Menteri PU Kebut Pembangunan 44 Blok Huntara Aceh Utara, Target Tuntas Sebelum Lebaran
![]() |
| Menteri PU Kebut Pembangunan 44 Blok Huntara Aceh Utara, Target Tuntas Sebelum Lebaran |
PEWARTA.CO.ID — Pemerintah terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak di Kabupaten Aceh Utara. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan sebanyak 44 blok huntara dapat diselesaikan sebelum Hari Raya Lebaran, sehingga masyarakat bisa segera menempati tempat tinggal yang lebih layak.
Dari total 44 blok Huntara yang direncanakan, lima blok di Kecamatan Langkahan telah rampung dan sudah ditempati sekitar 60 kepala keluarga (KK). Huntara tersebut dibangun di atas lahan yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dengan luas bangunan mencapai kurang lebih 1.440 meter persegi.
Proyek pembangunan ini berada di bawah tanggung jawab Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU dan dikerjakan bersama penyedia jasa PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyampaikan langsung progres pembangunan saat meninjau salah satu lokasi huntara di Aceh Utara. Dalam keterangannya, ia memastikan target penyelesaian sebelum Lebaran terus dikejar agar warga dapat segera menempati hunian tersebut.
"Kita hari ini berkunjung ke salah satu huntara di Aceh Utara yang sudah selesai dibangun oleh Kementerian PU. Di sini ada lima blok, jadi ada sekitar 60 kepala keluarga. Di lokasi lainnya ada lagi sekitar sembilan blok. Dengan total huntara yang kita tangani di Kabupaten Aceh Utara sebanyak 44 blok, dan itu kita targetkan selesai sebelum Lebaran sehingga masyarakat dapat segera masuk," ujar Menteri Dody dalam keterangan resmi, Rabu (25/2/2026).
Koordinasi pusat dan daerah berjalan cepat
Menurut Menteri Dody, percepatan pembangunan dan pemanfaatan huntara tak lepas dari koordinasi intensif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Sinergi yang solid dinilai menjadi kunci agar hunian bisa langsung dihuni begitu proses pembangunan selesai.
"Kementerian PU, BNPB, dan Bupati koordinasinya cepat. Data calon penghuni huntara juga sudah lengkap. Sehingga begitu kita selesai membangun, masyarakat bisa langsung masuk," kata Menteri Dody.
Dengan kesiapan data penghuni yang telah diverifikasi, proses transisi dari pembangunan ke tahap pemanfaatan dapat berjalan tanpa hambatan administratif. Hal ini sekaligus memastikan bantuan hunian sementara benar-benar tepat sasaran bagi warga yang membutuhkan.
Dibangun dengan sistem modular
Secara teknis, pembangunan huntara di Aceh Utara menggunakan sistem modular dengan struktur rangka baja ringan. Metode ini dipilih karena mampu mempercepat proses konstruksi tanpa mengurangi aspek kualitas bangunan.
Setiap unit huntara dirancang menggunakan insulated panel untuk menjaga kenyamanan suhu di dalam ruangan. Selain itu, unit dilengkapi ventilasi memadai, exhaust fan, serta kipas angin guna memastikan sirkulasi udara tetap optimal dan ruangan tidak terasa panas.
Pendekatan modular ini memungkinkan satu blok huntara yang diperuntukkan bagi 12 kepala keluarga dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Menteri Dody menjelaskan bahwa rata-rata waktu pengerjaan satu blok hanya membutuhkan sekitar dua minggu.
"Ini sudah selesai semua, jadi tinggal penyelesaian pekerjaan kecil-kecil. Dalam menyelesaikan satu blok untuk 12 KK, Kementerian PU membutuhkan waktu sekitar dua minggu," pungkasnya.
Fasilitas pendukung disiapkan lengkap
Tak hanya membangun unit hunian, pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar warga tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan layak selama tinggal di huntara.
Di kawasan tersebut tersedia toilet komunal, area cuci bersama, dapur umum, instalasi listrik dan pencahayaan, hingga jaringan air bersih dan sistem sanitasi. Seluruh fasilitas dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni secara memadai.
Dengan progres yang terus dikebut, pemerintah optimistis seluruh 44 blok huntara di Aceh Utara dapat diselesaikan tepat waktu. Target penyelesaian sebelum Lebaran diharapkan menjadi kabar baik bagi warga yang selama ini menantikan hunian sementara yang aman, nyaman, dan layak huni.
