Prediksi Cuaca saat Lebaran 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Ini
![]() |
| Prediksi Cuaca saat Lebaran 2026. (Dok. Pewarta.co.id) |
PEWARTA.CO.ID — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat yang diperkirakan terjadi saat periode Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah atau tahun 2026.
Prediksi ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani. Ia menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih berada pada fase puncak musim hujan yang berlangsung pada Januari hingga Februari, dan intensitas hujan tinggi masih berpeluang terjadi di banyak daerah.
“Perlu kami sampaikan bahwa saat ini kita masih berada di puncak musim hujan pada Januari –Februari, kemudian akan melandai. Namun hujan dengan intensitas tinggi ini masih terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia,” ujar Faisal, Senin (23/2/2026).
Puncak musim hujan masih berlangsung
BMKG mencatat, sepanjang Februari 2026, curah hujan di Indonesia umumnya berada pada kategori rendah hingga tinggi. Namun, beberapa wilayah diperkirakan berpotensi mengalami curah hujan sangat tinggi.
Daerah yang masuk dalam kategori waspada antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan. Wilayah-wilayah tersebut berpeluang mengalami hujan dengan intensitas tinggi yang dapat memicu genangan hingga banjir lokal.
Memasuki Maret 2026, tren hujan diprediksi masih berada pada kategori menengah hingga tinggi. Potensi hujan sangat tinggi disebutkan berpeluang terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, serta Papua Tengah.
Fenomena atmosfer masih aktif saat Idulfitri
Menurut Faisal, sejumlah dinamika atmosfer diperkirakan masih aktif selama periode Hari Raya Idulfitri. Beberapa di antaranya adalah Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, serta potensi kemunculan bibit siklon atau bahkan siklon tropis, khususnya di kawasan selatan Indonesia.
BMKG juga menyoroti adanya potensi peningkatan intensitas hujan pada minggu keempat Februari hingga minggu kedua Maret 2026.
“Untuk periode 1-31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan didominasi berawan hingga hujan sedang,” katanya.
RELEVAN DIBACA!
Waspada! BMKG Sebut 6 Wilayah Ini Bakal Hadapi Cuaca Ekstrem hingga 26 Februari 2026
Rincian prakiraan awal hingga akhir Maret 2026
Secara lebih rinci, BMKG memprakirakan pada 1–10 Maret 2026, hujan ringan hingga sedang masih mendominasi sebagian besar wilayah. Namun, peluang hujan lebat tetap ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Papua Tengah, dan Papua.
Pada periode 11–20 Maret serta 21–30 Maret 2026, pola cuaca relatif serupa, yakni didominasi hujan ringan sampai sedang. Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas lebih tinggi yang dapat terjadi secara lokal dan tiba-tiba.
Faisal menegaskan bahwa prakiraan cuaca akan terus diperbarui mengikuti perkembangan data dan analisis terbaru dari BMKG.
Ancaman awan cumulonimbus dan dampaknya
Selain potensi hujan lebat, BMKG juga mengingatkan potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) pada Maret 2026. Wilayah yang perlu mewaspadai fenomena ini meliputi Sumatera Barat, perairan Samudra Hindia, Kalimantan, Sulawesi, NTT, Maluku, Papua hingga wilayah Pasifik Utara.
Awan CB dikenal sebagai awan konvektif yang dapat memicu cuaca ekstrem dalam waktu singkat, seperti hujan deras disertai petir dan angin kencang.
“Dampak yang dapat ditimbulkan antara lain turbulensi dan petir pada rute penerbangan, serta hujan lebat, badai guntur, wind gust, dan wind shear di area bandara (aerodrome),” jelasnya.
Kondisi tersebut tentu perlu menjadi perhatian, khususnya bagi sektor transportasi udara yang biasanya mengalami lonjakan penumpang saat musim mudik dan arus balik Lebaran.
Potensi banjir rob akibat fase bulan
Tak hanya faktor atmosfer, BMKG juga menyoroti faktor astronomis yang berpotensi meningkatkan risiko banjir pesisir atau rob pada Maret 2026. Kombinasi fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan fase Perigee pada 22 Maret 2026 diperkirakan dapat meningkatkan tinggi pasang air laut.
Kondisi ini berpotensi menyebabkan genangan di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
“Wilayah pesisir Indonesia diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan,” imbaunya.
Masyarakat yang tinggal di kawasan pantai atau daerah rendah diimbau untuk memantau informasi resmi BMKG secara berkala dan mengambil langkah antisipatif jika diperlukan.
Cuaca Lebaran 2026 relatif kondusif, tapi tetap waspada
Meski sejumlah potensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi, BMKG memastikan bahwa secara umum kondisi cuaca selama periode Hari Raya dan libur Idulfitri 2026 masih relatif kondusif.
Faisal menegaskan bahwa situasi tersebut diperkirakan tidak akan menimbulkan gangguan berskala besar terhadap kelancaran transportasi maupun mobilitas masyarakat.
“Namun demikian, potensi hujan di sejumlah wilayah tetap perlu diwaspadai,” pungkasnya.
