Update Harga Pangan di Ramadhan Hari ke-9: Beras hingga Gula Naik Tajam
![]() |
| Update Harga Pangan di Ramadhan Hari ke-9: Beras hingga Gula Naik Tajam |
PEWARTA.CO.ID — Memasuki hari ke-9 bulan suci Ramadhan, tren kenaikan harga pangan nasional semakin terasa. Sejumlah komoditas pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat tercatat mengalami lonjakan harga dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dirilis Bank Indonesia pada Jumat (27/2/2026) pukul 09.30 WIB, mayoritas bahan pangan strategis menunjukkan tren kenaikan harga dibandingkan pekan sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan, terutama untuk komoditas seperti beras, gula, minyak goreng, hingga aneka cabai.
Bawang dan beras kompak naik
Komoditas bawang menjadi salah satu yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Harga bawang merah tercatat naik 7,2 persen menjadi Rp48.400 per kilogram. Sementara bawang putih juga mengalami kenaikan sebesar 3,52 persen menjadi Rp42.650 per kilogram.
Tak hanya itu, harga beras di berbagai kategori turut merangkak naik. Beras kualitas bawah I naik 4,86 persen menjadi Rp15.100 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II meningkat 1,04 persen ke level Rp14.600 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium I, harga naik 3,13 persen menjadi Rp16.450 per kilogram. Beras medium II bahkan melonjak 5,4 persen menjadi Rp16.600 per kilogram. Sementara beras kualitas super II mengalami kenaikan tipis 0,3 persen menjadi Rp16.750 per kilogram.
Lonjakan harga beras ini menjadi perhatian karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat Indonesia, terlebih saat konsumsi rumah tangga meningkat selama bulan puasa.
Cabai dan daging ikut terkerek
Di kelompok hortikultura, harga cabai juga menunjukkan tren kenaikan. Cabai merah besar naik 1,66 persen menjadi Rp49.000 per kilogram. Cabai merah keriting bahkan meningkat cukup tajam hingga 7,01 persen menjadi Rp55.750 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi kualitas II naik 0,69 persen menjadi Rp138.150 per kilogram. Kenaikan ini turut menambah beban pengeluaran rumah tangga yang biasanya meningkat menjelang waktu berbuka dan sahur.
Gula dan minyak goreng naik signifikan
Lonjakan paling mencolok terjadi pada komoditas gula pasir premium. Harga gula jenis ini melonjak 12,59 persen menjadi Rp22.350 per kilogram. Gula pasir lokal juga naik 3,79 persen menjadi Rp19.150 per kilogram.
Di sektor minyak goreng, minyak goreng curah naik 2,37 persen menjadi Rp19.400 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek II tercatat naik 4,19 persen menjadi Rp23.600 per liter. Selain itu, terdapat pula kenaikan 3,46 persen pada minyak goreng kemasan bermerek lainnya menjadi Rp22.400 per liter.
Kenaikan harga gula dan minyak goreng ini menjadi sorotan karena kedua komoditas tersebut kerap digunakan dalam berbagai menu khas Ramadhan, termasuk untuk kebutuhan rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Telur ayam ikut naik
Komoditas protein hewani juga tak luput dari kenaikan. Harga telur ayam ras segar naik 4,93 persen menjadi Rp34.050 per kilogram. Telur menjadi salah satu bahan pangan yang permintaannya meningkat selama Ramadhan, baik untuk konsumsi rumah tangga maupun industri makanan.
Sejumlah komoditas turun harga
Di tengah tren kenaikan tersebut, masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga. Cabai rawit hijau tercatat turun cukup dalam sebesar 11,75 persen menjadi Rp49.950 per kilogram. Cabai rawit merah juga melemah 3,24 persen menjadi Rp82.050 per kilogram.
Selain itu, harga daging ayam ras segar turun tipis 0,71 persen menjadi Rp42.250 per kilogram. Daging sapi kualitas I juga mengalami penurunan sebesar 2,51 persen menjadi Rp141.550 per kilogram.
Momentum Ramadhan dan stabilitas harga
Kenaikan harga pangan di awal Ramadhan bukanlah fenomena baru. Peningkatan permintaan yang terjadi secara musiman kerap mendorong tekanan harga di berbagai daerah. Meski demikian, masyarakat tetap berharap adanya langkah stabilisasi agar lonjakan tidak semakin membebani daya beli.
Data yang dirilis PIHPS oleh Bank Indonesia ini menjadi indikator penting dalam memantau dinamika harga pangan nasional. Dengan kondisi saat ini, pengawasan distribusi dan ketersediaan stok menjadi kunci untuk menjaga stabilitas harga selama Ramadhan hingga menjelang Idulfitri.
