Iklan -- Scroll untuk lanjut membaca
Advertisement

Update Harga Beras, Minyak Goreng, Ikan, dan Daging Jelang Imlek dan Ramadhan 2026

Update Harga Beras, Minyak Goreng, Ikan, dan Daging Jelang Imlek dan Ramadhan 2026
Update Harga Beras, Minyak Goreng, Ikan, dan Daging Jelang Imlek dan Ramadhan 2026

PEWARTA.CO.ID — Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan datangnya bulan suci Ramadhan 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran mulai menunjukkan tren kenaikan. Lonjakan ini terjadi pada beberapa komoditas utama seperti beras, minyak goreng, ikan, hingga daging.

Data terbaru dari panel harga pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) per Senin (16/2/2026) mencatat adanya peningkatan pada sejumlah bahan pangan strategis yang kerap diburu masyarakat menjelang momen hari besar keagamaan.

Berikut update harga beras, minyak goreng, ikan, dan daging jelang Imlek dan Ramadhan 2026 sebagaimana dikutip dari laman resmi Bapanas.

Beras dan minyak goreng kompak naik

Beras medium non-SPHP mengalami kenaikan tipis sebesar 0,02 persen menjadi Rp13.890 per kilogram. Sementara itu, beras khusus lokal naik lebih tinggi, yakni 0,59 persen dan kini berada di angka Rp15.752 per kilogram.

Tak hanya beras, harga minyak goreng juga mengalami pergerakan naik. Minyak goreng kemasan tercatat meningkat 0,88 persen menjadi Rp21.178 per liter. Sedangkan minyak goreng curah naik 1,81 persen menjadi Rp18.021 per kilogram.

Kenaikan ini diperkirakan berkaitan dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang dua momen besar tersebut, di mana konsumsi rumah tangga biasanya melonjak signifikan.

Harga ikan dan daging ikut terkerek

Tren kenaikan juga terlihat pada komoditas perikanan. Harga ikan kembung naik 0,99 persen menjadi Rp45.761 per kilogram. Ikan tongkol ikut naik 0,34 persen ke posisi Rp37.130 per kilogram, sedangkan ikan bandeng mengalami kenaikan 0,47 persen menjadi Rp36.942 per kilogram.

Di sektor daging, lonjakan paling mencolok terjadi pada daging kerbau segar lokal yang naik 5,83 persen hingga mencapai Rp153.611 per kilogram. Selain itu, garam konsumsi juga mengalami kenaikan 0,67 persen menjadi Rp11.487 per kilogram.

Kenaikan pada komoditas protein hewani ini menjadi perhatian karena biasanya permintaan meningkat menjelang perayaan, terutama untuk kebutuhan konsumsi keluarga dan acara keagamaan.

Sejumlah komoditas justru turun

Meski beberapa harga naik, sejumlah komoditas lain justru mengalami penurunan. Beras premium turun 0,30 persen menjadi Rp15.465 per kilogram. Beras medium juga terkoreksi 0,55 persen menjadi Rp13.271 per kilogram, sementara beras SPHP turun 0,25 persen menjadi Rp12.409 per kilogram.

Di sektor bahan pangan lainnya, jagung peternak turun cukup signifikan sebesar 2,76 persen menjadi Rp6.695 per kilogram. Kedelai biji kering impor juga turun 1,65 persen menjadi Rp10.770 per kilogram.

Harga bawang merah turun 2,73 persen menjadi Rp39.947 per kilogram, sedangkan bawang putih turun 1,55 persen menjadi Rp38.071 per kilogram. Cabai merah keriting terkoreksi 1,49 persen ke angka Rp43.317 per kilogram, dan cabai merah besar turun 3,86 persen menjadi Rp39.174 per kilogram.

Cabai rawit merah juga mengalami penurunan tipis 0,27 persen menjadi Rp73.478 per kilogram.

Pada komoditas daging, daging sapi murni turun 0,47 persen menjadi Rp137.400 per kilogram. Daging ayam ras turun 0,17 persen menjadi Rp40.501 per kilogram, dan telur ayam ras turun 0,96 persen menjadi Rp30.640 per kilogram.

Sementara itu, gula konsumsi juga ikut turun 0,88 persen menjadi Rp18.029 per kilogram.

Pergerakan harga komoditas lainnya

Beberapa komoditas menunjukkan pergerakan beragam. Tepung terigu curah naik 1,36 persen menjadi Rp9.518 per kilogram, sedangkan tepung terigu kemasan naik 0,89 persen menjadi Rp12.712 per kilogram.

Di sisi lain, Minyakita justru turun 1,13 persen menjadi Rp16.899 per liter. Daging kerbau beku impor juga turun 1,06 persen menjadi Rp110.831 per kilogram.

Kondisi fluktuasi harga ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan menjelang Imlek dan Ramadhan 2026. Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan harga dan berbelanja secara bijak guna mengantisipasi potensi kenaikan lanjutan pada pekan-pekan mendatang.

Advertisement
Advertisement
Advertisement