelaku pembakaran pos penjagaan milik PT Kristalin.

Aparat memastikan akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan di wilayah rawan guna menjamin keselamatan masyarakat serta pekerja tambang di Kabupaten Nabire.

Advertisement
Advertisement
Advertisement